23.9 C
Jakarta
Saturday, August 13, 2022

Ternyata Begini, Sejarah Lambang Burung Garuda Pancasila

Garuda Pancasila ditetapkan sebagai lambang negara Indonesia sejak 1950. Sebagai lambang negara, Burung Garuda digambarkan sedang menoleh ke sebelah kanan (dari sudut pandang Garuda) dan kedua kakinya mencengkeram pita bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika.

Ditilik dari sejarah masyarakat nusantara sudah sejak lama mengenal sosok Burung Garuda. Bahkan jauh sebelum negara Indonesia berdiri, warganya sudah mengenal Garuda lewat cerita pewayangan. Dalam agama Hindu dan Buddha, Garuda adalah salah satu dewa.

Burung perkasa ini merupakan tunggangan Dewa Wisnu (salah satu Trimurti atau manifestasi bentuk Tuhan dalam agama Hindu). Garuda digambarkan bertubuh emas, berwajah putih, bersayap merah. Paruh dan sayapnya mirip elang, tetapi tubuhnya seperti manusia.

Ukurannya besar hingga dapat menghalangi matahari. Kisah sang Garuda tertulis dalam kitab Mahabharata dan Purana yang berasal dari India. Dalam mitologi Hindu, Garuda adalah raja burung yang berasal dari keturunan Kasyapa dan Winata, salah seorang putri Daka.

Garuda adalah musuh bebuyutan para ular. Lahirnya Garuda sebagai lambang negara dimulai sejak 10 Januari 1950 ketika dibentuk Panitia Teknis dengan nama Panitia Lencana Negara. Saat UUD 1945 serta Pancasila ditetapkan, simbol sebagai lambang negara Indonesia belum ditetapkan.

Melanjutkan proses ini, pada 16 November 1945, dibentuklah Panitia Indonesia Raya untuk mencari arti lambang-lambang selama peradaban Indonesia ada. Langkah pertama sudah ditetapkan oleh organisasi yang diketuai Ki Hajar Dewantara.

Akan tetapi, harus ditunda karena sebuah masalah. Lambang negara Indonesia yang disimbolkan melalui burung garuda dengan perisai berkolom lima di tubuhnya, memiliki asal-usul bersejarah serta arti filosofis tersendiri.

Sejarah Burung Garuda

burung garuda

Pada 1947, sayembara dibuka oleh pemerintah untuk mencari pelukis yang bisa memberikan desain lambang negara terbaik. Sayembara Lambang Negara kedua pun dilakukan pada 1950, setelah terbentuknya Panitia Lencana Negara tanggal 10 Januari 1950 yang diatur langsung oleh Koordinator Menteri Sultan Hamid.

Baca Juga :  Review Film Generasi Micin: Berusaha Cerita Jujur

Terdapat dua buah macam desain yang dipilih oleh pemerintah saat itu. Lukisan tersebut milik Muhammad Yamin dan Sultan Hamid II. Namun, lambang negara tidak diperoleh secepat itu. Simbol negara memerlukan pendapat-pendapat dari petinggi lain untuk mencapai kesempurnaannya.

Perbincangan ini melibatkan Sultan Hamid II, Muhammad Yamin, dan Soekarno. Sebenarnya, karya Sultan Hamid II yang dipilih oleh Soekarno dan para anggota DPR. Akan tetapi, Muhammad Yamin yang tidak terpilih, ikut serta memberikan masukkan pada lukisan Sultan Hamid II.

Lalu, Soekarno memberikan usul pencantuman semboyan Bhineka Tunggal Ika pada pita di kaki burung. Pada 8 Februari 1950, bentuk terakhir lambang Garuda Pancasila akhirnya tercipta. Setelah itu, tanggal 20 Februari, lukisan sudah ditempelkan di ruang sidang tepat ketika rapat pertama DPR-RIS berlangsung.

Arti Lambang Garuda Pancasila

arti lambang burung garuda Pancasila

Berdasarkan penjelasan yang dituliskan Kementerian Luar Negeri, arti dari Garuda Pancasila dibagi menjadi dua bagian.

Pertama, menyangkut jumlah bulu burung serta pita yang dicengkramnya. Lalu, perisai yang berkolom lima di tubuh burung.

Garuda

  • Garuda dipakai sebagai simbol negara untuk menggambarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bangsa dan negara yang kuat dan besar.
  • Warna kuning keemasan di burung Garuda menggambarkan kejayaan dan keagungan – Garuda memiliki sayap, paruh, cakar, dan ekor yang melambangkan tenaga dan kekuatan pembangunan
  • Jumlah bulu pada lambang Garuda Pancasila menggambarkan hari atau tanggal proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu 17 Agustus 1945. Jumlah bulu pada masing-masing sayap ada 17. Jumlah bulu pada ekor ada 8. Jumlah bulu di bawah perisai atau pangkal ekor ada 19. Jumlah bulu di leher ada 45.

Jumlah Bulu dan Pita yang Dicengkram

  1. Sayap: berjumlah 17, menandakan tanggal kemerdekaan Indonesia.
  2. Ekor: terdapat 8 helai yang menyatakan bulan kemerdekaan Indonesia, Agustus.
  3. Bawah perisai/tubuh: ada 19, menggambarkan angka pertama dan kedua tahun kemerdekaan.
  4. Leher: sebanyak 45, menandakan angka akhir dari tahun kemerdekaan Indonesia.
  5. Pita: Bertuliskan Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda, tapi tetap satu.

Nah jadi itulah penjelasan tentang sejarah dan asal-usul lambang Burung Garuda di Indonesia. Semoga Informasinya bermanfaat ya!

Baca Juga :  5 Tempat Makan di Bogor yang Instagramable dengan Pemandangan Sawah

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,430SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles