28 C
Jakarta
Thursday, April 11, 2024

Pemulangan 20 Orang WNI Korban TPPO di Myanmar Masih Dalam Proses

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, KBRI Bangkok saat ini sedang mengurus kepulangan 20 WNI korban TPPO berskema online scam di Myanmar yang berhasil dibebaskan pada awal bulan ini.

“Saat ini, KBRI Bangkok sedang berkoordinasi dengan otoritas kepolisian dan imigrasi Thailand untuk proses National Referral Mechanism Thailand terkait korban TPPO,” kata Judha, dalam keterangannya, Rabu (17/5/2023).

“Proses ini akan memakan waktu sekitar 2 minggu. Kita ikuti mekanisme ini sesuai dengan hukum yang berlaku di Thailand,” lanjut dia.

Ada 20 Orang WNI yang Dibebaskan pada Awal Bulan Ini

Ilustrasi WNI yang Diduga Korban TPPO di Myanmar

Kementerian Luar Negeri RI menyebut KBRI Yangon dan KBRI Bangkok berhasil membebaskan 20 orang WNI korban perdagangan manusia di Myanmar. Disebutkan, mereka telah keluar dari wilayah konflik Myawaddy, Myanmar, tempat mereka disekap.

“Ke-20 orang WNI berhasil dibawa ke perbatasan dalam dua gelombang, yaitu pada 5 Mei 2023 sebanyak 4 orang, dan 6 Mei 2023 sebanyak 16 orang,” demikian pernyataan dari Kementerian Luar Negeri RI pada Sabtu, 6 Mei 2023.

Sebelumnya, Kemlu RI sudah mengirim nota diplomatik ke Kemlu Myanmar. Sebab, 20 orang WNI ini berada di Myawaddy yang merupakan wilayah rawan dan dikuasai oleh para kelompok pemberontak.

Pemerintah Lakukan Komunikasi Dengan Sejumlah Pihak

Ilustrasi Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menegaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak terkait penyekapan 20 WNI di Myanmar ini.

“Pemerintah Indonesia terus melakukan komunikasi baik dengan otoritas di Naypydaw, di Thailand, otoritas lokal di Myawaddy dan dengan organisasi lain seperti IOM dan regional support office dari Bali Process yang ada di Bangkok,” katanya beberapa waktu lalu.

Para WNI Terjebak Lowongan Kerja Bodong Online Scamming

Ilustrasi WNI yang Berhasil Dibebaskan

Ke-20 orang WNI ini meminta bantuan pemerintah karena disekap di Myanmar. Mereka mendapat tawaran bekerja, namun malah ditipu untuk bekerja di perusahaan online scam, yang diharuskan menipu warga negara lain.

Mereka berangkat ke Myanmar secara ilegal melalui jalur air via Bangkok, Thailand. Para WNI ini diduga merupakan korban penipuan pekerjaan online scam yang sama terjadi di Kamboja, beberapa waktu lalu. Mereka diiming-imingi bekerja di luar negeri dengan gaji yang cukup tinggi.

Mayoritas dari mereka dijanjikan bekerja sebagai call center atau operator. Berdasarkan akun Instagram @bebaskankami, empat orang dari mereka diancam akan dijual ke perusahaan lain. Sementara, WNI lain akan dipisahkan ke tim yang lainnya lagi.

Nah, itulah penjelasan mengenai pemulangan 20 orang WNI korban TPPO di Myanmar yang masih dalam proses dan sepertinya masih harus menunggu selama 2 minggu lagi. Para WNI ini diduga merupakan korban penipuan pekerjaan online scam yang sama terjadi di Kamboja, beberapa waktu lalu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles