33.6 C
Jakarta
Sunday, June 23, 2024

Inilah Cara Memilih Pupuk Organik yang Baik untuk Tanaman

Selain cahaya dan air yang cukup, tanaman juga membutuhkan pupuk untuk pertumbuhan yang sehat. Pupuk organik mungkin yang paling aman untuk tanaman dan lingkungan, karena terbuat dari bahan-bahan alami. Namun, ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memilih pupuk organik,jenis dan bentuk.

Mari kita lihat pupuk organik dari perbedaan hingga pupuk sintetis, dari tips pemilihan hingga rekomendasi produk yang bagus.

Pengertian pupuk organik dan manfaatnya

Gambar pupuk organik dan manfaatnya

Tumbuhan pada dasarnya membutuhkan unsur hara atau unsur hara untuk hidup. Tanaman membutuhkan nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) dalam jumlah besar, juga dikenal sebagai unsur hara makro. Selain itu, masih banyak senyawa lain yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, atau disebut dengan zat gizi mikro. Karena tanah atau media tanam tempat benih ditanam tidak selalu kaya akan unsur hara, maka bantuan pupuk sangat dibutuhkan.

Ada pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk alami yang mengandung senyawa karbon. Bahan-bahannya jelas benar-benar alami, seperti sisa-sisa buah dan sayuran, fosil, mineral alami, sisa tulang hewan, dll.

Sedangkan pupuk anorganik atau pupuk sintetis adalah pupuk yang mengandung bahan kimia tambahan. Beberapa contoh pupuk anorganik adalah NPK dan urea.

Keduanya membuat tanaman lebih subur, tetapi efeknya jelas berbeda. Pupuk organik bekerja lebih lambat, tetapi membuat tanah lebih subur. Kaya nutrisi dan lebih aman bagi lingkungan. Hal ini karena komponen pupuk organik harus dipecah oleh mikroorganisme di dalam tanah sebelum dapat digunakan oleh tanaman. Ada beberapa cara memilih tanaman pupuk organik sebagai berikut ini.

Cara Memilih Pupuk Organik

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada beberapa faktor yang perlu Anda pertimbangkan dalam memilih pupuk organik. Apakah Anda membutuhkan pupuk cair atau padat? Apakah pupuk organik akan digunakan untuk menumbuhkan bunga atau memperkuat akar? Simak penjelasannya di bawah ini.

  • Sesuaikan kandungan pupuk dengan kebutuhan Anda.

Pupuk tidak boleh diberikan kepada semua tanaman, terutama tanaman yang sakit. Kelebihan atau kekurangan unsur hara dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Pupuk tanaman biasanya fokus pada tiga senyawa utama yang menjadi unsur hara makro, yaitu N, P dan K. Fungsi utama nitrogen adalah untuk memperbanyak daun, fosfor untuk meningkatkan proses pembungaan, dan kalium untuk memperkuat akar.

Jika Anda menginginkan hasil yang spesifik, seperti pertumbuhan bunga, Anda perlu menggunakan pupuk dengan kandungan fosfor yang lebih tinggi. Pupuk juga mengandung bahan tambahan seperti air atau serbuk gergaji untuk menambah volume.

  • Pilih berdasarkan bentuk pupuknya.

Berdasarkan bentuknya, pupuk organik dibagi menjadi dua jenis, yakni padat dan cair. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri yang perlu Anda pertimbangkan.

Pupuk organik cair dapat berupa pupuk kandang (urine), biogas, limbah organik cair, dll. Keunggulan pupuk cair adalah dapat memberikan nutrisi yang memenuhi kebutuhan tanaman. Anda tinggal menghitung berapa banyak unsur hara yang dibutuhkan kemudian menyesuaikan konsentrasi atau pengenceran pupuk tersebut sebelum memberikannya ke tanaman. Cairannya juga lebih mudah diserap oleh tanah, daun atau batang.

Dibandingkan dengan pupuk padat, kekurangan nutrisi dapat diatasi lebih cepat dengan pupuk cair. Meskipun bagus untuk akar, pupuk cair paling sering digunakan untuk merangsang pertumbuhan daun dan batang. Kerugian dari pupuk cair adalah harus diterapkan pada tanaman segera setelah persiapan. Hal ini berbeda dengan pupuk padat yang dapat disimpan dalam waktu lama.

 Nah, Itulah Caranya gimana Memilih Pupuk Organik Terbaik.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles