26.5 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

Awal Mula Kenapa Ikan Piranha Dianggap sebagai Hewan Mengerikan

Beberapa hewan di Bumi mendapatkan stigma buruk yang berlebihan. Salah satu di antaranya adalah ikan  piranha.
Ikan piranha sering digambarkan sebagai “setan” di perairan yang mampu melahap mangsa berukuran lebih besar dari tubuhnya hanya dalam sekejap. Dalam film thriller, piranha bahkan digambarkan senang menyerang dan memangsa manusia dengan meluncur keluar dari air. Benarkah mereka sebrutal ini?
Sebetulnya, tidak demikian. Jika kita mencari tahu dari mana rumor jahat piranha ini muncul, maka jawabannya bermula dari Theodore “Teddy” Roosevelt.
Setelah kekalahan telak dari Woodrow Wilson dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) tahun 1912, Roosevelt mulai aktif berpetualang. Dia menyusuri “Sungai Keraguan” di kedalaman lembah Amazon, yang kemudian berganti nama menjadi “Sungai Roosevelt”.
Dalam ekspedisi tersebut, ada sembilan belas orang yang berangkat, tetapi hanya 16 orang yang kembali hidup-hidup. Beragam kendala menghadang mereka, termasuk penyakit, cedera, kekurangan makanan, kelelahan, tenggelam, pembunuhan, dan lain-lain. Bahkan, Roosevelt pun pulang ke AS dalam kondisi hampir tewas karena cedera kaki dan infeksi.
Terlepas dari segala macam prahara yang dialami oleh tim ekspedisi, Brasil merasa terhormat mendapat kunjungan dari tokoh penting. Roosevelt merupakan negarawan dari Amerika Utara pertama yang mengunjungi hutan Amazon. Oleh karena itu, pemerintah setempat ingin memberikan kesan terbaik dengan memperlihatkan hiburan yang otentik di Amazon.
Menurut laporan dari pakar ikan  tropis, HR Axelrod, nelayan setempat mengisolasi Rio Aripuana, sebuah sungai di Brasil, dengan jaring sepanjang 90 meter atas perintah dari otoritas setempat. Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya untuk memberi makan area pojokan sungai yang tak bisa dijangkau oleh ratusan piranha sehingga membuat ikan-ikan itu sangat kelaparan.
Roosevelt dan kawanannya tidak tahu kebrutalan piranha di Amazon itu sebetulnya telah dirancang sedemikian rupa. Mereka hanya diberi cerita bahwa sebelumnya tidak pernah ada yang memasuki sungai di sana lantaran penghuninya mengerikan.
Jadi, untuk membuktikan cerita tersebut, warga membawa seekor sapi tua yang pesakitan dan mendorongnya ke sungai. Ratusan piranha yang kelaparan dengan cepat menyerang sapi ini dan menciptakan riak di permukaan air yang kemudian dipenuhi darah. Beberapa menit kemudian, hanya tinggal kerangka bersih dari sapi tersebut yang diangkat dari sungai. Peristiwa ini jelas meninggalkan kesan mengerikan bagi Roosevelt.
“Mereka adalah ikan paling ganas di dunia. Bahkan ikan yang paling tangguh, hiu atau barakuda, biasanya menyerang hal-hal yang lebih kecil dari diri mereka sendiri. Tetapi, para piranha biasa menyerang objek-objek yang jauh lebih besar dari ukuran mereka,” tulis Roosevelt dalam buku Through the Wilderness Brasil tentang ekspedisinya, sebagaimana dilansir IFL Science.
“Gigi bermata pisau cukur berbentuk seperti gigi hiu, dan otot rahang yang memiliki kekuatan besar… Kepala dengan moncongnya yang pendek, matanya menatap dengan ganas, dan rahang bersenjatanya menganga kejam, adalah perwujudan dari kebengisan iblis; dan aksinya sama persis dengan penampakannya.”
Sayangnya, hampir semua tayangan piranha dalam film justru digambarkan sekeji itu. Jarang sekali muncul penjelasan lebih akurat bahwa sebetulnya piranha tidak sebrutal demikian. Ikan ini bahkan cenderung melepaskan gigitannya terhadap manusia.
Sebuah penelitian ilmiah pada tahun 2003 memaparkan sangat sedikit kasus manusia yang dimakan oleh piranha. Setidaknya, tiga di antara serangan piranha baru terjadi setelah orang tersebut meninggal karena sebab lain, seperti tenggelam atau gagal jantung. Penelitian ini menegaskan bahwa sebagian besar piranha lebih suka makan ikan atau bangkai yang membusuk, ketimbang manusia yang masih hidup.
Karena langkanya dokumentasi terhadap ikan ini, jarang diketahui bahwa serangan piranha biasanya hanya terdiri dari satu gigitan. Bahkan dalam sebagian besar kasus, manusia malah bisa leluasa berenang di sungai yang dipenuhi oleh piranha.
Meski terlihat menyeramkan, ikan piranha  bukan merupakan ikan yang agresif. Meskipun sempat dirumorkan menjadi ikan ganas yang suka menggigit manusia yang berenang di habitatnya, rumor tersebut dinyatakan sebagai mitos oleh sebagian besar peneliti yang mengamati perilaku ikan piranha

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles