26.7 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024

11 Orang di Kenya Tewas Dibunuh oleh Pencuri Ternak

Kepolisian Nasional Kenya, pada Minggu (25/9/2022), melaporkan 11 orang terbunuh di Turkana. Mereka yang tewas adalah delapan polisi, dua warga sipil, dan seorang kepala daerah. Sebelas orang itu tewas usai diserang milisi dari suku Pokot bersenjata yang menyerang desa dan mencuri ternak sapi.

Polisi Meningkatkan Keamanan

Kepolisian Kenya menyampaikan, serangan para penjahat itu sebagai penyergapan kriminal dan pengecut terhadap anggota masyarakat dan polisi yang tidak bersalah. Kepolisian telah mengindentifikasi penyerang yang disebut sebagai anggota kelompok etnis Pokot.

Untuk menangkap para penjahat, polisi mengerahkan petugas tambahan ke desa di Turkana Timur guna meningkatkan keamanan dan melanjutkan pengejaran para pelaku. Milisi dari anggota etnis Pokot juga dituduh bertanggung jawab dalam insiden pada bulan lalu di daerah yang sama.

Dalam peristiwa itu, setidaknya tujuh orang dibakar sampai mati saat terjadi penggerebekan. Jeremiah Lomorukai, pemimpin di Turkana, mengatakan insiden kekerasan yang terus terjadi membuat penduduk setempat lelah dengan duka kematian dari anggota keluarga mereka.

Peristiwa Pencurian Ternak di Kenya yang Menewaskan Orang

Tindakan para penjahat yang mencuri ternak dan menewaskan orang di Kenya sudah pernah terjadi sebelumnya. Setidaknya 12 orang, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam dua serangan di Kenya utara pada Agustus 3 tahun lalu.

Serangan itu dilakukan oleh pencuri ternak yang diduga berasal dari kelompok etnis Borana. Dalam sebuah peristiwa pencurian ternak pada November 2012, lebih dari 40 polisi tewas saat berusaha menangkap pencuri ternak di Baragoi, sebuah distrik terpencil di wilayah utara Kenya yang gersang.

Bentrokan Terkait Ternak dan Air Sering Terjadi di Kenya

Di Kenya bentrokan yang terkait hewan ternak dan air sering terjadi, terutama di wilayah utara negara itu, yang menghadapi iklim yang memburuk. Kenya merupakan salah satu negara yang paling terpukul dalam salah satu kekeringan paling parah yang pernah dialami Afrika Timur selama empat dekade.

Negara itu telah mengalami empat musim hujan yang gagal dan membuat hewan ternak mati dan tanaman tidak dapat tumbuh. Program Pangan Dunia PBB menyampaikan orang-orang di Afrika Timur membutuhkan bantuan makanan dan air. Organisasi itu menyampaikan ada 20 juta orang di wilayah itu yang berisiko mengalami kelaparan parah.

Nah, itulah penjelasan mengenai 11 orang yang terbunuh di Turkana. Mereka yang tewas adalah delapan polisi, dua warga sipil, dan seorang kepala daerah. Sebelas orang itu tewas usai diserang milisi dari suku Pokot bersenjata yang menyerang desa dan mencuri ternak sapi.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles