26.1 C
Jakarta
Friday, June 14, 2024

Seorang Anggota Paspampres Pukul Sopir Truk, Buat Gibran Tak Terima

Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di kasan Manahan, Kota Solo, Jawa Tengah, viral di media sosial. Cerita tersebut diunggah pertama kali oleh pengguna akun Twitter @txtdrberseragam. Terdapat pesan yang dikirim kepada akun tersebut yang diduga dari anak korban kekerasan Paspampres.

“Izin cerita kejadian yang menimpa ayah saya min, kejadian selasa 9 Agustus 2022 di lampu merah pertigaan Manahan Solo. Ayah saya mengemudikan truk di belakang bis dan rombongan motor, karna lampu sudah hijau. Lalu, tiba2 ada mobil Paspampres yang nyelonong melanggar lampu merah dari arah samping. Bis di depan sudah lewat duluan, rombongan motor mengklakson mobil tersebut tapi mobilnya tetep nekat. Akhirnya, malah kena bagian bak samping truk ayah saya,” tulis pesan itu, pada Jumat (12/8/2022).

Setelahnya, penulis menceritakan bahwa ayahnya selaku pengendara truk menepi. Namun, tiga orang yang diduga Paspampres disebutnya langsung memukul ayah dari si penulis pesan. Ayah penulis kemudian diminta mengganti rugi oleh orang yang diduga Paspampres tersebut. Kemudian SIM yang bersangkutan diminta.

“Karna merasa tertabrak dan ada kerusakan, ayah saya menepi lalu berhenti. Mobil Paspampres lalu berhenti, kaca depan mobilnya rusak. Pas ayah saya turun, ada 3 orang dengan seragam dinasnya dari mobil tersebut yang turun lalu langsung memukul ayah saya tanpa bilang apa-apa. 2 kernet ayah saya juga ikut dipukul,” tulisnya.

“Lalu mereka baru mau ngomong, minta ganti rugi. ayah saya bilang “pak, kalau saya salah saya minta maaf, sekarang bapak mau nahan apa saya kasih”. Saat bicara pun ayah saya juga masih mendapat kekerasan fisik, akhirnya SIM ayah saya diminta oleh anggota Paspampers tersebut,” tambahnya.

Saat ini unggahan tersebut sudah dihapus oleh pemilik akun. Dugaan pemukulan yang dilakukan anggota Paspampres ke seorang sopir truk dan dua kernetnya terjadi di lampu merah pertigaan Manahan, Kota Solo pada Selasa (9/8/2022).

Anggota Paspampres Temui Gibran dan Meminta Maaf

Anggota Paspampres pelaku pemukulan terhadap sopir truk saat memberikan keterangan kepada wartawan di Balai Kota Solo, Jumat (12/8/2022). (Sumber:Tribunnews.com)

Setelah unggahan tersebut viral, anggota Paspampres yang belakangan ini diketahui bernama Hari Misbah menemui putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Solo pada Jumat (1/8/2022) sekitar pukul 10.43 WIB.

Di pertemuan tersebut juga hadir korban yakni pria yang berprofesi sebagai sopir truk. Pertemuan tertutup itu dilakukan hingga pukul 11.09 WIB. Usai pertemuan, Hari Misbah anggota Paspampres mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf kepada korban. Hari adalah anggota Tim Advance yang bertugas di Kota Solo, Jawa Tengah.

“Saya mengakui, saya salah saya minta maaf atas kesalahan saya dan tidak akan mengulangi kesalahan saya. Saya mohon maaf dan minta maaf kepada Bapak yang saya pukul beserta dengan keluarganya mohon maaf, karena perbuatan saya mungkin menyakiti hati dan keluarganya. Kepada warga Solo semuanya saya minta maaf, terima kasih.” kata Misbah di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/8/2022).

Hari menuturkan kejadian tersebut murni kesalahannya. Dia kemudian membenarkan bahwa pada saat kejadian yakni di kawasan Manahan memang lampu merah telah menyala. Hanya saja, mobil yang berisi Paspampres itu memaksa untuk tetap maju.

Penerobosan lampu merah itu pun ditanyakan oleh awak media. Terutama terkait apakah dirinya sedang bertugas mengawal. Ternyata saat kejadian, dirinya tidak sedang bertugas mengawal dan tidak ada kegiatan yang urgent atau mendesak.

“Tidak (tugas), tidak (urgent),” kata dia.

Sedangkan alasannya melempar bogem mentah kepada sopir truk juga diakui Hari murni kekhilafan dari dirinya. Adapun terkait penyitaan SIM sopir truk, Hari menyebut itu adalah permintaan dari pihak rental mobil yang digunakan Paspampres.

Pihak rental sendiri juga turut serta dalam kendaraan itu selaku sopir. Lebih lanjut, Hari mengaku sudah bertemu dengan sopir truk yang dipukulnya. Dia bertemu untuk mengembalikan SIM serta mengganti rugi.

Gibran Tetap Tak Terima

Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka geram melihat warganya yakni sopir truk di pukuli oleh oknum Paspampres. (Sumber:Dok.bengawannews.com)

Sementara itu Gibran mengaku masih tak terima anggota Paspampres memukul sopir truk yang ada di Solo.

“Bagi saya belum selesai. Mereka minta maafnya karena beritanya viral. Kalau tidak viral mereka tak mungkin meminta maaf,” tegas Gibran saat di Balai Kota Solo, Jumat (12/8/2022).

Gibran menegaskan akan melindungi warganya yang benar dan tidak melakukan kesalahan, walaupun pelakunya itu dari seorang anggota Paspampres.

“Tanggung jawab saya melindungi warga saya yang dipukul,” ungkap Gibran.

“Ya lihat saja nanti ya. Saya tak terima warga saya digituin. Dia tidak bersalah kok. Paspampresnya juga dalam posisi tidak mengawal siapa-siapa.” lanjutnya.

Terkait sanksi yang dijatuhkan kepada Hari, Gibran menyerahkannya ke Komandan Paspampres, Marsekal Pertama TNI Wahyu Hidayat Sudjatmiko.

“Tidak ada harapan. (Rekomendasi sanksi) Itu urusannya komandan,” jelas dia.

Wali Kota Solo itu juga mengaku sudah memiliki CCTV yang membuktikan jika sopir truk yang dipukul oleh Hari itu tidak salah.

“CCTV sudah saya pegang juga. Jelas banget kejadiannya. Kasar banget. Sudah saya pegang videonya. Kejadiannya juga di dekat rumah saya. Bayang no (bayangkan saja). Aku isin (malu) banget. Tugasku melindungi warga,” ujarnya.

Sopir truk yang dipukul Hari terlihat sangat ketakutan saat datang di pertemuan tertutup. Namun ia mengaku akan menjaga dan memberikan perlindungan kepada korban.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles