31.5 C
Jakarta
Wednesday, July 10, 2024

Pemilihan PM Inggris, Liz Truss Janjikan Tekan Biaya Energi Jika Terpilih

Pengganti Boris Johnson sebagai Perdana Menteri Inggris akhirnya akan ditentukan hari ini, Senin (5/9/2022), setelah persaingan sengit di dalam Partai Konservatif antara menteri Luar Negeri Liz Truss dan Menteri Keuangan Rishi Sunak.

Dalam kontestasi di dalam Partai Konservatif ini, Truss menjadi kandidat terkuat. Pemungutan suara dalam kontes dua bulan ditutup pada hari Jumat, dan hasilnya akan diumumkan pada pukul 12.30. di London (18.3 WIB).

Apabila Sunak terpilih, maka dia akan menjadi PM Inggris pertama yang keturunan India. Sejak kampanyenya, pria 42 tahun itu jelas merupakan kandidat terdepan bagi Partai Konservatif dalam persaingan untuk menggantikan Boris Johnson.

Fokus kampanye Sunak adalah memerangi inflasi yang melonjak dan menggunakan langkah-langkah yang ditargetkan untuk menawarkan dukungan bagi krisis, sedangkan Truss berjanji akan memotong pajak untuk mengatasi krisis biaya hidup yang meningkat.

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menjadi kandidat yang dijagokan untuk menggantikan Boris Johnson menduduki kursi perdana menteri. Truss sempat menghadiri pertemuan Menlu G20 di Bali dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

Jika Truss terpilih, maka dia akan menjadi PM Inggris wanita setelah setelah Theresa May dan Margaret Thatcher. Wanita berusia 47 tahun itu secara konsisten mengungguli Sunak dalam pemungutan suara di antara sekitar 200.000 anggota Konservatif yang memenuhi syarat untuk memilih.

Ini telah menjadi isu utama yang mendominasi kampanye, diawasi oleh Kantor Pusat Kampanye Konservatif (CCHQ). Setelah seluruh rangkaian dilalui, Ketua Partai Konservatif Andrew Stephenson menyampaikan apresiasi terhadap Sunak dan Truss.

Di hari perhelatan pertemuan tersebut, Truss harus buru-buru kembali ke London karena Boris Johnson mengumumkan pengunduran dirinya.

Menjabat Selama 11 bulan Sebagai Menlu Inggris

Ilustrasi dari Pemilihan PM Inggris, calon Liz Truss

Dilansir dari idntimes.com, Senin (5/9/2022), Truss telah menjabat selama 11 bulan sebagai menlu. Ia merupakan salah satu sosokvyang mendukung agar Inggris tetap berada di Uni Eropa, namun pada akhirnya dia juga mendukung Brexit.

Dalam hubungan bilateral dengan Indonesia, setidaknya Truss telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, London dan Bali. Di London, Indonesia dan Inggris menyepakati Roadmap Kemitraan Indonesia-Inggris 2022-2024.

Roadmap ini memuat program kerja sama strategis di bidang ekonomi, politik, keamanan dan lingkungan hidup. Salah satunya adalah kesepakatan menghapuskan praktik perdagangan diskriminatif melalui penjajakan pembuatanĀ mutual recognitionĀ untuk standardisasi dan sertifikasi.

Karier Truss yang Cukup Mulus

Ilustrasi Liz Truss

Di lingkaran pemerintahan Inggris, karir Truss dianggap yang selalu mulus. Sejak memasuki Parlemen pada 2010, Truss dengan cepat menaiki tangga politik Inggris. Ia juga telah memegang sejumlah posisi di kabinet pemerintahan David Cameron, Theresa May dan Boris Johnson.

Truss lahir di Oxford pada 1975 dari ayah yang berprofesi sebagai profesor matematika dan ibunya yang seorang perawat. Ia merupakan jebolan dari Universitas Oxford. Masa remaja Truss dihabiskan mengikuti pawai untuk Kampanye Perlucutan Senjata Nuklir.

Sebuah organisasi yang menentang keras keputusan pemerintah Margaret Thatcher yang kala itu mengizinkan hulu ledak nuklir Amerika Serikat dipasang di RAF Greenham Common, barat kota London.

Truss dinilai Lebih Populer dari Rishi Sunak

Ilustrasi dari Truss dinilai Lebih Populer dari Rishi Sunak

Bertarung dengan eks Menteri Keuangan Inggris, Rishi Sunak, kini publik Inggris menganggap Truss lebih populer, terlepas dari janjinya memotong pajak untuk meringankan warga berpendapatan rendah.

Berdasarkan kinerja, Truss dinilai lebih bekerja keras daripada Sunak. Selain itu, para anggota Konservatif menganggap Truss memiliki pengalaman di dalam politik. Truss berjanji akan memangkas pajak dan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang dihadapi Inggris.

Nah, Itulah pembahasan tentang Pemilihan PM Inggris, Liz Truss Janjikan Tekan Biaya Energi Jika Terpilih. Maka Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss menjadi kandidat yang dijagokan untuk menggantikan Boris Johnson menduduki kursi perdana menteri.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles