29.5 C
Jakarta
Thursday, July 18, 2024

Botol Parfum Romawi Kuno

Botol parfum yang terawat sangat baik di sebuah pemakaman mengungkapkan seperti apa aroma orang-orang pada masa Romawi kuno.

Dikutip dari Science News, botol yang berusia 2.000 tahun itu berisi beberapa bahan pengharum, salah satunya adalah nilam yang mempunyai aroma khas.

Aroma itu diketahui dari analisis kimiawi. Menurut penelitian, aroma tersebut hingga kini masih menjadi bahan pokok pembuatan parfum modern.

Esens nilam itu berada dalam labu kuarsa (artefak botol kaca) yang berasal dari zaman kuno dan ditemukan pada tahun 2019 lalu di pemakaman Romawi yang saat ini menjadi Kota Carmona, Spanyol.

Dulunya, wilayah tersebut merupakan permukiman Romawi yang penting.

Ditemukan di Makam Wanita Berusia 40 Tahun

Ilustrasi Makam Wanita Berusia 40 Tahun

Ahli kimia dari Universitas Cordoba, José Rafael Ruiz Arrebola mengatakan, timnya menemukan sebuah wadah timah berbentuk telur yang di dalamnya berisi guci kaca. Dalam guci itu, mereka menemukan labu kuarsa dan sisa-sisa kremasi seorang wanita berusia sekitar 40 tahun.

Kremasi merupakan bentuk penguburan yang umum dilakukan pada saat itu. Dan orang Romawi yang kaya, akan membeli berbagai perlengkapan berupa barang-barang tertentu untuk menemani ruh ke alam baka.

Labu kuarsa atau botol kaca yang ada merupakan benda mewah pada zamannya, karena sangat keras dan susah dibentuk, dengan dihiasi detail yang sangat indah. Hal ini membuat botol parfum itu menjadi temuan langka di situs pemakaman kuno di Carmona tersebut.

Terlebih, botolnya dalam keadaan tertutup rapat saat ditemukan sehingga isinya masih utuh dan bisa diteliti. Bagian atas botol berupa dolomit (sejenis mineral) yang ditutupi zat gelap seperti tar. Menurut analisis kimiawi, zat tersebut diidentifikasi sebagai aspal. Di dalamnya, terdapat sebuah massa padat yang merupakan isi asli botol yang diawetkan.

Hanya digunakan orang kelas atas

Ditemukannya Parfum Romawi Kuno

Penemuan ini tidak menggambarkan bahwa seluruh Kekaisaran Romawi menggunakan parfum beraroma nilam. Apalagi aroma parfum itu dibuat dari ekstrasi bahan eksotis yang kemungkinan besar diimpor dari tempat lain dan dikemas dalam toples mahal untuk pemilik kaya.

“Pada saat itu, parfum disediakan untuk masyarakat kelas atas,” kata Ruiz Arrebola. Namun, dia belum mengetahui apakah parfum ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari atau hanya dalam kegiatan spiritual atau penguburan.

Apalagi penemuan botol parfum yang belum dibuka di dalam guci penguburan menunjukkan tidak dimaksudkan untuk dipajang di depan umum.

“Jadi, aroma parfum nilam mungkin terkait dengan kegiatan pemakaman, bukan untuk aktivitas sehari-hari,” kata sejarawan Jordi Perez Gonzalez dari Universitas Girona di Spanyol.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
27,000SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles