25 C
Jakarta
Saturday, February 4, 2023

Harga Mi Instan Diyakini Tak Akan Naik, Bahkan Harga Gandum Akan Turun

Isu kenaikan harga mi instan baru-baru ini ramai diperbincangkan di Tanah Air. Isu itu muncul bukan tanpa alasan, pasalnya gandum yang menjadi salah satu bahan baku mi instan mengalami kenaikan harga di pasar global. Kenaikan tersebut lantaran perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina, di mana Ukraina merupakan salah satu negara eksportir gandum untuk Indonesia.

Terkait hal tersebut, banyak pihak yang melontarkan pandangannya. Ada yang membenarkan bahwa harga gandum akan naik dan berdampak pada harga jual mi instan. Namun, tak sedikit juga yang melihat hal sebaliknya, yakni, harga gandum sudah terkendali dan tidak ada ancaman harga mi instan naik hingga 3 kali lipat. Salah satunya disampaikan oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas.

Mendag dan bos Indofood sampaikan harga mi instan tak akan naik hingga 3x lipat

mie instan

Dokumentasi Kementerian PerdaganganMenteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat rapat kerja perdananya dengan Komisi VI DPR RI, memperkenalkan Minyak Goreng Kita yang akan diluncurkan esok hari (6/7/2022).Alasan mengapa Zulhas menyampaikan hal ini, karena keberhasilan panen di sejumlah negara penghasil gandum.

“Enggak (naik 3 kali lipat), mudah-mudahan nanti kan (harga akan stabil), ini sudah (melimpah suplai gandum di Indonesia),” kata Zulhas dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/8/2022).

Melimpahnya suplai gandum di Indonesia itu akibat keberhasilan panen sejumlah negara penghasil gandum yang menjadi negara asal impor gandum Indonesia.

Harga gandum akan turun pada September 2022

mie instan

Alasan mengapa Zulhas menyampaikan hal ini, karena keberhasilan panen di sejumlah negara penghasil gandum.

“Enggak (naik 3 kali lipat), mudah-mudahan nanti kan (harga akan stabil), ini sudah (melimpah suplai gandum di Indonesia), Dulu kan gagal panennya seperti Australia, Kanada, Amerika ya, sekarang panennya sukses. Apalagi sekarang Ukraina sudah boleh jual (gandum),” kata Zulhas dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/8/2022).

Baca Juga :  Resep Olahan Biji Nangka, Dijamin Enaaakk!

Melimpahnya suplai gandum di Indonesia itu akibat keberhasilan panen sejumlah negara penghasil gandum yang menjadi negara asal impor gandum Indonesia. Bahkan Zulhas memprediksi harga gandum secara global akan turun pada September 2022.

“Mungkin September (2022) trend-nya akan turun, karena Ukraina sekarang sudah mulai jual, Amerika sekarang sukses (berhasil panen),” papar dia.

Bos Indofood bantahan harga mi instan akan naik 3x lipat

mie instan

Hal senada juga diutarakan oleh Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk, Franciscus Welirang. Ia membantah kabar harga mi instan akan naik 3 kali lipat akibat efek domino perang Rusia-Ukraina.

Menurutnya, bahan baku pembuatan mi instan tidak hanya terdiri dari komponen tepung terigu saja. Oleh karenanya, pihaknya mengatakan kenaikan harga gandum tidak akan membuat harga mi instan naik 3 kali lipat.

“Mi instan itu kan bukan hanya terigu, komponen terigunya juga tidak besar-besar amat,” ujarnya, dikutip dari Kompas.com Rabu (10/8/2022).

Ia mencontohkan kenaikan harga sejumlah komoditas yang tidak berpengaruh pada harga jual mi instan produksinya.

“Coba cabai kemarin naik tinggi, emang harga mi ikut naik? Padahal kan ada cabai dalam proses pembuatannya. Terus pas harga minyak goreng naik, mi emang naik kan tidak. Jadi memang enggak begitu berdampaklah,” kata dia.

Sebagai Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo), Franciscus menyebut sejauh ini belum ada anggota organisasi itu yang mengeluhkan tersendatnya distribusi gandum.

“Masih aman-aman saja, masih lancar. Belum ada keluhan tuh sampai sekarang,” kata dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, Ukraina menjadi negara importir gandum terbesar Indonesia, yakni sebesar 2,9 juta ton. Di bawahnya adalah Argentina dengan 2,6 juta ton dan Kanada dengan 2,3 ton. Sementara total impor gandum Indonesia di tahun itu adalah 10,3 juta ton.

Baca Juga :  Penyebab Kebakaran Gudang JNE Cimanggis Diduga gegara Korsleting Listrik

Nah, jadi itulah penjelasan tentang isu dan bantahan dari mendag indofood soal harga mie instan yang naik 3 kali lipat.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles