34 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024

Tak Disetujui Barat, Perusahaan Cina dan Rusia Tanda Tangani Kontrak Bisnis

Perusahaan Cina dan Rusia menandatangani serangkaian perjanjian kerja sama di berbagai sektor mulai dari manufaktur dan logistik hingga e-commerce dan pertanian, media pemerintah Cina melaporkan, Senin, 23 Oktober 2023. Kerja sama ini bersamaan dengan digelarnya konferensi regional di Cina timur laut.

Konferensi di Shenyang, ibu kota provinsi Liaoning, merupakan kelanjutan dari pertemuan pekan lalu di Beijing antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping. Pejabat pemerintah daerah Rusia, perwakilan bisnis serta hampir 800 perusahaan Cina yang berharap dapat memasuki pasar Rusia menghadiri konferensi tersebut.

Tiongkok telah berusaha meningkatkan konektivitas lintas batas dengan Rusia dan kerja sama ekonomi yang lebih mendalam meskipun ada ketidaksetujuan dari Barat setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina tahun lalu.

Wilayah timur laut Cina, yang terdiri dari provinsi Liaoning, Heilongjiang dan Jilin – mendapatkan signifikansi strategis baru sebagai zona perdagangan bilateral.

Pada Januari hingga September 2023, 40 perusahaan Rusia mendirikan bisnis di Liaoning, demikian laporan stasiun televisi nasional Cina.

Ekspor Liaoning ke Rusia melonjak 82,3% dalam sembilan bulan pertama dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 42,64 miliar yuan (hampir Rp93 triliun).

Pada Maret 2023, pusat kargo baru untuk kereta barang Tiongkok-Eropa dioperasikan di Shenyang, dengan sebuah kereta yang membawa 55 kontainer berangkat ke Rusia menandai peresmian pusat tersebut.

Pada bulan Mei, bea cukai Cina mengatakan provinsi Jilin akan dapat menggunakan Vladivostok, pelabuhan terbesar di Timur Jauh Rusia, untuk mengirimkan barang ke Zhoushan dan Jiaxing di provinsi Zhejiang di Cina timur mulai bulan Juni, sehingga memangkas biaya dan waktu transportasi untuk barang-barang tersebut. Kargo Jilin menuju Cina bagian timur.

Heilongjiang juga harus menjadi pintu gerbang “penting” bagi keterbukaan Cina di wilayah utara, kata Xi pada bulan September, dengan mengatakan bahwa provinsi tersebut harus memainkan peran aktif dalam menjaga pertahanan nasional, pangan, dan keamanan energi.

Pada September, perdagangan bilateral antara Rusia dan Tiongkok melonjak menjadi $21,18 miliar, tertinggi sejak Februari 2022 ketika Rusia memulai perang di Ukraina, menurut data Administrasi Umum Bea Cukai Tiongkok awal bulan ini.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles