27 C
Jakarta
Saturday, January 28, 2023

Buruh Ancam Demo Besar Tolak Kenaikan Harga BBM

Presiden Partai Buruh Saiq Iqbal menegaskan puluhan ribu buruh yang tergabung dalam berbagai aliansi. Mengancam turun ke jalan dalam aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Said memastikan aksi tersebut bakal digelar serentak di seluruh provinsi. Selain itu, buruh juga menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.

“Dengan demikian Partai Buruh bersama organ serikat buruh akan mengorganisir demonstrasi besar-besaran di 34 provinsi secara serentak, terkait rencana tolak kenaikan BBM dan omnibus law,” ujar Said dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Selasa (23/8/2022).

Ia juga menambahkan bahwa kami, serikat buruh, nelayan, petani, dan serikat buruh lainnya menolak keras kenaikan BBM, termasuk energi lainnya, termasuk gas elpiji.

Akan Terjadi PHK Besar-Besaran

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini menjelaskan ada beberapa alasan buruh menolak kenaikan harga BBM. Pertama, dia memperkirakan akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Mengakibatkan terjadi PHK di mana-mana, di pabrik-pabrik dengan naiknya harga barang. Mengapa bisa ada PHK? Karena perusahaan akan memangkas karena energi di industri meningkat nilainya. Ini akan terjadi PHK besar-besaran. Bagi kita ini adalah persoalan serius,” kata Said.

Menyusahkan Masyarakat dan Menimbulkan Inflasi Tinggi

Alasan kedua, kata Said, pihaknya menilai kenaikan harga BBM bisa menyusahkan masyarakat, Serta memicu inflasi tinggi. Terlebih belakangan ini upah minimum buruh tidak mengalami kenaikan, sehingga daya belinya turun hingga 30 persen.

“Kenaikan BBM akan meningkatkan inflasi tajam. Akibatnya daya beli masyarakat, terutama rakyat kecil, termasuk buruh, petani, nelayan akan terpuruk. Khususnya buruh pabrik yang sudah tiga tahun tidak naik upah minimumnya. Daya beli buruh sudah turun 30 persen,” ucap dia.

Baca Juga :  Harga BBM Melonjak, Ongkos Angkutan Umum di Jakarta Tak Dinaikkan

Said mengatakan, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM tidak tepat apabila mengesampingkan realita soal pendapatan per kapita masyarakat di Indonesia. Dia mencontohkan harga BBM di Singapura yang tinggi diimbangi dengan pendapat per kapita yang tinggi.

“Alasan ketiga, tidak tepat membandingkan harga BBM di satu negara dengan tidak melihat income per kapita atau kemampuan daya beli masyarakat. Ini menunjukkan daya beli, seperti contohnya Singapura itu sudah di atas sepuluh kali lipat income per kapita Indonesia. Ini (di Indonesia) tidak seimbang, tidak sebanding.” tutur dia.

Alasan Mendukung Energi Terbarukan dinilai Hanya Dalih Belaka

Lebih lanjut, Said menilai, naiknya harga BBM dengan alasan mendorong energi terbarukan adalah pemikiran yang salah. Menurut dia, hal tersebut hanyalah akal-akalan pemerintah. Faktanya, kata dia, perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih memanfaatkan energi konvensional.

“Keempat, kami menilai kalau alasan ingin menggunakan energi terbarukan itu hanya cari alasan. Lihat saja PLN, dan BUMN lain yang menyedot BBM dalam kapasitas besar, itu masih menggunakan disel, batubara, disel. Lantas di mana energi terbarukan ini? Jadi jangan ini dijadikan alasan,” ucap dia.

Said juga menambahkan bahwa alasan kelima, Premium hampir sudah hilang di masyarakat, jadi andalan masyarakat itu Pertalite. Kami meminta pemerintah untuk memastikan tidak ada harga kenaikan BBM yang dipakai kelas bawah, pekerja, ojek online, petani, nelayan.

Faktor Penentu Kenaikan Harga BBM

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan subsidi BBM dan energi belakangan ini memang membengkak jadi Rp 502 triliun. Meski demikian pemerintahannya masih menahan diri untuk tidak menaikkan harga BBM.

Hal itu ia lakukan karena khawatir kenaikan harga BBM subsidi, pertalite maupun solar, akan membuat inflasi meledak.

Baca Juga :  Hari Dharma Wanita 5 Agustus, Inilah Sejarah dan Makna dari Logonya

“Ini ada hitungan risiko. Kalau itu kami biarkan sesuai dengan harga pasar dan keekonomian, inflasi kami juga bisa meledak,” ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan CNBC Indonesia, Kamis (18/8/2022) lalu.

Nah, itulah Penjelasan tentang Ancam Demo Besar Tolak Kenaikan Harga BBM dan aksi Partai Buruh bersama organ serikat buruh akan mengorganisir demonstrasi besar-besaran di 34 provinsi secara serentak.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles