29.2 C
Jakarta
Thursday, February 9, 2023

Ada Banyak Universitas Kelas Dunia Untuk Kemajuan Kota dan Negara

Duahari lagi, Hari Kemerdekaan Indonesia ke-77 akan bersama kita peringati. Dalam bidang yang penulis geluti yakni teknologi edukasi (Education Technology/EdTech). Refleksi hari jadi negeri kita tercinta ini terkait korelasi kota, negara dan pendidikan tinggi.

Dalam dunia kontemporer mutakhir. Siapapun secara kasat mata akan bisa mudah mengidentifikasi mana sebuah kota maju, median, atau belum maju. sidang pembaca, di setiap kota maju di dunia, yang level kotanya merupakan kota metropolitan, selalu ada universitas unggul kelas dunia (world class university/WCU).

Kriterianya mencakup reputasi akademik, reputasi dosen, ratio fakultas dengan mahasiswa, sitasi per fakultas, dan rasio fakultas kelas internasional dengan mahasiswa. Kita ambil contoh dari Beijing. Yang menjadi lokomotif ekonomi dari negara tersebut untuk berada pada dua besar ekonomi dunia setelah Amerika Serikat.

Sebuah kawasan bisnis teknologi terdepan dan terkemuka di dunia sejak lama hingga sekarang, tempat bercokolnya kantor pusat gigan teknologi mulai dari Apple, Google, Youtube, Cisco, eBay, Intel, dan seterusnya.

Banyak pakar meyakini kemajuan kota-kawasan tersebut terutama didorong kehadiran WCU di sekitarnya. Yakni Stanford University, California Institute of Technology, University of San Franscisco, Santa Clara University, San Jose University, San Franscisco State University, dan banyak lagi.

Riset QS World University Rangking tahun 2022 menyebutkan, Indonesia hanya memiliki 16 dari total 4.593 WCU di seluruh dunia, itupun rankingnya di atas 500 dan rerata hanya kampus-kampus di Pulau Jawa.

Segelintir luar Pulau Jawa adalah Universitas Andalas di Kota Padang, Universitas Hasanuddin di Kota Makassar dan Univeritas Sumatera Utara di Kota Medan.

Strategi memperbanyak WCU

Gimana Strategi memperbanyak WCU

Lantas, pertanyaan yang wajar muncul Bagaimana memperbanyak WCU khususnya di seluruh kota besar dan umumnya seluruh kota di Indonesia? Penulis akan menuangkan dalam dua poin.

Baca Juga :  Viral, Beras Bansos yang Dikubur di Depok Mencapai 3,4 Ton

Pertama, hadirkan transformasi kebutuhan kekinian lulusan perguruan tinggi. Tren ini lahir selain karena menyeruaknya gaya hidup digital agar bisa tumbuh dari perubahan kebutuhan pola belajar serta output lulusan perguruan tinggi.

Kita bahas dulu dari perubahan. Yang mana masyarakat dan industri menuntut mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, kelas kolaboratif dan partisipatif, adanya praktisi mengajar di dalam kampus.

Selain itu, dosen berkegiatan di luar kampus, program studi berstandar internasional serta bekerjasama dengan mitra kelas dunia. Serta hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan mendapat rekognisi internasional. Ujung dari ini semua adalah output lulusan mendapat pekerjaan yang layak.

Perubahan ini sendiri otomatis akan memberi tantangan tersendiri bagi kampus. Yakni adanya kemudahan monitoring perguruan tinggi terkait pola dan output tadi. Untuk mendorong perguruan tinggi meningkatkan kinerja sekaligus kualitasnya guna mencapai perubahan tuntutan tersebut.

Kedua, menjawab transformasi kebutuhan dengan menghadirkan education megashift yang umumnya berbasis pembelajaran digital. Apa saja yang di dalamnya ada kelas hibrid (online dan offline) akan menjadi permanen, kelas-kelas akan makin inklusif dan kecil, sertifikasi online dan offline akan marak.

Kemudian kurikulum pendekatan digital adalah kunci sukses, gamification diperlukan, kolaborasi global dan lokal. Pembelajaran mandiri bermekaran, dan universitas global hadir di mana-mana.

Education megashift ini prinsipnya adalah payung besar dari tren global digital learning dan educational tech (Global EdTech) yang terus berdenyut. Terutama setelah pandemi Corona menerjang dunia sejak awal 2020 lalu.

Dua cara ini sudah teruji di banyak kota sekaligus pada sejumlah WCU dalam menciptakan perubahan riil. Baik di kota yang akhirnya merembet ke negara tersebut.

Nah, Itulah Unversitas Kelas Dunia yang untuk memajukan kota dan negara.

Baca Juga :  4 Fakta OTT KPK Bupati Pemalang

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles