25.6 C
Jakarta
Friday, April 12, 2024

Kisah Raja George VI yang Gagap dan Lakukan Latihan Khusus untuk Pidato

Ayah Ratu Elizabeth II adalah Raja George VI dan memiliki kisah yang tak biasa. Raja George VI diketahui kurang lancar saat berbicara di depan umum, atau gagap. Ia bahkan pernah dianggap tidak layak naik tahta karena saat kecil dikenal mudah ditakut-takuti dan gagap.

Meski demikian, Raja George VI tak mudah menyerah. Pria yang akrab disapa dengan nama Bertie ini sampai melakukan terapi gagap dengan Lionel Logue. Kisah perjuangannya menghadapi rasa grogi, gugup dan gagap ini diabadikan dalam film berjudul The King’s Speech.

Raja George VI ditemani sang istri untuk mengikuti terapi

Dalam film tersebut juga diceritakan bagaimana Raja George VI ditemani sang istri untuk mengikuti terapi. Sang terapis, Lionel Logue juga diceritakan setia mendampingi Raja George VI setiap melakukan pidato. George VI memiliki nama lengkap Albert Frederick Arthur George. Ayah Ratu Elizabeth II ini lahir pada 14 Desember 1895 dan meninggal di tanggal 6 Februari 1952.

Ia merupakan Raja Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara dari 1936 hingga 1952, serta Maharaja India dari 1936 hingga 1947. Raja George VI dikenal sebagai simbol determinasi Inggris dalam memenangkan Perang Dunia II melawan Jerman. George VI lahir pada saat masa kekuasaan nenek buyutnya Ratu Victoria, dan diberi nama seperti kakek buyutnya Albert dari Saxe-Coburg dan Gotha.

Sebagai anak kedua dari Raja George V, ia tidak diharapkan menjadi pewaris takhta kerajaan karena Kerajaan Britania Raya sudah memiliki pewaris yaitu kakaknya, Edward.Saat menginjak usia remaja ia menjalani pendidikan di sekolah angkatan laut. Kemudian ia masuk AL dan AU selama Perang Dunia I. Pada tahun 1920, ia diberi gelar Adipati York.

George menikahi Lady Elizabeth Bowes-Lyon pada tahun 1923 dan memiliki dua anak

Ia menikahi Lady Elizabeth Bowes-Lyon pada tahun 1923 dan memiliki dua anak, Elizabeth (kemudian menjadi Ratu Elizabeth II) dan Margaret. Pada pertengahan dekade 1920-an, ia menjalani terapi bicara karena kondisi gagap yang dideritanya, yang mana kondisi ini tidak pernah sepenuhnya disembuhkan.

Kakak George naik takhta menjadi Edward VIII setelah kematian ayah mereka pada tahun 1936. Lalu, Edward dihadapkan pada pilihan antara tetap menjadi raja atau menikahi sosialita Amerika Serikat Wallis Simpson yang berstatus janda.

Karena Edward akhirnya memilih turun takhta dan menikahi Simpson, George lalu naik takhta menjadi raja ketiga dalam Dinasti Windsor. Pada tahun 1939, Imperium Britania dan Persemakmurannya–kecuali Irlandia–mendeklarasikan perang terhadap Jerman Nazi.

Diikuti dengan perang terhadap Kerajaan Italia dan Kekaisaran Jepang pada tahun 1940 dan 1941. Raja dan keluarganya tetap di London selama serangan. The Blitz dan hal itu membuat popularitas mereka melambung, karena selain tetap berada di London ia juga hadir dalam masa sulit tersebut bersama dengan warga biasa.

Inggris dan sekutunya memenangkan perang pada tahun 1945, namun Imperium Inggris tidak berlanjut dan Irlandia memutuskan memisahkan diri dari persemakmuran dan diikuti kemerdekaan kemerdekaan India dan Pakistan pada tahun 1947.

George menanggalkan gelar Kaisar India pada Juni 1948 dan memakai gelar baru sebagai Kepala Persemakmuran. Ia mengidap penyakit yang berhubungan dengan perilaku sebagai perokok berat.

Nah, itulah penjelasan mengenai ayah Ratu Elizabeth II adalah Raja George VI dan memiliki kisah yang tak biasa. Raja George VI diketahui kurang lancar saat berbicara di depan umum, atau gagap. Ia bahkan pernah dianggap tidak layak naik tahta karena saat kecil dikenal mudah ditakut-takuti dan gagap.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles