26.2 C
Jakarta
Saturday, May 25, 2024

Rasuna Said Tampil Sebagai Google Doodle 14 September 2022

Laman pencarian utama Google pada hari ini, Rabu (14/9/2022). Menampilkan gambar atau doodle seorang pejuang kemerdekaan dan emansipasi wanita di Tanah Air, yakni Rasuna Said.

Sebagai bentuk memperingati hari lahir ke 112 tahun, Google Doodle Rasuna Said ditampilkan dengan mengenakan kerudung di depan sebuah mikrophone.

Perjalanan Hidup Rasuna Said

Mengutip keterangan di laman Google Doodle. Wanita yang bernama lengkap Hajjah Rangkayo Rasuna Said ini adalah suara berpengaruh pada isu sosial, terutama hak perempuan, seorang guru, dan seorang jurnalis.

Lahir 14 September 1910 di Maninjau, Agam, Sumatra Barat. Rasuna Said adalah wanita kesembilan yang menerima kehormatan sebagai pahlawan nasional Indonesia. Sejak usia dini, dirinya selalu blak-blakan tentang masalah yang terjadi di masa tersebut.

Melalui keuletan dan kecerdasannya sebagai siswa, membuka jalan bagi dirinya menjadi asisten guru. Melihat kegigihannya, gadis-gadis muda pun akhirnya berani untuk dapat memiliki sebuah mimpi besar dalam kehidupannya.

Pada 1926, Rasuna diundang untuk bergabung dengan Serikat Rakyat atau Gerakan Rakyat diikuti oleh Gerakan Islam pada tahun 1930. Tahun tersebut, dia bergabung dengan Persatuan Muslim Indonesia (PERMI) dan aktif mengkritik kolonialisme Belada dan perlakukan tidak adil terhadap perempuan.

Rasuna pun pindah ke Padang pada tahun 1931 untuk meluncurkan divisi perempuan di PERMI, dengan fokus membuka sekolah sastra untuk perempuan di seluruh Sumatera Barat. Pada tahun 1932, Rasuna ditangkap karena berbicara dan menentang kekuasaan Belada.

Kala itu, ada ribuan orang menghadiri persidangannya di Payakumbuh dan mendengarkan pidato pembelaannya yang menginspirasi. Pada usia 24 tahun, Rasuna Said pun bebas dari penjara dan langsung memulai karir jurnalistiknya dengan menulis untuk jurnal perguruan tinggi bernama Raya, dan menjadi pemimpin redaksi Majalah Raya pada tahun 1935.

Berjalannya waktu, dia pun membuka banyak sekolah untuk anak perempuan dan berbicara atas nama kelompok wanita Muslim yang tak terhitung jumlahnya. Karena terlalu aktif di dunia politik, Rasuna pun kurang memperhatikan kesehatannya.

Ia baru diketahui telah mengidap penyakit kanker darah yang sudah parah, dan meninggal dunia pada 2 November 1965 di usia 55 tahun. Pada tahun 1974, Rasuna dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia atas jasa-jasanya.

Rasuna Said ‘Srikandi Indonesia’ Pejuang Hak-Hak Perempuan

Hajjah Rangkayo Rasuna Said adalah pahlawan nasional Indonesia yang berperan memperjuangkan hak-hak perempuan Indonesia tahun 1926-1965. Selain berjuang untuk kemerdekaan negara ini, Rasuna Said juga berjuang untuk emansipasi wanita.

Pasca kemerdekaan ia terus mengembangkan karirnya dalam parlemen mulai tingkat lokal hingga nasional di Jakarta. Rasuna Said aktif pula berkontribusi dalam Persatuan Wanita Republik Indonesia untuk menyuarakan hak-hak perempuan agar memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki.

Dalam jurnal ilmiah mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Yogyakarta oleh Esti Nurjanah, ditulis Rasuna Said lahir dan tumbuh dilingkungan keluarga yang cukup terpandang.

Ayahnya, Haji Muhammad Said atau yang kerap disapa Haji Said saat masih muda merupakan seorang aktivis pergerakan di Sumatera Barat.

“Awal pendidikannya, Rasuna Said menempuh Sekolah Desa yang berada di dekat tepian Danau Maninjau. Ayahnya mulai memasukkan ke sekolah tersebut pada tahun 1916,” tulis Esti dalam jurnal itu.

Di sana, ia menghabiskan waktu untuk belajar selama lima tahun atau tamat pada kelas 5. Rasuna Said melanjutkan sekolah ke Pesantren Ar-Rasyidiyah, di bawah pimpinan Syekh Abdul Rasyid.

Ditangkap oleh Belanda

Perjuangan politik dimulai Rasuna saat beraktivitas di Sarekat Rakyat sebagai sekretaris. Kemudian, dia bergabung sebagai anggota di Persatuan Muslim Indonesia. Selain cerdas, Rasuna Said juga mahir berpidato, isi dari pidato yang disampaikannya selalu tajam menyangkut penindasan pemerintah Belanda ketika tahun 1930.

Akibat dari pidatonya yang menyinggung Belanda, Rasuna akhirnya ditangkap dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda.

Kemudian pada 1937 ia pergi ke Medan, Sumatera Utara. Ia mendirikan sekolah yang diberi nama Perguruan Puteri. Lembaga pendidikan ini diperuntukkan khusus bagi perempuan.

Hidup dalam Tiga Zaman

Rasuna Said telah merasakan hidup dalam tiga zaman, ia berhasil menjalani kehidupan dari masa kolonial Belanda, Jepang, sampai revolusi kemerdekaan. Perempuan yang disebut ‘Srikandi Indonesia‘ ini masih aktif dalam keanggotaan Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia.

Aktivitas lain yang dilakukan Rasuna Said seperti menghadiri atau mengisi kegiatan-kegiatan pertemuan. Rasuna Said memasuki usia 55 tahun, tanpa disadari dirinya mengidap penyakit kanker payudara.

Rasuna Said meninggal dunia pada Selasa, 2 November 1965 di Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Rasuna Said dianugerahi sebuah tanda Kehormatan Satyalancana Peringatan Perjuangan Kemerdekaan dan Satyalancana Perintis Pergerakan Kemerdekaan. Pengusulan gelar pahlawan akhirnya disahkan pada tanggal 13 Desember 1974.

Nah, itulah penjelasan mengenai Google Doodle yang menampilkan gambar atau doodle seorang pejuang kemerdekaan dan emansipasi wanita di Tanah Air, yakni Rasuna Said sebagai bentuk memperingati hari lahirnya yang ke 112 tahun.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,700SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles