25.6 C
Jakarta
Friday, April 12, 2024

Air Tanah Jakut Terkena Bakteri E-Coli, Ungkap Penyebabnya

Tingkat pencemaran air tanah di Jakarta Utara terutama bakreri escgerichia coli (E-Coli) sangat tinggi. Menurut Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah, efeknya tentu saja negatif, dan bisa berbahaya bagi anak-anak. Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Ida Mahmudah.

Meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberi perhatian serius terhadap pencemaran air tanah di Ibu Kota. Hal itu, kata Ida, perlu dilakukan lantaran tingkat pencemaran pada air tanah di Jakarta, terutama oleh bakteri Escherichia coli (E-coli), sangat tinggi.

“Tercemar. Nah, ini yang menurut saya, siapapun gubernurnya, Pj-nya, harusnya salah satu perhatian. Karena dampak daripada bakteri E-Coli yang tinggi ini, efeknya kepada anak-anak kita,” kata dia disitat ANTARA, Kamis (29/9/2022).

Penyebab air tanah tercemar E-Coli dari hal ini

Ilustrasi sungai di jakarta

Ida kemudian mengungkap, dugaan mengapa air tanah di Jakarta Utara tercemar bakteri E-Coli. Kata Ida, bakteri muncul karena jarak tangki septik atau wadah pengolahan limbah cair dari kloset terlalu dekat dengan sumber pengambilan air tanah.

Maka itu dia mendorong agar penggunaan air tanah mesti diperhatikan. Terutama pada daerah yang padat penduduk di Jakarta. Karena jika itu terjadi, maka air tanah yang dekat dengan tanki septik punya tingkat bakteri sangat tinggi.

“Itu yang memang menjadi salah satu penyebab penyebaran pada air tanah. Kemudian juga 13 aliran sungai yang memang tidak bisa berjalan dengan baik alirannya, ini berdampak kepada air tanah yang dikonsumsi oleh masyarakat. Ini mengerikan. Dan ini harus diperhatikan,” kata dia.

Berdasarkan temuan itu, Ida meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera membuat saluran khusus pembuangan limbah cair. Selain itu, pemprov dinilai perlu membuat saluran air perpipaan dari Perusahaan Air Minum (PAM) Jaya secara merata di Jakarta Utara agar warga tak lagi menggunakan air tanah.

Punya Solusi Konkret Atasi Air Bersih Tercemar E.coli

Ilustrasi Komisi D DPRD DKI Jakarta

Komisi D DPRD DKI Jakarta mengungkap kondisi air di Jakarta yang tercemar bakteri Escherichia coli atau E.coli. Bahkan temuan bakteri sudah melebihi batas normal di angka 2.000.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah, berharap penjabat gubernur (Pj) pengganti Anies concern dengan masalah ini. Apalagi bakteri E.coli memberikan dampak mengerikan utamanya bagi anak-anak yang mengonsumsinya.

Dia merinci. Temuan bakteri E.coli di Jakarta khususnya wilayah Jakarta Utara mencapai 50.000. Biasanya, pencemaran terjadi karena galian air tanah berdekatan dengan septic tank. Seperti yang terjadi di hunian padat penduduk. Masalah kian serius karena aliran 13 sungai juga tercemar sampah.

“Ini berdampak kepada air tanah yang dikonsumsi oleh masyarakat,” sesal Ida.

Kepada Pj gubernur mendatang, Ida harap ada solusi mengatasi persoalan lama ini. Salah satunya dengan membuat aturan perihal tata cara pembuatan septic tank dengan air tanah juga tentang pipanisasi.

“Sebelum membuat peraturan itu, harusnya kita perhatikan betul apakah kita wajib untuk sesegera mungkin membuat saluran pipanisasi,” jelas Ida.

Nah, Inilah pembahasan tentang Air Tanah Jakut Terkena Bakteri E-Coli, Komisi D DKI mengungkapkan penyebabnya. Maka dari itu Meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberi perhatian serius terhadap pencemaran air tanah di Ibu Kota.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles