28.4 C
Jakarta
Monday, February 26, 2024

6 Burung Endemik yang Unik Asal Jepang

Kalau kamu mengira hanya negara tropis seperti Indonesia atau Brasil yang memiliki keanekaragaman spesies burung, kamu salah besar! Negara empat musim seperti Jepang pun mempunyai spesies burung yang bervariasi. Beberapa di antaranya endemik atau tidak ditemukan di belahan dunia yang lain. Penasaran dengan burung endemik yang hidup di Jepang? Simak artikel di bawah ini!

Pegar Tembaga

Ilustrasi dari burung Pegar tembaga

Nama internasionalnya adalah copper pheasant (Syrmaticus soemmerringii). Ini adalah burung pegar dengan bulu berwarna tembaga. Mereka memiliki sifat dimorfisme seksual yang kuat. Artinya, burung jantan dan betina mempunyai warna bulu yang berbeda.

Mereka tersebar di hutan di pegunungan Pulau Honshū, Kyūshū, dan Shikoku. Makanan kesukaannya ialah serangga, akar, daun, dan biji-bijian. Karena kehilangan habitat dan perburuan liar, statusnya di IUCN Red List adalah hampir terancam.

Burung Hantu Ryūkyū

Ilustrasi dari Burung hantu Ryūkyū

Burung hantu dengan nama latin Otus elegans ini termasuk dalam golongan scops owls. Istilah ini merujuk pada burung hantu dunia lama dari famili Strigidae dan genus otus. Bentuk Ryukyu Scops badan panjang 20 cm, kepala dan badan atas adalah kemerah-merahan, dengan serangga coklat dan putih gelap kumbang tanda kuning.

Plat muka coklat, diiringi dengan tompok hitam nipis. Bulu telinga kelompok berwarna perang kemerahan. Badan yang lebih rendah kuning kulit, dengan gelap jalur mendatar coklat dan garis bulu halus, bahagian atas dada juga mempunyai jenis lain yang tidak jelas tali pinggang coklat gelap.

Mereka menghuni Kepulauan Ryūkyū di selatan Jepang. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Ornithological Science tahun 2011, makanan utama bagi anakan burung hantu Ryūkyū adalah kecoak.

Burung Pelatuk Hijau Jepang

Ilujstrasi dari Burung pelatuk hijau Jepang

Burung pelatuk yang panjangnya sekitar 30 cm ini memiliki nama ilmiah Picus awokera. Penghuni Pulau Honshū dan Tanegashima ini suka membuat sarang di pohon bunga sakura.

Seperti burung pelatuk pada umumnya, mereka mematuk batang pohon untuk mencari serangga atau laba-laba. Selain itu, paruhnya digunakan untuk melubangi batang pohon dan membuat sarang, mengutip Takao 599 Museum.

Ryūkyū Minivet

Ilustrasi dari Ryūkyū minivet

Burung dengan nama latin Pericrocotus tegimae ini merupakan sebagian dari famili  Campephagidae. Seperti namanya, mereka menghuni Kepulauan Ryūkyū, tetapi pada tahun 1970-an menyebar ke Kyushu selatan dan pada tahun 2010-an ditemukan di Honshū barat dan Shikoku.

Mereka biasanya tinggal di perkebunan dan hutan cedar, terutama di ketinggian 0 hingga 1.700 meter dari permukaan laut. Menurut IUCN Red List, spesies ini memiliki risiko rendah atau least concern.

Bonin Mata Putih

Ilustrasi dari Burung Apalopteron familiare

Burung kicau kecil dengan nama latin Apalopteron familiare ini adalah endemik Kepulauan Bonin atau Kepulauan Ogasawara. Makanan utamanya adalah buah, terutama murbei, tetapi terkadang mengonsumsi serangga, biji-bijian, hingga reptil kecil.

Perannya penting bagi ekologi Kepulauan Bonin, sebab burung ini merupakan penyebar benih bagi tanaman asli. Sayangnya, statusnya di IUCN Red List adalah hampir terancam karena hutan tempat tinggalnya berubah menjadi pemukiman, pertanian, dan pariwisata. Selain itu, karena sering mencari makan di tanah, membuatnya rentan dimangsa kucing. Sarangnya juga sering diserbu tikus.

Okinawa Rail

Ilustrasi dari Burung Okinawa rail

Seperti namanya, burung dengan nama ilmiah Hypotaenidia okinawae ini merupakan endemik Pulau Okinawa. Termasuk dalam keluarga Rallidae, burung ini hampir tidak bisa terbang dan membuat sarang di tanah.

Makanan favoritnya adalah kadal, siput, dan belalang. Sedihnya, burung ini terancam punah karena populasinya menurun, kehilangan habitat, dan ancaman predator. Jumlahnya saat ini tidak sampai 1.000 ekor.

Nah, Inilah 6 Burung Endemik yang Unik Asal Jepang. Maka dari itu Negara empat musim seperti Jepang pun mempunyai spesies burung yang bervariasi. Banyak beberapa di antaranya endemik atau tidak ditemukan di belahan dunia yang lain.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles