28.6 C
Jakarta
Saturday, May 25, 2024

Pentagon Cina Kejar Militer AS dan Rusia Dengan Kapal Selam Nuklir Terbaru

Dalam laporannya Pentagon mengatakan Cina meluncurkan kapal selam rudal tenaga nuklir pertamanya. Kendaraan tempur ini memberi Cina opsi dalam serangan laut dan darat yang sebelumnya dikuasai Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Laporan Pentagon yang dirilis 20 Oktober merupakan konfirmasi pertama kapal selam bersenjata rudal Tipe 093B yang terlihat di penggalangan kapal Cina selama 18 bulan terakhir.

Pada Mei 2022 lalu kantor berita Reuters melaporkan foto satelit menunjukkan kapal selam kelas baru di penggalangan kapal Huludao.

“(Dalam jangka-pendek Angkatan Laut Cina) akan memiliki kemampunan menggelar serangan jarak-jauh presisi ke target darat dari kapal selam dan kombatan permukaan laut menggunakan rudal jelajah serangan darat, yang akan memperkuat proyek kekuatan (Cina),” kata Pentagon dalam laporannya.

Kapal selam tenaga nuklir dengan senjata konvensional (SSGN) dikembangkan Uni Soviet selama era Perang Dingin.

Senjata ini dibangun untuk menghancurkan target di kapal induk AS. Sementara AS mengembangkan versinya sendiri dengan mengubah kapal rudal balistik agar dapat membawa banyak rudal jelajah Tomahawk.

Rudal jelajah adalah senjata presisi tinggi jarak jauh. Tidak seperti senjata balistik, rudal itu terbang di ketinggian rendah atau meluncur di permukaan laut.

Pada tahun 2011 kapal selam USS Florida menembakkan 93 Tomahawk ke arah pertahanan udara Libya dalam serangan pertama dari SSGN A.S.

Menurut atase militer di kawasan serangan itu dipelajari dengan seksama oleh para ahli strategi Cina.

Beberapa pengamat mengatakan angkatan laut Tentara Pembebas Rakyat (PLA) ingin mengerahkan kapal-kapal itu sebagai senjata tambahan untuk melawan kapal induk serta platform serangan darat lainnya.

Senjata ini memungkinkan Cina menggelar serangan jarak jauh lebih besar daripada armada kapal selam serang yang lebih kecil.

Dalam laporannya Pentagon mencatat tiga dari SSGN baru Cina dapat beroperasi pada tahun depan.

Sebagai bagian dari ekspansi armada kapal selam baik bertenaga nuklir maupun diesel yang dapat berjumlah 65 kapal pada tahun 2025. Kementerian pertahanan Cina tidak menanggapi permintaan komentar.

Konfirmasi ini muncul di tengah perlombaan senjata kapal selam yang semakin intensif ketika Cina membangun generasi baru kapal bersenjata nuklir sebagai bagian dari kekuatan penangkalnya yang terus berkembang.

Upaya untuk melacak kapal selam Cina di laut merupakan salah satu pendorong utama peningkatan pengerahan dan perencanaan kontinjensi oleh Angkatan Laut A.S. dan militer lainnya di seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Kapal selam bertenaga nuklir Cina  jauh lebih senyap dan sulit terdeteksi

Pengamat keamanan dari S. Rajaratnam School of International Studies di Singapura, Collin Koh, mengatakan SSGN merupakan kemampuan baru yang penting bagi angkatan laut Cina.

“Senjata ini berpotensi memungkinkan mereka melakukan serangan darat dan anti-kapal dari jarak dekat,” katanya. Menurutnya SSGN akan mempersulit saingan Cina dalam membuat strategi.

“Saya juga memperkirakan Cina telah belajar dari pengalaman Rusia dalam menggunakannya untuk mengancam kapal induk A.S. dengan SSGN, Anda dapat melancarkan serangan pada jarak buntu, tidak seperti kapal selam serang biasa yang memiliki pilihan senjata yang lebih terbatas, dan itu merupakan keuntungan yang nyata,” kata Koh.

Penelitian yang dibahas di U.S. Naval War College pada bulan Mei mencatat PLA hampir mencapai terobosan dalam membuat kapal selam bertenaga nuklir yang jauh lebih senyap dan lebih sulit dilacak oleh A.S. dan sekutunya.

Akan tetapi, beberapa diplomat dan analis mengatakan tidak jelas apakah terobosan itu telah dimasukkan ke dalam SSGN yang baru saja diluncurkan. Peningkatan tersebut diharapkan terjadi pada kapal bertenaga nuklir yang diluncurkan sebelum akhir dekade ini.

“Kecuali mereka yakin akan adanya peningkatan, kami dapat mengharapkan angkatan laut PLA untuk berhati-hati dalam cara mereka mengerahkannya,” kata seorang atase militer Asia yang melacak kekuatan kapal selam Cina.

Atase tersebut menolak untuk disebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini. “Tapi kami tahu bahwa kekuatan kapal selam adalah prioritas bagi Xi Jinping, dan ini adalah satu lagi tanda bahwa mereka sedang menuju ke sana,” tambahnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles