31 C
Jakarta
Wednesday, February 8, 2023

Serangan Israel ke Gaza, Jumlah Korban Jiwa Semakin Bertambah

Korban meninggal dalam serangan Israel ke Gaza, Palestina, terus bertambah. Pada Sabtu (6/8/2022), seorang pemuda dari wilayah Khan Younis dikabarkan meninggal.

Pemuda Palestina bernama Tameem Hijazi itu meninggal pada Sabtu pagi. Penambahan itu menjadikan total korban sejauh ini berjumlah 11 orang, menurut laporan Middle East Eye dalam siaran live updatenya.

Lebih dari 80 orang telah terluka sejauh ini, banyak di antaranya dalam kondisi kritis, menurut kementerian kesehatan Palestina.

 Serangan Israel ke Gaza

ilustrasi jet tempur Israel

Kejadian ini terjadi setelah pasukan Zionis menangkap Bassam al-Saadi, seorang anggota senior kelompok bersenjata, awal pekan ini. Al-Saadi ditahan selama serangan Israel di kota Jenin, Tepi Barat, di mana seorang remaja terbunuh.

Jet Israel dikabarkan terus melancarkan serangan sejak Jumat sore. Sebagai balasan, roket-roket pejuang Palestina ditembakkan, yang kemudian memicu sirine di Israel bagian selatan.

Sebanyak 10 orang tewas dalam serangan hari pertama itu, termasuk seorang gadis berusia lima tahun, wanita berumur 23 tahun, dan komandan sayap militer Jihad Islam bernama Taysir al-Jabari, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.

Sementara itu, seorang warga Israel dikabarkan terluka di Eskhol, Gaza bagian selatan, setelah roket menghantam wilayah itu. Pasukan Israel juga melakukan serangan semalam di kota-kota Palestina dekat Ramallah dan Hebron di Tepi Barat yang diduduki, dan menangkap 20 orang warga.

Otoritas Palestina dan Hamas mengecam itu serangan

ilustrasi pasukan Hamas

Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, yang memerintah Tepi Barat mengutuk agresi Israel itu. Ia menuntut penghentian segera.

“Kepresidenan meminta masyarakat internasional untuk memaksa Israel menghentikan agresi ini terhadap rakyat kami di mana-mana, terutama di Gaza, dan untuk memberi mereka perlindungan internasional,” katanya.

Hal yang sama juga diungkapkan pejabat senior Hamas, Ghazi Hamad. Ia mengatakan, tindakan itu merupakan kejahatan brutal, dan sebagai aksi pembantaian yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina. Faksi Palestina itu masih sedang mempertimbangkan pilihan terbaik untuk dilakukan.

Baca Juga :  Benarkah Israel dan Amerika Akan Serang Iran, Mengapa?

Warga akan berdemonstrasi tentang tindakan Israel

ilustrasi seorang pria yang membawa bendera Palestina

Serangan Israel pada Jumat merupakan yang paling besar sejak meletusnya perang keduanya pada Mei tahun lalu. Kelompok Jihad Islam Palestina (PIJ), menjadi target yang dinyatakan Israel dalam operasi pada Jumat itu.

Pihak Israel mengatakan bahwa ini bukan waktunya untuk pembicaraan gencatan senjata. Ran Kochav, juru bicara tentara Israel, juga mengatakan Israel tidak mengadakan negosiasi dan sedang mempersiapkan operasi yang akan berlangsung selama seminggu.

Sementara itu, warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki, Yerusalem dan di dalam Israel berencana untuk mengadakan demonstrasi menentang serangan Israel pada Sabtu malam. Protes diperkirakan akan terjadi di Haifa, Umm al-Fahm, Yerusalem, Ramallah dan kota-kota Tepi Barat lainnya.

24 warga tewas dan 203 terluka dalam dua hari serangan Israel

ilustrasi korban di Palestina

Israel mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah meluncurkan operasi militer terhadap PIJ. Hal itu untuk mencegah serangan yang muncul dari militan Palestina, imbas dari ketegangan sebelumnya di sepanjang perbatasan Gaza.

Atas serangan itu, salah satu komandan senior PIJ dinyatakan tewas dalam serangan udara pasukan Israel di kota Gaza. Kementerian kesehatan Gaza mengatakan setidaknya 24 warga Palestina, termasuk enam anak-anak telah tewas dan 203 luka-luka selama dua hari penembakan.

Para pejuang Palestina akhirnya membalas dengan menembakan lebih dari 400 roket. Lalu terdengar sirine serangan udara di Israel yang mengharuskan warganya lari ke tempat perlindungan bom. Tidak ada laporan mengenai korban akibat balasan tersebut, kata layanan ambulans Israel.

Salami menekankan, serangan balik militan Palestina menunjukan “dimulainya babak baru” dan Israel “akan membayar harga mahal lainnya untuk kejahatan baru-baru ini”.

“Perlawanan Palestina lebih kuat hari ini daripada di masa lalu,” katanya, sembari menambahkan bahwa kelompok militan terkini mempunyai kemampuan untuk mengelola perang besar.

Baca Juga :  Meninggal di Hari Ulang Tahun, Permintaan Terakhir Naufal Korban Kecelakaan di Bekasi Tak Terkabul

Nah jadi itulah penjelasan singkat tentang serangan Israel kepada Gaza selama 2 hari ini dan membuat korban jiwa semakin bertambah banyak. Semoga informasinya bermanfaat ya!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles