29.3 C
Jakarta
Saturday, August 13, 2022

Aksi Saling Serang Kembali Terjadi di Nagorno-Karabakh

Azerbaijan pada Rabu (4/8) mengumumkan telah menghancurkan serangan artileri berasal dari Armenia, di dekat daerah kantong Nagorno-Karabakh yang disengketakan. Terjadinya serangan ini secara langsung mendorong seruan internasional untuk mengakhiri pertempuran di wilayah yang telah menjadi titik pecahnya bentrokan. Titik pecahnya bentrokan tersebut diantara kedua negara itu selama 30 tahun.

Nagorno-Karabakh merupakan wilayah yang berada di bagian selatan Kaukasus, tepatnya 270 kilometer sebelah barat dari Baku, ibu kota Azerbaijan. Wilayah ini dihuni oleh mayoritas etnik Azerbaijan, dan dikuasai oleh militer Azerbaijan.

Azerbaijan dapat dukungan Armenia

Seorang prajurit Tentara Pertahanan Karabakh menembakkan artileri ke posisi Azeri selama pertempuran di wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri, (28/9/20) (sumber: Handout)

Namun wilayah ini memisahkan diri dari Azerbaijan dengan dukungan Armenia usai terjadinya konflik etnis berdarah pasca-Soviet pada awal 1990-an. Kemudian, pada 2020 Azerbaijan berhasil memenangkan kembali sebagian wilayah di Nagorno-Karabakh yang dikuasai oleh separatis.

Di bawah ketentuan gencatan senjata berikutnya, pasukan penjaga perdamaian Rusia pun dikerahkan untuk melindungi sisa wilayah Nagorno-Karabakh yang dikuasai separatis.

Pelanggaran perjanjian gencatan senjata

pelanggaran perjanjian gencatan senjata

 

Tentara Azerbaijan telah melancarkan operasi militer terhadap milisi etnis Armenia di Nagorno-Karabakh yang berusaha untuk membangun posisi tempur baru di wilayah sengketa tersebut, demikian diklaim kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (3/8/2022).

Menurut kementerian tersebut, operasi itu diluncurkan setelah milisi melanggar perjanjian gencatan senjata antara Yerevan dan Baku, yang dimediasi oleh Moskow pada 2020. Baku sebelumnya menuduh milisi Armenia menyerang posisi Azerbaijan di wilayah tersebut dan mengonfirmasi kematian setidaknya satu tentara.

Namun, baik dari pihak Azerbaijan dan Armenia saling tuduh satu sama lain atas terjadinya pelanggaran. Dan, kekerasan yang telah berkobar dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengatakan, Armenia telah melanggar gencatan senjata dengan melakukan tindakan sabotase yang menewaskan satu tentara. Selain itu, Baku mengatakan pasukannya telah memukul mundur upaya Armenia untuk merebut sebuah bukit di daerah yang dikendalikan oleh pasukan penjaga perdamaian Rusia.

Baca Juga :  Krisis Ekonomi Terburuk di Sri Lanka Menandai 100 Hari Protes

Pihak Kementerian Pertahanan Azerbaijan menuntut semua pasukan Armenia

ilustrasi Pihak Kementerian Pertahanan Azerbaijan menuntut semua pasukan Armenia

Pihak azerbaijan yang bertempur untuk formasi bersenjata ilegal Armenia terbunuh dan terluka. Pihaknya juga menuntut semua pasukan Armenia untuk menarik diri dari daerah tersebut, seraya mengancam adanya tindakan balasan yang besar menunggu jika diperlukan.

Kementerian Luar Negeri Armenia mengatakan, justru Azerbaijan yang telah melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan di daerah-daerah yang dikendalikan oleh pasukan penjaga perdamaian Rusia.

Dalam sebuah pernyataan, Yerevan mengatakan pihaknya meminta bantuan dari komunitas internasional agar dapat menghentikan perilaku dan tindakan agresif Azerbaijan. Permintaan ini pun didengar oleh Uni Eropa.

“Uni Eropa menyerukan agar permusuhan segera diakhiri dan kedua belah pihak harus menghormati gencatan senjata,” tegas Ketua Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.

Selain itu, Washington juga turut buka suara dan mengatakan pihaknya telah memantau perkembangan di wilayah berkonflik tersebut.

“Amerika Serikat (AS) sangat prihatin dan mengikuti dengan seksama laporan-laporan pertempuran intensif di sekitar Nagorno-Karabakh, termasuk korban jiwa dan hilangnya nyawa,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Ned Price.

Kementerian Pertahanan Armenia mengkonfirmasi kematian dalam serangan oleh Azerbaijan

Ilustrasi Kementerian Pertahanan Armenia mengkonfirmasi kematian dalam serangan oleh Azerbaijan

Kementerian Pertahanan Armenia mengkonfirmasi kematian setidaknya dua tentara dalam serangan oleh Azerbaijan, menambahkan bahwa 14 prajurit lainnya telah terluka. Sekretaris Dewan Keamanan Armenia, Armen Grigoryan mengatakan bahwa Baku ingin Armenia berhenti menggunakan apa yang disebut Koridor Lachin pada Rabu. Jalur pegunungan yang menghubungkannya dengan wilayah sengketa Nagorno-Karabakh, dan memilih rute lain.

Grigoryan mengecam tuntutan tersebut sebagai pelanggaran perjanjian 2020. Pasukan penjaga perdamaian Rusia yang ditempatkan di wilayah tersebut melaporkan ada tiga pelanggaran gencatan senjata oleh pasukan Azerbaijan. Bahkan, Grigoryan juga mengatakan bahwa ini mengakibatkan setidaknya satu anggota milisi lokal terluka.

Baca Juga :  Paus Fransiskus Dikabarkan akan Mengundurkan Diri

Pasukan penjaga perdamaian mengambil upaya untuk menyelesaikan situasi dengan bekerja sama dengan pihak Azerbaijan dan Armenia, kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Nah, itulah penjelasan tentang Armenia dan Azerbaijan yang kembali melakukan aksi saling serang di Nagorno-Karabakh.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
8,430SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles