29.2 C
Jakarta
Thursday, February 9, 2023

Sejarah Imigran Jepang di Amerika Latin

Tak banyak yang tahu kalau ternyata Amerika Latin adalah tujuan migrasi utama pekerja imigran Jepang di masa lalu. Kunimoto dalam satu bab di buku berjudul Japan, the United States, and Latin America, percaya bahwa negara-negara Amerika Latin memiliki basis komunitas warga Jepang terbesar di luar Jepang.

Bahkan imigran Jepang dianggap bisa berasimilasi dengan baik di Brazil, Peru, dan Bolivia. Salah satu tokoh Jepang pun berhasil menduduki posisi penting di pemerintah. Berikut dibawah ini merupakan sejarahnya:

Gelombang migrasi pertama terjadi di era Meiji dengan tujuan utama menjadi pekerja migran di Hawaii

ilustrasi para imigran Jepang di Brazil

Melansir Tigner dalam artikel ilmiahnya yang berjudul Japanese Immigration into Latin America: A Survey. Gelombang emigrasi warga Jepang ke benua Amerika bisa dibagi menjadi beberapa era.

Pertama terjadi di era Meiji, tepatnya tahun 1885. Saat itu sekitar 900 orang bermigrasi ke Hawaii dengan tujuan mengisi pos buruh di perkebunan dan pabrik gula dengan kontrak beberapa tahun.

Selain Hawaii yang dulu masih menjadi negara independen. Pekerja dari Jepang juga dikirim ke Kanada, Australia, Meksiko, Peru, Kaledonia Baru, dan Kepulauan Fiji. Hal ini dilihat sebagai kerja sama yang saling menguntungkan.

Negara-negara tersebut membutuhkan pekerja dan Jepang melihat migrasi sebagai cara ampuh menangani surplus jumlah penduduk yang berdampak pada tingginya angka kemiskinan. Saat itu, tingkat kelahiran di Jepang mencapai 34-36 per 1000 penduduk di tahun 1920-an.

Amerika Selatan mulai dilirik di gelombang kedua pada era Taisho

ilustrasi imigran Jepang di Brazil

Masih merujuk sumber yang sama, pekerja migran Jepang mulai melirik negara-negara Amerika Selatan seperti Brasil dan Peru pada era Taisho. Tepatnya di tahun 1910-1920an.

Hal ini didorong oleh kemunculan kebijakan baru yang memperketat aturan pekerja migran di Hawaii (yang sudah menjadi bagian dari Amerika Serikat), Meksiko, Kanada, dan Australia.  Namun, arus migrasi sempat terhenti di tahun 1930-1940an ketika Perang Dunia II berkecamuk.

Baca Juga :  Inilah Sejarah dari Hari PMI 3 September

Imigran Jepang mulai dikucilkan, dikirim ke kamp internment, hingga dideportasi untuk menebus tawan perang Amerika Serikat. Arus kedatangan pekerja kontrak dari Jepang pun dihentikan dan mereka diarahkan untuk berpindah ke negara-negara jajahan Jepang seperti Tiongkok dan Korea.

Tidak banyak yang bertahan di Amerika Tengah

ilustrasi warga Jepang

Beda dengan di Peru dan Brazil, kebanyakan pekerja migran Jepang di Meksiko dan negara-negara Amerika Tengah lainnya tidak memilih untuk menetap lama. Survei Tigner menunjukkan sebagian dari mereka meninggal atau memilih pulang karena penyakit yang didapat selama bekerja di tambang maupun perkebunan.

Apalagi menjelang Perang Dunia II, banyak negara Amerika Tengah yang mengirim para pekerja Jepang ini ke kamp internment di teritor oleh Amerika Serikat. Mereka juga memberlakukan restriksi imigrasi dari Jepang ke negara mereka. Pembatasan serta diskriminasi juga dilakukan beberapa negara Amerika Selatan seperti Venezuela, Ekuador, Chile, Paraguay, dan Kolombia.

Peru, Bolivia, dan Brasil jadi basis terbesar pendatang asal Jepang di Amerika Latin

ilustrasi monumen Torii di Brazil

Di Peru dan Bolivia, pekerja migran Jepang dikenal memiliki reputasi yang baik, yaitu rajin, terampil, dan disiplin. Tak sedikit dari mereka yang memilih untuk menetap dan membangun usaha di Peru dan Bolivia.

Beberapa dari mereka juga melakukan pernikahan campur yang membuat mereka terasimilasi dengan baik. Sebagian memilih kembali ke dua negara tersebut sekembalinya dari internment. Meski tak sedikit yang harus terdeportasi.

Di Brazil, pekerja Jepang justru dicari. Mereka banyak ditempatkan di pos-pos perkebunan kopi sejak awal tahun 1900an. Pekerja migran Jepang di Brasil datang dalam format keluarga dengan setidaknya 3 anggotanya mampu dan cukup umur untuk bekerja.

Jumlahnya terus bertambah bahkan saat Perang Dunia II karena berhentinya arus migrasi pekerja dari Eropa. Brasil menjadi basis imigran Jepang terbesar di Amerika Latin hingga saat ini.

Baca Juga :  6 Burung Endemik yang Unik Asal Jepang

Itulah penjelasan tentang sejarah imigran Jepang di Amerika Latin. Semoga informasinya bermanfaat ya!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles