29.2 C
Jakarta
Thursday, February 9, 2023

Asal Usul Jejak Perkampungan Islam Timur Tengah di Nusantara

Islam adalah salah satu agama besar yang banyak dianut oleh rakyat Indonesia. Islam kali pertama masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dengan dibawa oleh para pedagang Arab. Selain berdagang, misi lain dari para pendatang ini adalah memperkenalkan ajaran-ajaran Islam ke penduduk setempat.

Sunan Ampel di Surabaya Sesuai namanya, di daerah ini juga salah satu tokoh Wali Songo, Sunan Ampel, menyebarkan ajaran agam Islam pada abad ke-15. Penduduk setempat di Surabaya dan pedagang Timur Tengah yang berada di sana pun juga mengiktui ajaran yang disebarkan oleh Sunan Ampel. Oleh karena itu, Kawasan Ampel juga dulunya banyak didiami oleh warga keturunan Arab.

Menyebarnya agama Islam di Nusantara telah memberikan cukup banyak dampak, salah satunya terbentuk berbagai permukiman atau kampung Muslim di Indonesia. Berikut ini merupakan jejak kampung Muslim di Nusantara:

 

Kampung Pekojan

kampung islam

Nama perkampungan pedagang Muslim Timur Tengah di Nusantara adalah Kampung Pekojan. Pada abad ke-7, Islam masuk ke Indonesia yang dibawa oleh para pedagang Muslim dari Gujarat (India), Persia, dan Arab Saudi. Di samping berdagang, mereka juga mengenalkan ajaran serta nilai-nilai Islam kepada warga Indonesia.

Sebagian dari mereka kemudian memutuskan untuk menetap dan membuat perkampungan sendiri yang berada tidak jauh dari pelabuhan atau tempat berdagang. Didirikannya perkampungan ini lantas meningkatkan interaksi antara para pedagang dengan masyarakat setempat sehingga ajaran Islam juga perlahan-lahan mulai dikenal dan dipahami warga Indonesia di Jakarta Barat.

Menurut seorang orientalis asal Belanda, Van den Berg, Pekojan berasal dari kata Khoja atau koja, yang digunakan utuk menyebut penduduk keturunan India beragama Islam. Pada era kolonial Belanda, Pekojan lebih dikenal sebagai kampung Arab, karena mayoritas ditinggali oleh para pedagang Muslim Arab. Para imigran yang baru datang diharuskan lebih dulu tinggal di Kampung Pekojan sebelum berpindah ke kota lain.

Baca Juga :  Bangkok Ibukota Thailand Bakal Ganti Nama, Begini Fakta Menarik

Seiring berjalannya waktu, Kampung Pekojan terus mengalami perkembangan. Pada awal abad ke-20, didirikan organisasi pendidikan Islam, seperti Jamiatul Kheir di Pekojan. Perkumpulan-perkumpulan ini yang memicu lahirnya tokoh Islam tersohor, seperti KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan HOS Tjokroaminoto (pendiri Sarekat Islam).

Meskipun Pekojan sudah tidak lagi disebut sebagai Kampung Arab, tetapi banyak tertinggal bangunan bersejarah di sana. Salah satunya adalah Masjid Langgar Tinggi yang dibangun pada abad ke-18. Berdasarkan sensus tahun 2000, Kampung Pekojan memiliki jumlah penduduk sebanyak 27.188 jiwa.

Kampung Pekojan Semarang

perkampungan pejokan di semarang

Di Semarang juga terdapat Kampung Pekojan yang menjadi jejak permukiman pedagang Muslim di Nusantara. Di Semarang, wilayah Pekojan terbagi ke dalam beberapa perkampungan, yaitu Pekojan Tengah, Petolongan, Bustaman, dan Kampung Begog.

Asal usul namanya juga masih sama seperti Pekojan di Jakarta Barat, berasal dari kata koja yang berarti kampung untuk orang-orang Koja. Dulu, mayoritas penduduk yang tinggal di Kampung Pekojan Semarang adalah para pedagang Muslim keturunan Gujarat, India.

Pasar Kliwon di Solo

pasar kliwon

Masih di Jawa Tengah, tepatnya Pasar Kliwon, Solo, juga merupakan salah satu wilayah yang dulunya ditinggali oleh warga keturunan Arab. Jika berkunjung ke Pasar Kliwon, akan terlihat dua masjid ikonik peninggalan kaum Muslim, yaitu Masjid Assegaf dan Masjid Riyadh. Dari namanya, masjid ini merujuk pada nama marga yang digunakan oleh keturunan Arab.

Kampung Arab di Pekalongan

kampung arab pekalongan

Pekalongan juga menjadi salah satu daerah yang sempat ditinggali oleh para pedagang Muslim Arab. Ada tiga lokasi di Pekalongan yang menjadi pusat bermukimnya orang-orang dari Timur Tengah, yaitu Kelurahan Sugihwaras, Klego, dan Poncol. Dari ketiga tempat ini, kelurahan Sugihwaras yang paling banyak ditinggali warga keturunan Arab.

Baca Juga :  WOW! INILAH SEJARAH BATAGOR SUDAH ADA DI TAHUN 1980-AN

Sunan Ampel di Surabaya

makam sunan ampel

Sesuai namanya, di daerah ini juga salah satu tokoh Wali Songo, Sunan Ampel, menyebarkan ajaran agam Islam pada abad ke-15. Penduduk setempat di Surabaya dan pedagang Timur Tengah yang berada di sana pun juga mengiktui ajaran yang disebarkan oleh Sunan Ampel. Oleh karena itu, Kawasan Ampel juga dulunya banyak didiami oleh warga keturunan Arab.

Nah, jadi itulah sejarah dan jejak perkampungan muslim timur tengah di Nusantara. Semoga informasinya bermanfaat!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles