25 C
Jakarta
Sunday, February 5, 2023

Inilah Sejarah Awal Lato lato Ditemukan

Permainan lato lato kini banyak digemari dan dimainkan berbagai kalangan dari anak anak hingga orang dewasa di Indonesia

Hampir disetiap daerah permainan yang mengeluarkan suara tek tek tek itu dimainkan dan menghias media sosial

Meski kini tengah menjadi trend di Indonesia namun ternyata permainan itu sudah dimainkan sejak periode 1060 an permainan tersebut cukup sederhana yakni dengan menggoyangkan dua bola yang diikaat dengan tali supaya saling berbenturan.

 

 

 

Pada awal 70an ratusan pembuatan mainan telah menjual jutaan clackers di seluruh dunia Pada periode itu, clackers sangat populer sehingga permainan itu menjangkau penduduk sebuah provinsi kecil di Italia utara bernama Calcinatello.

Di wilayah yang mempunyai populasi 12.832 jiwa tersebut pernah diadakan kompetisi tahunan untuk penggemar clackers. Clackers memiliki desain yang mirip dengan boleadoras, senjata pilihan untuk gaucho atau koboi ala Argentina yang mencoba menangkap hewan bernama guanaco.

Awalnya clackers terbuat dari kayu atau logam. Kemudian setelah itu dibuat dari tempered glass. Namun serpihan pecahan dari bahan tempered glass.

Dianggap berbahaya bagi orang yang memainkannya. Pada 1966, Food and Drug Administration, lembaga yang awalnya juga mengatur keamanan mainan di Amerika Serikat juga sempat mengeluarkan peringatan terkait bahaya clackers.

Clackers dilarang karena dianggap mengandung bahan kimia maupun radioaktif serta mudah terbakar.  Tiga tahun kemudian, kewenangan tersebut diperluas, yakni dengan melarang penjualan mainan clackers di pasaran.

Permainan yang awalnya dipasarkan sebagai cara untuk mengajari anak-anak koordinasi tangan dan mata itu bisa menjadi proyektil, sehingga dikeluarkan peringatan untuk mencegah kebutaan.

Kendati dilarang di Amerika Serikat, namun kepopuleran permainan itu telah merambah ke seluruh dunia. Jika sebelumnya dibuat dari tempered glass, seiring berjalannya zaman clackers dibuat dari bahan plastik polimer yangBugis.

Baca Juga :  Misteri Angkernya Kawasan Tol Cipali

Lato-lato disinyalir berasal dari kata kajao-kajao, artinya nenek-nenek. Kata tersebut akhirnya berubah pengucapan menjadi kato-kato dan kemudian lato-lato.

Nah,itulah penjelasan terkait sejarah ditemukannya lato lato. Bagaimana ingin main lato lato juga?

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles