29.3 C
Jakarta
Saturday, August 13, 2022

Pernyataan dari Kapolri Listyo Sigit Soal Kematian Brigadir J

Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali angkat bicara soal kasus kematian Brigadir J. Brigadir J yang tewas diduga usai adu tembak dengan Bharada E, di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka

Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka

Seperti diketahui, Bharada E telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu 3 Agustus 2022 atas kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J atau Yoshua di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Penyidik pun mengenakan Bharada E dengan pasal sangkaan pembunuhan, yaitu Pasal 338 Juncto 55 dan 56 KUHP. Selain itu, Ferdy Sambo juga telah menjalani pemeriksaan. Pada Kamis 4 Agustus 2022 Ferdy Sambo mendatangi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan untuk melakukan pemeriksaan selama kurang lebih 7 jam.

Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Atas hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutasi 25 anggota yang diduga melanggar kode etik di kasus kematian Brigadir J. Mereka terkait dengan dugaan menghambat laju penanganan kasus mulai dari urusan CCTV, hingga proses olah TKP.

“Yang jelas rekan-rekan tahu ada CCTV rusak yang diambil pada saat di satpam. Rekaman cctv itu juga sudah kita dalami, kita juga sudah mendapatkan bagaimana proses pengambilan rekamannya. Kami juga sudah menyelidiki siapa yang mengambil juga sudah dilakukan pemeriksaan, dan saat ini tentunya kami akan melakukan proses yang lebih lanjut.” ujar Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 4 Agustus 2022.

Listyo merinci, pemeriksaan tersebut mencakup 3 personel pati bintang 1. Kombes 5 personel, AKBP 3 personel, Kompol 2 personel, Pama 7 personel, serta Bintara dan Tamtama 5 personel.

Berikut sederet pernyataan terkini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Mengenai kasus kematian Brigadir J yang tewas diduga usai adu tembak dengan Bharada E, di kediaman Irjen Ferdy Sambo.

Baca Juga :  VIRAL! Mainan Hot Wheels Formula E Bergambar Anies Baswedan

Perintah Langsung Jokowi

Perintah Langsung Jokowi

Langkah Kapolri Listyo Sigit sudah sesuai arahan Presiden Jokowi. Presiden memerintahkan usut tuntas kematian Brigadir J dan jangan ada yang ditutupi. Terlebih lagi, Kapolri orang yang tegak lurus kepada Jokowi, sehingga menjalankan perintah Presiden Ketujuh RI itu sebaik-baiknya.

Oknum Polisi rusak CCTV

Oknum Polisi rusak CCTV

Anggota polisi yang mengambil CCTV yang disebut rusak itu juga sudah diperiksa. Timsus kemudian akan memutuskan apakah perbuatan itu pelanggaran kode etik atau pidana.

Kapolri juga sudah mengantongi nama oknum polisi yang mengambil rekaman CCTV dalam insiden penembakan di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Menurut Listyo Sigit, sosok yang mengambil CCTV itu adalah anggota Polri yang kini tengah diperiksa. Kami sudah dapatkan bagaimana pengambilan dan siapa yang mengambil, juga sudah kami lakukan pemeriksaan,” ujar Kapolri di Mabes Polri, Kamis (4/8).

25 Polri tak profesional

25 Polri tak profesional

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI membuka peluang untuk memeriksa 25 polisi yang disebut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak profesional dalam menjalankan tugasnya terkait kasus kematian Brigadir J alias Nopryansah Yosua Hutabarat.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyatakan bahwa mereka bisa saja memeriksa 25 orang tersebut jika memang diperlukan. Kapolri juga menemukan 25 anggota Polri yang tidak profesional dalam menangani tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya Brigadir J.

Hal tersebut membuat proses olah TKP dan penanganan lokasi kejadian menjadi terhambat, termasuk penyidikan yang semestinya bisa berjalan dengan baik.

Pelanggaran kode etik

Kapolri menyebutkan 25 personel itu terdiri atas tiga perwira tinggi (pati) pangkat jenderal bintang satu, lima kombes, tiga AKBP, dua kompol, tujuh perwira pertama (pama) serta lima orang berpangkat bintara dan tamtama.”Semua akan kami proses berdasarkan hasil keputusan apakah masuk dalam pelanggaran kode etik atau pelanggaran pidana,” Tegas Kapolri Listyo Sigit.

Baca Juga :  Akibat Cemburu Buta Petugas PPSU Tega Menganiaya Kekasihnya

Nah, itulah Pernyataan dari Kapolri Listyo Sigit Soal Kematian Brigadir J yang tewas diduga usai adu tembak dengan Bharada E.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,430SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles