30.4 C
Jakarta
Tuesday, July 9, 2024

Viral Seorang Siswa SD Pindah ke SLB karena Dibully

Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbud-Ristek) mengecam dugaan peristiwa bullying yang dialami seorang siswa SD yang viral di media sosial. Imbas dari perundungan yang dilakukan oleh teman-temannya, siswa SD tersebut pindah sekolah ke Sekolah Luar Biasa atau (SLB).

Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ristek Anang Ristanto mengatakan bahwa perundungan adalah satu dari tiga dosa besar dunia pendidikan selain kekerasan seksual dan intoleransi.

“Kemendikbudristek secara tegas mengecam tiga dosa besar di dunia pendidikan yaitu kekerasan seksual, intoleransi, dan perundungan, serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan terus berkomitmen untuk memberantas praktik-praktik tiga dosa besar di lingkungan pendidikan,” ucap Anang, pada Kamis (1/6/2023).

Aturan yang Ada Memuat Sanksi Untuk Pelaku Kekerasan

Anang mengatakan bahwa Kemendikbud Ristek sudah mengeluarkan beleid Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No. 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Aturan ini dimaksudkan untuk menciptakan kondisi proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan serta menghindari semua warga sekolah dari unsur-unsur atau tindakan kekerasan.

“Permendikbud ini juga mengatur sanksi yang dapat dikenakan terhadap peserta didik yang melakukan tindakan kekerasan atau sanksi terhadap satuan pendidikan dan kepala sekolah, jika masih terdapat praktik kekerasan di lingkungan sekolahnya,” ujar Anang.

Korban Mengaku Sering Diganggu Hingga Kertasnya Disobek-sobek

Belakangan ini media sosial diramaikan dengan adanya narasi seorang anak sekolah dasar (SD) yang pindah sekolah ke SLB karena mendapat perundungan dari teman-temannya. Video kisah anak SD ini diunggah oleh akun TikTok yang bernama @satriabagus60.

Seorang pria tua terlihat sedang mengantarkan anak laki-laki dengan seragam SD, saat ditanya oleh pengunggah video, pria tua yang diketahui ayah siswa tersebut mengaku anaknya kini sekolah di SLB.

“Kenapa sekolah di SLB?” ucap sang pengunggah.

“Di SD sering diganggu sama temen saya,” kata siswa SD tersebut.

“Diganggu? Kok malah minta di SLB?” tanya penggunggah video.

“Ya sering diganggu. Lagi nulis gitu, kertasnya disobek sobek,” ungkap ayah siswa itu.

“Tidak lapor guru?” tanya pengunggah.

“Anaknya bandel, gak ada kapoknya,” kata ayah siswa itu.

Pihak Sekolah dan Guru Sudah Berupaya Untuk Melarangnya Pindah

Dalam video terpisah, diketahui bahwa siswa SD tersebut berinisial F dan berasal dari Salatiga, Jawa Tengah. Akun @satriabagus60 mengatakan bahwa F tidak dapat meneruskan pendidikan di sekolah umum, salah satunya karena faktor hasil tes psikologis yang nilainya 50.

“Jadi sepertinya tidak memungkinkan untuk meneruskan sekolah umum, seperti itu berita yang saya dapat. Nanti saya lampirkan surat psikotes IQ dek F. Jadi saya membagikan video ini untuk meluruskan saja agar tidak ada yang terugikan atau tersudutkan,” kata dia

Dia juga mengatakan bahwa pihak sekolah dan guru dari F sudah berupaya untuk menahan kepindahannya, namun sang anak berikeras keluar dari sekolah.

“Ayah F pun bercerita sebenernya F dari sekolahnya dulu itu, bapak ibu gurunya pun sudah melarang untuk dia keluar tapi anaknya tetap ingin melanjutkan ke tempat sekolahnya yang sekarang, katanya lebih nyaman gitu,” kata akun @satriabagus60.

Nah, itulah penjelasan mengenai seorang siswa SD yang pindah ke SLB karena dibully. Plt Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ristek Anang Ristanto mengatakan bahwa perundungan adalah satu dari tiga dosa besar dunia pendidikan selain kekerasan seksual dan intoleransi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles