29.3 C
Jakarta
Saturday, August 13, 2022

Penyebab, Diagnosa Hingga Pengobatan Bayi Kembar Siam

Kembar siam adalah kelainan di mana bayi kembar dengan salah satu atau beberapa bagian tubuh saling menempel atau terhubung satu sama lain. Kembar siam tergolong kondisi langka.

Pada kondisi kembar siam, tubuh kedua bayi dapat menyatu atau terhubung pada salah satu atau beberapa bagian tubuh. Bagian tubuh yang paling sering menyatu adalah kepala, dada, perut, punggung, dan panggul.

Kondisi ini terjadi akibat tidak sempurnanya proses pembelahan pada kehamilan kembar monozigot (satu sel telur). kembar siam berpotensi meninggal saat masih berada dalam kandungan atau meninggal sesaat setelah dilahirkan. Namun, ada juga yang bisa bertahan hidup.

Gejala Bayi Kembar Siam (Conjoined Twins)

bayi kembar
bayi kembar siam

Saat mengalami kehamilan dengan janin kembar siam, biasanya tidak ada gejala yang spesifik. Keluhan yang terjadi saat kehamilan umumnya sama dengan kehamilan dengan janin normal lain, seperti lemas, mual, dan muntah-muntah pada masa awal kehamilan.

Sama seperti kehamilan dengan janin kembar, rahim ibu hamil biasanya akan lebih cepat terlihat membesar dibandingkan dengan kehamilan dengan janin tunggal.

Penyebab Kembar Siam (Conjoined Twins)

bayi kembar
bayi kembar siam

Kembar siam terjadi ketika pembelahan janin kembar monozigot (satu sel telur) terlambat dan akhirnya tidak selesai secara sempurna. Proses pembelahan ini biasanya terjadi pada 8 hingga 12 hari setelah sel telur bertemu sperma.

Jika terlambat dan melebihi jangka waktu ini, pembelahan cenderung terhenti sebelum proses selesai dengan sempurna. Akibatnya, bayi kembar akan terlahir menempel satu sama lain.

Teori lain menyebutkan bahwa kembar siam terjadi karena dua sel telur yang awalnya terpisah, kembali menempel dan menyatu selama masa kehamilan. Namun, sejauh ini belum diketahui secara pasti penyebab dan faktor risiko dari kedua dugaan tersebut. Penelitian masih terus dilakukan untuk membuktikannya.

Baca Juga :  Tips Cara Menjaga Kesehatan Paru-paru

Diagnosis Kembar Siam (Conjoined Twins)

bayi kembar
bayi kembar siam

Kembar siam dapat diketahui melalui pemeriksaan USG sejak trimester pertama kehamilan. Pemeriksaan yang lebih detail dapat dilakukan pada trimester kedua melalui USG dan ekokardiogram untuk melihat sejauh mana kedua bayi kembar terhubung dan bagaimana fungsi masing-masing organ.

Jika hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bayi mengalami kembar siam, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan dengan pemindaian MRI. Pemindaian ini dapat membantu dokter dalam mengetahui lebih detail bagian tubuh bayi yang terhubung dan organ apa saja yang dimiliki keduanya.

Pengobatan Bayi Kembar Siam (Conjoined Twins)

bayi kembar
bayi kembar siam

Penanganan kembar siam akan ditentukan berdasarkan bagian tubuh bayi yang terhubung, organ tubuh yang dimiliki, gangguan kesehatan yang dialami, serta komplikasi yang mungkin muncul.

Selama hamil, ibu yang mengandung janin dengan kondisi kembar siam akan mendapatkan pengawasan ekstra dari dokter. Melalui pengawasan tersebut, dokter akan menentukan penanganan yang diperlukan sesuai dengan anatomi dan fungsi tubuh, serta tingkat keselamatan bayi.

Untuk persalinan bayi kembar siam, operasi caesar merupakan metode persalinan terbaik. Operasi ini biasanya akan direncanakan sebelumnya, yaitu 2–4 minggu sebelum tanggal perkiraan kelahiran.

Setelah lahir, bayi tersebut akan diperiksa secara menyeluruh oleh dokter. Dari pemeriksaan tersebut, dokter akan menentukan metode operasi pemisahan yang tepat. Prosedur ini umumnya dilakukan setelah bayi berusia 1 tahun atau lebih.

Operasi pemisahan juga mungkin dilakukan segera setelah setelah lahir jika kembar siam mengalami kondisi mengancam nyawa. Metode operasi ditentukan berdasarkan kondisi kesehatan kedua bayi yang dilihat dari beberapa aspek berikut ini:

  • Kelengkapan organ-organ tubuh, seperti jantung, hati, dan usus masing-masing bayi
  • Kestabilan kondisi kesehatan kedua bayi
  • Perkiraan tingkat keberhasilan operasi pemisahan
  • Jenis dan tingkat kesulitan operasi rekonstruksi setelah operasi pemisahan
  • Jenis perawatan dan bantuan yang dibutuhkan setelah operasi pemisahan
  • Gangguan kesehatan yang mungkin dialami jika operasi pemisahan tidak dilaksanakan
Baca Juga :  Manfaat Daun Kelor Cegah Diabetes

Jika operasi pemisahan berhasil, rehabilitasi dan perawatan lanjutan perlu dilakukan untuk melatih kemampuan masing-masing bayi. Perawatan ini bisa dilakukan melalui terapi fisik, komunikasi, dan sosial. Hal ini bertujuan agar kedua bayi bisa beraktivitas secara normal seperti bayi-bayi pada umumnya.

Jika operasi pemisahan tidak mungkin dilakukan, misalnya karena kedua bayi hanya memiliki satu jantung atau orang tua bayi tidak ingin anaknya di operasi, dokter akan merencanakan perawatan medis lanjutan untuk memastikan kondisi kesehatan bayi tersebut.

Jadi, itulah penjelasan tentang penyebab, diagnosa hingga pengobatan kembar siam.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,430SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles