33.6 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

TikTok Akan Hapus Konten Negatif Terkait Perang Hamas Vs Israel

TikTok mengeluarkan pernyataan yang mengutuk serangan Hamas kepada Israel. Ini diunggah di blog resminya pada 16 Oktober 2023 dengan judul ‘Tindakan berkelanjutan TikTok untuk melindungi komunitas kami selama perang Israel-Hamas’.

Sebelumnya, Hamas menyerang Israel lewat darat, laut dan udara pada 7 Oktober 2023. Setelah itu, Israel melancarkan balasan lewat pemboman dari udara yang turut menerpa pemukiman penduduk.

“TikTok menentang segala bentuk terorisme. Kami sangat prihatin dengan aksi teror yang terjadi di Israel pada minggu lalu,” tulis TikTok.

Lantas, bagaimana respon TikTok terhadap nasib Palestina? “Kami juga sangat sedih melihat krisis kemanusiaan yang semakin memburuk di Gaza dan untuk semua orang yang terdampak,” cetus TikTok.

Atas ketegangan yang terjadi, TikTok mengerahkan sumber daya dan personel untuk membantu menjaga keamanan komunitas dan integritas TikTok. Pihaknya mengaku akan mengedepankan transparansi sekaligus menyediakan ruang yang aman bagi komunitas global TikTok.

“Kami senantiasa fokus dalam upaya kami mendukung kebebasan berekspresi, menjunjung tinggi komitmen terhadap hak asasi manusia, dan melindungi TikTok selama Perang Israel-Hamas berlangsung,” kata TikTok.

Sebagai tindakan untuk melindungi pengguna TikTok, TikTok melakukan sejumlah upaya antara lain meluncurkan pusat komando yang melibatkan anggota utama dari tim profesional keselamatan global TikTok (terdiri dari 40.000 anggota), mengembangkan sistem deteksi atas konten kekerasan dan vulgar, hingga menambah lebih banyak moderator yang bisa berbahasa Arab dan Ibrani untuk meninjau konten terkait peristiwa ini.

TikTok juga tak segan menghapus konten yang mendukung serangan atau mengolok-olok korban kekerasan.

“Jika konten yang diunggah menggambarkan seseorang yang sedang disandera, kami akan melakukan segala hal dalam kuasa kami untuk melindungi martabat mereka dan menghapus konten yang melanggar peraturan TikTok. Kami tidak akan menoleransi upaya untuk menghasut kekerasan atau menyebarkan ideologi kebencian,” ungkap TikTok.

“Kami memiliki kebijakan toleransi nol untuk konten berisi pujian terhadap organisasi dan individu yang melakukan kekerasan dan kebencian dan tidak mengizinkan organisasi maupun individu tersebut berada di TikTok. Kami juga memblokir tagar yang mempromosikan kekerasan atau melanggar aturan TikTok,” tandasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles