Sekitar 13 persen sisanya. Di sebabkan oleh fragmentasi untuk keperluan pertambangan, permukiman warga, dan pembangunan infrastruktu. Seperti waduk, dam, jalan, rel kereta api, dan jaringan pasokan energi.

Populasi Gajah Sumatra

Gambar Populasi gajah Sumatra

Populasi gajah Sumatra saat ini berstatus kritis, diperkirakan berkisar 1.600 hingga 2.000 individu yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung.

Baca Juga :  Punya Pendengaran dan Penciuman yang Tajam, Ini Fakta Banteng Jawa

Di Indonesia terdapat dua subspesies Gajah Asia (Elephas maximus) yang eksistensinya masih dapat dijumpai di alam, yakni Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus) dan Gajah Kalimantan (Elephas Maximus Borneensis). Namun keduanya berstatus terancam punah.

Gajah Sumatra merupakan spesies penyandang status terancam punah atau critically endangered, berdasarkan International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List atau daftar merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam.

Sementara gajah mini Kalimantan atau Borneo Pygmy Elephant adalah gajah termungil di dunia. Seperti dilansir dari WWF, populasi gajah Kalimantan ditemukan di wilayah Sabah, Malaysia dan di wilayah Kalimantan bagian utara, Indonesia.

Populasi gajah di Sabah sangat besar berkisar 1.500 – 2.000 individu, sedangkan populasi yang berada di Kalimantan bagian utara. Indonesia sangat kecil, berkisar 30 – 80 individu.

Habitat Gajah Terancam

gambar Habitat Gajah Terancam

Pada tahun 2017 lalu pemerintah daerah tidak memberikan izin pertambangan kepada PT Inmas Abadi. Agar mengurangi luas areal pertambangan karena sebagian besar wilayah usaha pertambangan perusahaan itu untuk koridor gajah. Pengurangan luas areal pertambangan menjadi 4.051 hektare itu tertuang dalam keputusan Gubernur.

Pada saat itu ada 64 organisasi non-pemerintah telah bersurat ke Menteri LHK Siti Nurbaya. Meminta agar ia tidak menerbitkan rekomendasi untuk penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) PT Inmas Abadi.

“Sejak awal izin PT Inmas Abadi diterbitkan kami sudah layangkan protes karena keberadaan tambang ini akan mempercepat laju kepunahan gajah Sumatra dan satwa langka lainnya di Bentang Seblat.” kata Koordinator Koalisi Selamatkan Bentang Alam Seblat Sofian Ramadhan.

Ia mengatakan izin PT Inmas Abadi sudah bermasalah sejak diterbitkan. Karena sebagian besar areal pertambangan berada dalam kawasan hutan yang menjadi habitat terakhir gajah sumatera yang saat ini statusnya kritis atau terancam punah.

Baca Juga :  5 Fakta Mengenal Ikan Kakatua Penghasil Pasir Putih di Laut

Nah, Itulah Pembahasan tentang habitat gajah yang mulai menyusut parah. Maka dari itu Pusat Riset Internasional memberi Tujuan untuk Program Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).