28.4 C
Jakarta
Monday, February 26, 2024

Ternyata Ini Penemu Bunga Raflesia Arnoldii

Teman-teman pasti sudah mendengar tentang padma raksasa, kan? Padma raksasa itu adalah bunga Rafflesia arnoldii teman-teman.

Padma raksasa itu sangat dikenal dengan nama Rafflesia arnoldii. Ada 26 spesies lain Rafflesia di seluruh Asia Tenggara dengan ukuran yang besar seperti raksasa yang memiliki diameter sekitar satu meter, tapi ia merupakan tumbuhan parasit.

Rafflesia arnoldii tumbuh dan bersandar pada inang di jaringan merambat Tetrastigma dan tidak mampu berfotosintesis tetapi tumbuhan inang akan membantu bunga Rafflesia arnoldi untuk berfotosintesis.

Orang pertama kali yang menemukan Rafflesia adalah sesorang ilmuwan yang berasal dari prancis, yaitu Louis Auguste Deschamps telah meneliti selama 11 tahun di Indonesia. Saat itu, Louis Auguste Deschamps menemukan Rafflesia dengan jenis Rafflesia Patma pada tahun 1797.

Pada tahun 1954 dunia ilmiah pun baru mengetahui bahwa Louis Auguste Deschamps yang pertama kali menemukan Rafflesia. Thomas Stamford Raffles memang penemu pertama tetapi ia menemukan Rafflesia yang jenis lain yang dikenal dengan Rafflesia arnoldii.

Thomas Stamford Raffles pun menemukan ilmuwan lain bernama Joseph Arnold di Bengkulu tahun 1818. Maka dari itu, nama bunga tersebut adalah gabungan kedua ilmuwan yaitu Raffles sebagai nama genus dan arnoldii sebagai nama spesies. Sebelum Arnold meninggal saat berada di Bengkulu karena penyakit malaria.

Adapun bunga Rafflesia merupakan golongan tumbuhan parasit dari marga Rafflesiaceae. Tumbuhan ini menyerap nutrisi tanaman induk atau inangnya, yaitu Tetrastigma. Di tempat terbuka, Rafflesia arnoldii bisa tumbuh dengan diameter satu meter dan mekar beberapa hari.

Bunga Rafflesia arnoldii sendiri terdapat di Pulau Sumatera, Indonesia, salah satunya terdapat di Provinsi Bengkulu. Ada beberapa macam bunga Rafflesia yang ditemukan di Bengkulu yaitu:

gambar istimewa

Rafflesia arnoldii,

Rafflesia arnoldii merupakan tumbuhan parasit yang memiliki ukuran yang sangat besar bisa dikatakan bunga ini unik karena hanya berupa bunga mekar tanpa adanya daun, akar, dan tidak memiliki batang sama sakali. Tumbuhan ini juga memiliki jaringan yang mirip dengan fungsi akar yang haustarium.

Rafflesia Gadutensis Meijer

Rafflesia Gadutensis adalah jenis rafflesia dengan ukuran menengah mulai dari garis tengah yang diameternya berkisar antara 40-60 cm. Jenis tumbuhan ini ditemukan di Padang dan sekitarnya, dan pernah dijumpai di Ulu Gadut, Tahura Moh. Hatta, Kayu Taman, Bukit Tinggi, Solok, dan Batu Berjulang.

Rafflesia Hasselti Suringar

Rafflesia Hasselti Suringar ini dikenal Cendawan Muka Rimaui karena warnanya yang belang-belang seperti muka harimau. Bunga langka tak pernah berklorofil ini seolah lenyap dan punah. Pada tahun 2012, Rafflesia Hasselti Suringar kembali ditemukan di kawasan suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling, Riau.

Saat mekar, diameter bunga ini bisa mencapai 30-50 cm, cuping 11-13 cm, dan lebar 15-17 cm. Bintik dengan tonjolan berwarna merah tersebar pada seluruh bagian permukaan diafragma.

Rafflesia Bengkulunensis.

Rafflesia bengkuluensis adalah satu dari lima jenis bunga parasit Rafflesia yang ditemukan di hutan Air Penangkulan, Kabupaten Kaur, Bengkulu. Adapun empat jenis bunga parasit Rafflesia selain Rafflesia bengkuluensis yang tumbuh di hutan Air Penangkulan adalah Rafflesia arnoldii, Rafflesia hasselti, Rafflesia kemumu, dan Rafflesia gadutensis. Rafflesia bengkuluensis memiliki diameter 50-55 cm. Persebaran Rafflesia bengkuluensis terbatas di sekitar lembah Talang Tais, yang terletak di sebelah barat laut Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Jadi, Keempat jenis bunga Rafflesia tersebut hanya dibedakan berdasarkan ukuran, warna bunga dan perbedaan bercak pada kelopak bunganya saja loh teman-teman.

Bunga baru Rafflesia pada masa pertumbuhannya bisa mencapai 9 bulan, tetapi setelah mekar, ia akan menjadi layu dan mati. Tumbuhan parasit satu ini ditemukan di hutan pegunungan Jawa Barat, hutan, dataran rendah, pantai selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah, serta tropis-tropis di Sumatera.

Habitat Rafflesia arnoldii pun saat ini terancam punah banyak hutan yang digunakan untuk lahan pembangunan dan kebakaran hutan.

Jadi, itulah para penemu Rafflesia arnolddi dan jenis Rafflesia lainnya teman-teman.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles