31 C
Jakarta
Wednesday, February 8, 2023

Untuk Jaga Perasaan, Polri Tak Umumkan Motif Pembunuhan Brigadir J

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto, memastikan jika saat ini pihaknya tidak akan membuka motif pembunuhan berencana Brigadir J oleh tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo.

Agus mengatakan, sementara ini, informasi soal motif tersebut hanya untuk kalangan penyidik dan berharap akan terbuka dengan sendirinya saat persidangan.

“Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan untuk hasil nantinya mudah-mudahan terbuka saat persidangan,” kata Agus saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Kabareskrim Singgung Pernyataan Menko Polhukam

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) (Sumber:Mahfud MD)

Soal motif pembunuhan, Agus juga menyinggung pernyataan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyebut bahwa motif kasus pembunuhan Brigadir J terlalu sensitif sehingga hanya dapat dikonsumsi oleh orang dewasa.

Menurut Agus, apa yang disampaikan Mahfud bisa digunakan sebagai narasi tentang motif kasus pembunuhan Brigadir J tersebut.

“Kalau tidak, izin pakai saja narasi Pak Menko Polhukam ya,” katanya.

Penyidik Masih Tunggu Hasil Penyelidikan

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo (Sumber: dok.humas.polri.go.id)

Saat ini, penyidik juga masih menunggu hasil penyelidikan Inspektorat Khusus (Itsus) yang fokus mendalami dugaan pelanggaran etik dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

“Kasus turunannya kita tunggu Itsus sedang mendalami peran mereka,” ujar Agus.

Presiden Meminta Kapolri Membuka Kasus Secara Terbuka

Tanggapan presiden Joko Widodo tentang penembakan Brigadir J meminta untuk diusut tuntas jangan ada yang ditutup-tutupi (Sumber:Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden)

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengungkap kasus kematian Brigadir J secara terbuka.

“Iya. Sejak awal kan saya sampaikan usut tuntas, jangan ragu-ragu. Jangan ada yang ditutup-tutupi, ungkap kebenaran dengan apa adanya,” ujar Jokowi. Saat kunjungan kerja ke Kalimantan Barat yang disiarkan di kana YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (9/8/2022).

Menurut Jokowi, Polisi harus mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J secara terbuka, agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi itu tidak menurun.

Baca Juga :  Pernyataan dari Kapolri Listyo Sigit Soal Kematian Brigadir J

“Sehingga, jangan sampai menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, itu yang paling penting, citra Polri harus tetap kita jaga,” ucapnya.

Penyidik Polda Metro Jaya Diperiksa Terkait Pembunuhan Brigadir J

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo (Sumber:Disway.id)

Penyidik tim khusus (timsus) Polri melakukan pemeriksaan perdana terhadap Irjen Ferdy Sambo sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Dirumah dinas Irjen Ferdy Sambo,Kelapa Dua,Depok,Kamis (11/8/2022).

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan “secara paralel, Inspektorat Khusus (Irsus) Polri juga menjadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap satu orang penyidik yang bertugas di Polda Metro Jaya terkait kasus penembakan Brigadir J.” Pemeriksaan itu dilakukan di Mabes Polri.

“Sedangkan Irsus, agendanya pada hari ini melakukan pemeriksaan kepada satu orang penyidik Polda Metro Jaya, jam 10.00 WIB di Mabes Polri,” ucap Dedi saat dihubungi.

Selain memeriksa penyidik, Timsus juga melakukan pemeriksaan terhadap tersangka lainnya, K di Gedung Bareskrim Polri.

“Pemeriksaan kedua dilakukan kepada KM sebagai tersangka di Bareskrim,” ujar Dedi saat dihubungi.

Disisi lain, Dedi mengungkapkan bahwa, pihak tim khusus Polri berkoordinasi dengan pihak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait dengan pemeriksaan terhadap Irjen Ferdy Sambo.

Mengingat, pada hari ini Komnas HAM juga menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan terhadap mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

“Kemudian untuk Komnas HAM, karena hari ini ada pemeriksaan irjen FS sebagai tersangka. Maka, harus fokus kepada tim khusus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Sehingga Irjen FS, belum bisa diperiksa Komnas HAM, karena pemeriksaan tim khusus Polri sifatnya pro justitia,” kata Dedi.

Nah, jadi itulah penjelasan tentang Polri yang tidak mengumumkan motif pembunuhan Brigadir J dengan tujuan untuk menjaga perasaan semua pihak. Semoga informasinya bermanfaat ya!

Baca Juga :  Komnas Perempuan Perhatikan Kondisi 4 Wanita di Pusaran Kasus Brigadir J

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles