27.9 C
Jakarta
Monday, February 26, 2024

5 Hewan dengan Gigitan Paling Berbahaya

Beragam jenis hewan mengantongi predikat sebagai hewan dengan gigitan paling berbahaya. Spesies hewan tertentu memang dibekali dengan rahang yang kuat, gigi besar dan tajam, dan racun mematikan.

Hal tersebut memungkinkan hewan untuk melancarkan gigitan supaya mendapat mangsa atau melindungi diri dari predator. Akan tetapi beberapa di antaranya punya gigitan yang menyebabkan hewan lain bahkan manusia terluka parah, terinfeksi, bahkan meninggal.

Lantas, hewan apa saja yang memiliki gigitan paling berbahaya?

Hewan dengan gigitan paling berbahaya

Dilansir dari Readers Digest, ada sebelas hewan yang gigitannya patut diwaspadai. Ada apa saja, ya?

Kucing peliharaan

ilustrasi kucing peliharaan

Melihat kucing tidur, bermain bola, mandi, atau sedang ngomel memang menggemaskan. Meski begitu, si anabul ternyata bisa membahayakan pemiliknya dan orang lain apabila menggigit. Pasalnya gigitan kucing tidak sekadar meninggalkan luka di kulit, seperti tusukan atau sayatan.

Lebih dari itu kulit yang terkena gigitan kucing menjadi sulit didesinfeksi. Ini artinya, korban gigitan kucing kemungkinan berisiko mengalami infeksi. Mereka yang luka digigit kucing bisa terkena Bartonella henselae -demam atau penyakit cakar kucing. Untuk beberapa kasus yang jarang terjadi, gigitan si anabul bisa menyebabkan infeksi tulang atau Pasteurella multocida. Ini dapat berakhir dengan pneumonia.

Monyet

ilustrasi monyet

Monyet yang disebut banyak ahli sejarah punya kekerabatan yang erat dengan manusia ternyata punya gigitan yang berbahaya. Nah, ketika monyet menggigit, hewan ini bisa menularkan rabies atau penyakit yang bisa menyebabkan kelumpuhan parsial dan halusinasi.

Jika rabies tidak segera ditangani, korban bisa meninggal menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS. Di sisi lain korban gigitan monyet berisiko tertular herpes Simian yang berisiko menyebabkan ensefalomielitis -peradangan otak yang fatal. Menurut National Institute of Health, ensefalomielitis ditandai dengan muntah, kehilangan kemampuan melihat, dan kelumpuhan.

Kutu

ilustrasi kutu

Jangan remehkan ukuran tubuh kutu yang super kecil. Pasalnya, serangga ini dapat menyebabkan infeksi. Seperti anaplasmosis, babesiosis, Colorado tick fever, penyakit Lyme, Powassan encephalitis, Rocky Mountain Spotted Fever, Southern Tick-Associated Rash Illness, atau Q fever. Beberapa penyakit yang sudah disebutkan dapat menyebabkan ruam, demam, kelelahan, nyeri, borok kulit, dan masalah neruologis.

Hyena tutul

ilustrasi hyena tutul

Hyena tutul merupakan salah satu hewan yang dibekali gigi dan rahang yang kuat untuk menghancurkan tulang. Menurut World Journal of Emergency Surgery, hyena tutul biasanya menyerang wajah, leher, dan tulang belakang ketika menggigit. Bagian-bagian tubuh tersebut sengaja disasar oleh hyena tutul untuk merusak jaringan lunak dan organ bagian dalam.

Laba-laba brazilian wandering

ilustrasi Laba-laba brazilian wandering

Tidak semua hewan dengan gigitan paling berbahaya selalu berukuran besar, bertaring, dan punya rahang yang kuat. Karena tidak sedikit hewan berukuran kecil, seperti laba-laba brazilian wandering, yang gigitannya tidak kalah berbahaya.

Ya, arakhnida besar dan berbulu halus tersebut berbahaya ketika menggigit karena racunnya bersifat neurotoksik. Racun seperti itu dapat menghancurkan sel kulit, komplikasi pernapasan, memicu kelumpuhan, dan menghentikan jantung. Tidak menutup kemungkinan korban gigitan laba-laba brazilian wandering berakhir pada kematian.

Gigitan manusia juga berbahaya

Di samping sebelas hewan yang sudah disebutkan, ternyata manusia memiliki gigitan yang berbahaya, lho. Pasalnya manusia membawa 700 jenis bakteri lebih di lidah dan gigi menurut penelitian di Journal of Clinical Microbiology. Penelitian tersebut menyampaikan, satu manusia setidaknya memiliki 20 dari 72 bakteri. Tidak mengherankan apabila beberapa jenis infeksi dapat disebabkan oleh sesama manusia, seperti hepatitis B dan C, herpes, tetanus, dan HIV.

Nah, itulah beberapa hewan dengan gigitan paling berbahaya. Hal tersebut memungkinkan hewan untuk melancarkan gigitan supaya mendapat mangsa atau melindungi diri dari predator. Akan tetapi beberapa di antaranya punya gigitan yang menyebabkan hewan lain bahkan manusia terluka parah, terinfeksi, bahkan meninggal.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles