27 C
Jakarta
Thursday, April 18, 2024

Benarkah Harga Mi Instan Bakal Naik Tiga Kali Lipat?

Baru-baru ini Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa harga mi bakal naik tiga kali lipat. Kenaikan harga mi insan itu dilatarbelakangi oleh mahalnya harga gandum akibat perang Rusia-Ukraina yang tak berkesudahan.

“Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini,” kata Syahrul, dilansir dari Kompas.com (9/8/2022).

Menurutnya, ketersediaan gandum di dunia tidak berkurang, hanya saja harganya akan sangat mahal karena mi instan membuat masalah pada rantai pasokan. Lalu, benarkah harga mi akan naik tiga kali lipat?

Dibantah Mendag

mie instan

Beda pendapat dengan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan justru memastikan bahwa harga mi instan tidak akan mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat. Namun, ia juga tidak memungkiri bahwa tren harga gandum tengah mengalami kenaikan.

“Mi instan tidak akan naik tiga kali karena gandum memang trennya naik, karena gagal panen di Australia yakni sekitar 67 juta ton gagal panen,” ujarnya, dilansir dari Antara.

Sebaliknya, Zulkifli memprediksi bahwa harga gandum akan mengalami penurunan pada September nanti. Pasalnya, kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu ke Rusia membawa dampak baik terhadap ketersediaan dan pasokan gandum di Indonesia. Pasar gandum menjadi bebas dan dibanjiri oleh Ukraina. Sementara itu, jika sejumlah negara pemasok gandum mengalami keberhasilan panen, maka harga gandum diprediksi turun.

“Jadi kalau tiga kali tidak lah, kalau ada kemarin naik sedikit iya. Sehingga, inflasi kita 4 persen, 5 persen jadi naiknya segitu, tapi cenderung September akan turun,” jelas Zulkifli.

Bukan komponen utama mi instan

mie instan

Kabar kenaikan harga mi instan hingga 3 kali lipat juga dibantah oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Franciscus Welirang. Franciscus menjelaskan, tepung terigu yang berasal dari gandum bukan menjadi satu-satunya komponen utama pembuatan mi instan. Oleh karena itu, apabila harga bahan pokok tersebut naik, hal itu tidak akan mempengaruhi harga mi instan secara signifikan.

“Mi instan itu kan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat,” tuturnya kepada Kompas.com (10/8/2022).

Sebagai perbandingan, Franciscus menggunakan fenomena ketika harga cabai naik tempo hari. Kenaikan harga cabai tersebut tidak serta merta membuat harga mi instan naik drastis. Padahal komponen tersebut juga ada di dalam satu kemasan mi instan. Begitupun saat harga minyak goreng naik.

Dia juga mengatakan hingga saat ini belum ada keluhan mengenai supply gandum.

“Jadi memang enggak begitu berdampaklah, “Masih aman-aman saja, masih lancar. Belum ada keluhan tuh sampai sekarang,” ungkap Franciscus.

Harga Mi Instan di Pasar Baru Bekasi

mie instan

Harga mi instan terus diisukan naik sampai tiga kali lipat. Isu kenaikan harga mi instan disinyalir sebagai imbas perang Rusia-Ukraina yang berkelanjutan. Isu yang berembus kencang membuat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi Tedi Hafni buka suara. Tedi mengeklaim bahwa hingga saat ini, harga mi instan di wilayahnya masih stabil dan berada dalam harga normal.

“Pasaran di Kota Bekasi, masih stabil, belum ada kenaikan signifikan, masih harga normal,” kata Tedi melalui sambungan telepon, Kamis (11/8/2022).

Menanggapi pernyataan tersebut, Kami mencoba melakukan penulusuran langsung ke Pasar Baru Kota Bekasi, Bekasi Timur, Kota Bekasi guna mencari tahu berapa harga mi instan di pasar tradisional. Salah satu pedagang warung kelontong di Pasar Baru, Sukron (18), menjelaskan bahwa mi instan di toko miliknya sudah mengalami kenaikan harga jual, bahkan sejak beberapa bulan yang lalu.

“Sudah naik semua sih harga mie instan, sudah sekitar dua bulan naiknya,” ungkap Sukron saat ditemui di Pasar Baru Kota Bekasi, Kamis. Sebelum terjadi kenaikan tersebut, ia mengaku bahwa harga mi instan perbungkus seharga Rp 2.500, sedangkan sekarang, ia menjual mi instan mulai Rp 3.000-Rp 3.500 tergantung merek.

“Rata-rata memang pembeli itu beli tiap dus, karena buat jualan. Kalau pembeli itu belinya 5-20 bungkus, itu dijualnya pakai harga satuan, kalau per dus, masih bisa nego,” tuturnya.

Meski mengalami kenaikan dan banyak yang mengeluh, namun minat masyarakat untuk membeli mi instan masih tinggi. “Kalau mengeluh, hampir semua (pembeli), apalagi yang beli para pemilik warkop. Tapi ya mau gimana, masyarakat tetap beli, semua juga sesuai harga jual,” jelasnya.

Meski tetap laku dijual, Bodas berharap agar harga mi instan dapat kembali turun, mengingat bahwa mi instan merupakan salah satu dagangan yang paling laku dijual.

Nah, itulah penjelasan tentang kebenaran dari harga mie instan yang naik tiga kali lipat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles