32.8 C
Jakarta
Thursday, April 18, 2024

7 Tanda Teman Kerja Toxic dan Cara Mengatasinya

Cara menghadapi teman kerja di kantor yang toxic sebenarnya bergantung dari sikap kita terhadap mereka. Sayangnya tidak sedikit di antara kita yang belum menyadari bahwa teman kerja di kantor mempunyai perilaku yang toxic.

Pada awalnya, tanda-tanda toxic di kantor bisa saja belum nampak. Namun, lama-kelamaan perilaku toxic dari teman kerja membuat kita lelah. Tidak berhenti sampai di situ, beracunnya perilaku teman kerja bisa membuat kita muak, tidak berkembang, bahkan merasa tidak nyaman. Perlu disadari bahwa tidak semua tempat kerja memiliki lingkungan yang benar-benar harmonis dan bebas dari orang-orang toxic.

Hal tersebut diungkapkan oleh penulis “Supercharged Teams: 30 Tools of Great Teamwork”, Pamela Hamilton. Ia mengatakan bahwa kita bisa mengetahui teman kerja toxic atau tidak dengan menghabiskan waktu bersama mereka. Tetapi tidak sedikit yang terlalu sibuk ngantor hingga lupa untuk bersosialisasi dengan teman kerja.

Padahal, lanjut Hamilton, mengenal teman kerja membantu kita untuk mengenal kelebihan dan kekurangan mereka. Di samping itu kita dapat mengetahui sisi terburuk teman kerja ketika mereka berada di bawah tekanan. Hamilton juga menyampaikan, teman kerja yang baik punya sikap saling menghormati tidak peduli siapa pun mereka dan tekanan yang dihadapi.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan lingkungan toxic yang suka bergosip dan bullying. Kedua perilaku buruk itu tidak hanya buruk bagi moral di antara teman kerja, tapi juga menurunkan kinerja. Lebih lanjut, Hamilton membeberkan beberapa tanda teman kerja di kantor yang toxic. Berikut di antaranya:

  • Bullying dan perilaku buruk diabaikan atau dianggap normal
  • Teman kerja menangis di kantor atau saling bersuara keras
  • Lelucon membuat teman kerja lain merasa tidak nyaman, malu, atau ditinggalkan
  • Membuat alasan untuk menjelek-jelekkan teman kerja yang lain
  • Teman kerja tidak bijaksana, tidak profesional, atau menyebarkan gosip
  • Teman kerja terlalu banyak bekerja, dibayar rendah, atau diperlakukan tidak adil
  • Muncul rasa takut untuk tidak mau mengatakan apa-apa karena khawatir menjadi sasaran.

Cara mengatasi teman kerja yang toxic

Menghadapi teman kerja yang toxic memang melelahkan. Tapi, kalau kita masih ingin bertahan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Simak yang berikut ini.

Meminta kekurangan untuk diperbaiki

Hal pertama yang bisa kita lakukan untuk mengatasi teman kerja yang toxic adalah meminta mereka untuk memperbaiki perilakunya. Hamilton menyarankan kita untuk berkata kepada teman kerja bahwa perilaku toxic mereka membuat tidak nyaman. Namun, ia meminta kita untuk tidak menyalahkan siapa pun.

Lebih baik, kita fokus untuk memperbaiki keadaan. Kalau pun permintaan kita diabaikan, Hamilton menyebut masalah ini akan didengarkan oleh teman kerja ketika kita menyinggungnya berulang kali. Tapi, dalam kebanyakan kasus, teman kerja bisa mendukung apa yang kita minta dan berusaha menjadi lebih baik.

Fokus pada perilaku

Ada kecenderungan untuk menyudutkan teman kerja ketika kita menyadari perilaku mereka beracun. Meski begitu, Hamilton menyarankan supaya kita berfokus pada perilaku yang ingin diperbaiki-ketimbang menyalahkan teman kerja. Hal tersebut wajib dilakukan saat kita sudah mendapat perhatian dari teman kerja tentang masalah yang hendak diperbaiki.

Beritahu kembali

Berbicara lebih awal sangat penting untuk memastikan kita menghentikan perilaku teman kerja yang toxic. Setelah memberi tahu mereka, kita sebaiknya memastikan untuk mengingatkan mereka bahwa kita tidak nyaman.

Sebutkan perilaku toxic yang tidak bisa diterima

Kunci untuk mengatasi teman kerja yang toxic adalah keterbukaan kita terhadap mereka. Termasuk ketika kita berani menyebutkan perilaku toxic dari teman kerja yang tidak bisa diterima. Hal tersebut dikatakan Hamilton merupakan cara yang baik supaya tim kerja dapat berkembang ketika ada teman kerja baru yang bergabung.

Mencari dukungan

Terkadang masalah yang kita hadapi di kantor membutuhkan bantuan dari pihak lain -termasuk teman kerja yang toxic. Dalam hal ini, beberapa orang mungkin meminta dukungan dari atasan atau departemen SDM. Sayangnya tidak semua masalah dapat diatasi karena budaya kantor yang terlanjur mendarah daging.

Hal tersebut tentunya membutuhkan tekanan dari pihak lain yang independen atau lebih senior. Hamilton menyampaikan, dalam situasi yang toxic, jauh lebih baik ketika kita berani berbicara daripada membiarkan kebiasaan yang buruk. Cara ini memungkinkan kita meningkatkan hubungan dengan kantor sekaligus membantu teman kerja lainnya.

Pamela menambahkan bahwa beberapa teman kerja kemungkinan tidak menyadari kekuatan yang mereka miliki. Tetapi jika kita secara terbuka mendiskusikan bagaimana ingin bekerja sama, kita bisa membangun kepercayaan. Hal tersebut juga memungkinkan kita melakukan pekerjaan yang lebih baik dan lebih menikmati pekerjaan.

Terakhir, Hamilton meminta kita untuk berusaha membangun lingkungan kerja seperti tim olahraga, bukannya keluarga. Ia mengatakan, lingkungan kerja seperti itu dapat membantu tim kerja untuk menang, menjadi lebih baik, dan bekerja secara bersama-sama.

Nah, itulah penjelasan mengenai cara menghadapi teman kerja di kantor yang toxic sebenarnya bergantung dari sikap kita terhadap mereka. Sayangnya tidak sedikit di antara kita yang belum menyadari bahwa teman kerja di kantor mempunyai perilaku yang toxic.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles