25.6 C
Jakarta
Friday, April 12, 2024

4 Penyebab Nyeri Dada yang Bukan Serangan Jantung

Ketika mengalami nyeri dada, kita biasanya membayangkan hal itu disebabkan serangan jantung. Memang, nyeri dada bisa menjadi tanda peringatan dari kondisi berbahaya tersebut. Dilaporkan American Heart Association, serangan jantung terjadi ketika aliran darah yang membawa oksigen ke otot jantung berkurang atau tersumbat.

Angina, nyeri dada akibat serangan jantung Rasa nyeri akibat serangan jantung bisa berlangsung lama jika tidak ditangani. Serangan jantung termasuk gejala paling serius dari penyakit arteri koroner, dan bisa memicu nyeri dada yang disebut angina. Angina dapat terasa seperti adanya tekanan di dada, dan umumnya muncul saat kita melakukan aktivitas fisik.

Selain di dada, nyeri ini bisa dirasakan pada beberapa area tubuh lain seperti bahu, lengan, leher, rahang, perut, dan punggung. Nyeri karena angina hampir mirip seperti heartburn, namun tidak berlangsung lama (hanya sekitar 10 menit). Jika kita tiba-tiba merasakan nyeri dada, harap segera pergi ke dokter. Dokter dapat mendiagnosis apakah nyeri dada itu berkaitan dengan serangan jantung atau ada masalah lain.

Nyeri dada tidak selalu disebabkan oleh serangan jantung. Empat kondisi ini bisa memicu nyeri dada, yaitu:

Heartburn

ilustrasi Heartburn

Gejala refluks asam atau heartburn sering disalahartikan sebagai serangan jantung. Refluks gastroesofageal terjadi ketika isi lambung termasuk asam lambung yang membantu memecah makanan kembali ke kerongkongan. Asam lambung ini bisa menimbulkan sensasi terbakar di bagian belakang tulang dada.

Menurut Environmental Protection Agency (EPA), asam dari asam lambung memiliki skor 1 dalam skala pH (berada di antara asam baterai dan cuka). Jika kita sering mengalami refluks asam (dua kali dalam seminggu atau lebih), kemungkinan kita menderita gastroesophageal reflux disease atau juga disebut Gerd.

Tanpa penanganan yang tepat, Gerd dapat memicu asma, kemacetan di dada (chest congestion), dan esofagus Barrett kerusakan pada esofagus atau kerongkongan akibat paparan asam lambung dalam jangka panjang. Esofagus Barrett meningkatkan risiko terkena jenis kanker yang langka, seperti dilaporkan National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease (NIDDK).

Cedera otot dada

ilustrasi Cedera otot dada

Otot dada yang tegang (muscle strain) sering dikira sebagai serangan jantung, kata Christine Jellis, MD, PhD, ahli kardiologi di Cleveland Clinic. Agar dapat membedakan antara serangan jantung dan ketegangan otot dada, Jellis menyarankan untuk mencoba menekan dinding dada. Jika dinding dada bisa ditekan dan terasa sangat menyakitkan, kemungkinan itu adalah cedera otot dada, bukan masalah pada jantung.

Kostokondritis

ilustrasi Kostokondritis

Kostokondritis merupakan peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan tulang dada. Kondisi ini termasuk penyebab umum nyeri pada dinding dada dan biasanya tidak berbahaya. Namun, sebaiknya kita tetap memeriksakan kostokondritis ke dokter.

Biasanya, individu yang menderita kostokondritis merasakan tekanan pada dinding dada. Area tersebut terasa lembut saat disentuh. Nyeri karena kostokondritis terkadang hilang dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Kita bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas untuk membantu mengatasi kondisi itu.

Herpes zoster atau cacar ular

ilustrasi Herpes zoster atau cacar ular

Virus yang menyebabkan cacar air tetap ada di tubuh lama setelah bintik-bintik itu memudar. Pada orang dewasa terutama yang berusia lebih dari 50 tahun, virus varicella-zoster bisa aktif kembali dan menimbulkan penyakit yang disebut herpes zoster atau cacar ular.

Gejala pertama cacar ular meliputi gatal dan kulit terbakar. Cacar ular juga sering dikira sebagai serangan jantung atau masalah jantung lainnya jika memengaruhi area dada. Begitu penjelasan Salman Arain, MD, ahli jantung di Houston dan the Memorial Hermann Heart & Vascular Institute-Texas Medical Center. Pada seseorang yang menderita cacar ular, tanda ruam dan lepuh bisa muncul beberapa hari setelahnya.

Dokter akan merekomendasikan obat antivirus pada pasien herpes zoster untuk mengurangi rasa sakit dan mempersingkat durasi gejala. Namun jika munculnya ruam sudah melewati waktu 72 jam, dokter akan meresepkan obat penghilang rasa sakit kepada pasien.

Nah, itulah 4 penyebab nyeri dada yang bukan serangan jantung. Ketika mengalami nyeri dada, kita biasanya membayangkan hal itu disebabkan serangan jantung. Memang, nyeri dada bisa menjadi tanda peringatan dari kondisi berbahaya tersebut.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles