34 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024

5 Film yang Serupa Dengan Miracle in Cell No.7

Pidana mati adalah bentuk hukuman terberat yang diberikan pada seseorang yang melakukan kejahatan berat, salah satunya seperti pembunuhan yang mengorbankan satu atau banyak nyawa. Beberapa negara sepakat menghentikan hukuman mati sebagai bagian dari pertimbangan akan hak asasi manusia. Namun, tidak sedikit yang masih dalam mempertahankannya.

Meski sejumlah pihak menganggapnya sepadan dengan kejahatan yang dilakukan, ternyata tak sedikit dampak psikologi yang hadir sebagai akibat hukuman tersebut. Apalagi, bila ternyata sang tertuduh ternyata bukan pelaku sebenarnya.

Hal itu tergambarkan dengan apik di film Miracle in Cell No.7 yang belakangan versi Indonesia juga mencuri perhatian. Tak hanya Miracle in Cell No. 7, ternyata masih banyak sinema serupa lain yang juga menjegal isu ini, bahkan mengkritiknya. ada 5 Film yang Serupa Dengan Miracle in Cell No.7. Marilah simak artikel di bawah ini!

A Short Film About Killing (1988)

Ilustrasi film A Short Film About Killing (1988) 

A Short Film About Killing mungkin akan mengingatkanmu pada novel Crime and Punishment milik Fyodor Dostoevsky. Ia menjelajah pertentangan moral yang harus dihadapi seorang pengacara yang ditunjuk mewakili seorang pembunuh brutal.

Film asal Polandia yang disutradarai Krzysztof Kieslowski ini dirilis pada momen yang tepat. Setahun sebelumnya, pada 1987 Polandia memberlakukan penghentian sementara eksekusi mati pada para tahanan.

Hal menarik lainnya dalah keputusan Kieslowski mengemas film tersebut dengan color grading yang hijau dan sepia. Ditambah latar Kota Warsawa yang suram dan masih berhiaskan apartemen-apartemen ala Soviet, menandakan ciri khas negara-negara Eropa Timur menjelang kejatuhan hegemoni komunis.

The Green Mile (1999)

Ilustrasi The Green Mile (1999) 

Banyak yang setuju kalau The Green Mile dimasukkan dalam salah satu film Hollywood terbaik yang pernah dibuat. Dibintangi Tom Hanks dan Michael Clarke Duncan, The Green Mile mengisahkan pertemuan seorang sipir dengan terpidana mati yang memiliki talenta spesial.

Ketika sang terpidana menyelamatkannya, sang sipir berkomitmen sekuat tenaga membantunya lolos dari hukuman mati. Ide brilian sutradara Frank Darabont ini mengantarkannya menyabet nominasi Film Terbaik pada gelaran Academy Awards. Ia mengulang sukses Shawshank Redemption yang dirilisnya empat tahun sebelumnya.

Difret (2015)

Ilustrasi film Difret (2015)

Berlatarkan Ethiopia, Difret mengekor perjalanan seorang pengaraca pemerintah yang ditunjuk mewakili seorang remaja perempuan yang terbukti melakukan pembunuhan. Sesuai hukum yang berlaku, sang remaja terancam hukuman maksimal yaitu pidana mati.

Belakangan baru ia tahu kalau sang bocah membunuh seorang pria yang menculiknya sebagai bagian dari praktik bride kidnapping yang masih membudaya di beberapa negara. Difret berhasil tayang pada gelaran Berlin Film Festival dan menyabet penghargaan sebagai film terbaik versi penonton.

Just Mercy (2019)

Ilustrasi Just Mercy (2019)

Just Mercy mengikuti sudut pandang seorang pengacara pemerintah bernama Bryan yang ditunjuk mewakili beberapa terpidana. Salah satunya Water McMillian, pria kulit hitam yang dituduh melakukan pembunuhan pada seorang gadis remaja pada tahun 1987.

Ketika Bryan datang, ia sedang menunggu giliran eksekusi matinya yang tinggal beberapa bulan. Semakin diulik, Bryan yakin bahwa Walter tidak bersalah dan harus berjibaku dengan waktu untuk membersihkan namanya serta menyelamatkannya dari vonis mati. Ini adalah salah satu penampilan terbaik aktor Michael B. Jordan sepanjang kariernya.

Clemency (2019)

Ilustrasi Clemency (2019)

Dilepas pada tahun yang sama dengan Just Mercy, film yang dibintangi Alfree Woodard berikut membahas dampak psikis dari hukuman mati. Tak cuma bagi terpidana dan keluarganya, tetapi juga petugas yang terlibat dalam prosesnya.

Clemency digarap Chinonye Chukwu melalui rentetan riset dan wawancara yang ia lakukan di negara-negara bagian di Amerika Serikat yang masih memberlakukan hukuman mati. Sebuah film yang mengajak penontonnya merenung bahkan setelah durasinya usai. Film ini tayang perdana di Sundance Film Festival dan merebut Grand Jury Prize.

Nah, Inilah pembahasan tentang 5 Film yang Serupa Dengan Miracle in Cell No.7. Maka dari itu Beberapa negara sepakat menghentikan hukuman mati sebagai bagian dari pertimbangan akan hak asasi manusia. Namun, tidak sedikit yang masih mempertahankannya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles