25.6 C
Jakarta
Friday, April 12, 2024

Cak Sapari Seniman Ludruk Legendaris Surabaya Meninggal Dunia

Seniman anggota grup ludruk Kartolo CS, Cak Sapari dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/9) pukul 04.30 WIB. Kabar itu disiarkan oleh Cak Kartolo via Instagram @cakkartolochannel.

“Innalillah wa innailaihi rajin telah berpulang Legenda Ludruk Jawa Timur bapak Sapari pagi ini pukul 04.30 WIB. Mohon dimaafkan segala kesalahan,” tulis Cak Kartolo.

Cak Sapari sebelumnya dikabarkan terbaring sakit cukup lama. Diketahui, sebelumnya telah menderita penyakit diabetes dan harus berkali-kali dirawat di rumah sakit selama kurun waktu lima tahun terakhir.

Kondisi itu dilakoninya di sela-sela aktivitas pentas yang sangat padat sebagai bagian dari Kartolo Cs. Sebelum berpulang, almarhum sempat mendapat perawatan medis di RSUD Mohamad Soewandhie di Kota Surabaya.

Untuk membantu pengobatan Cak Sapari, seniman Surabaya yang dimotori Robets Bayoned, pendiri Republik Ludruk Indonesia. Sempat menggelar acara Ludruk Charity dimana hasil donasi yang terkumpul diberikan untuk membantu mengobatan legenda ludruk kelahiran 5 Juli 1948 yang tengah terbaring sakit itu.

Pada Juni 2022, Cak Sapari yang terbaring sakit pernah menjalani perawatan di RSUD Soewandhie.

”Beliau dirawat di instalasi gawat darurat. Hingga saat ini (19/6), kami masih melakukan diagnostik dengan foto torak dan laboratorium,” kata Direktur Utama RSUD Soewandhie Billly Daniel Messakh pada 20 Juni lalu.

Billy menuturkan, petugas kesehatan menjemput Cak Sapari di rumahnya di Jalan Simo Mulyo Baru, Kota Surabaya. Lalu, membawanya ke rumah sakit menggunakan ambulans pada Sabtu (18/6).

Istri Cak Sapari sempat menolak suaminya dijemput ke rumah sakit. Hal itu dikarenakan kartu BPJS Kesehatan Cak Sapari sudah tidak aktif dan kartu tanda penduduknya hilang.

Namun, dia melanjutkan, hasil pengecekan data nomor induk kependudukan menunjukkan Cak Sapari masih tercatat sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Petugas kemudian menjelaskan mekanisme pelayanan kesehatan di Kota Surabaya kepada istri Cak Sapari dan akhirnya Cak Sapari setuju menjalani perawatan di rumah sakit.

Tanggapan dari Cak Kartolo

Berpulangnya Cak Sapari, juga mendapat perhatian khusus dan ucapan belasungkawa dari banyak pihak, tak terkecuali Cak Kartolo sendiri, salah satu tandem setia Cak Sapari.

“Tiga hari ini saya selalu ke rumah Cak Sapari, beliau sudah tidak bisa ngomong. Cuman lihat-lihat saja bisanya, maklum selain sakit usianya juga sepuh, sudah 80 tahun,” ujarnya saat mengudara di Radio Suara Surabaya.

Cak Kartolo menyebut, Cak Sapari sebagai sosok tangguh yang tak tergantikan, bahkan lima tahun terakhir saat kondisinya sedikit lebih sehat, masih menyempatkan diri untuk manggung bahkan bermain film layar lebar.

“Terakhir itu main film ‘Lara Ati’. Waktu itu sudah tidak kuat aslinya, karena penyakit gula, tenaganya sudah habis. Tapi beliau terus berupaya menyelesaikan,” jelasnya.

Nah, itulah penjelasan mengenai seniman anggota grup ludruk Kartolo CS, Cak Sapari dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (15/9) pukul 04.30 WIB. Cak Sapari sebelumnya dikabarkan terbaring sakit cukup lama. Diketahui, sebelumnya telah menderita penyakit diabetes dan harus berkali-kali dirawat di rumah sakit.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles