26.2 C
Jakarta
Wednesday, April 17, 2024

Minyak Kelapa atau Minyak Sawit, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Minyak kelapa dan minyak sawit sering digunakan sebagai bahan dasar untuk memasak. Namun, di antara keduanya, mana yang lebih baik untuk kesehatan?

Ternyata, minyak kelapa dan minyak sawit memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit yang berbahaya, termasuk penyakit jantung. Kedua jenis minyak ini tidak dianggap sebagai pilihan yang sehat jika dibandingkan dengan minyak zaitun, biji bunga matahari, atau minyak jagung.

Untuk lebih memahami perbedaan dan efeknya, berikut ini adalah ulasan mengenai kandungan nutrisi, manfaat, dan efek samping minyak kelapa serta minyak sawit.

Kandungan Nutrisi Minyak Kelapa dan Minyak Sawit

Minyak kelapa dibuat dari daging kelapa, sedangkan minyak sawit dibuat dari buah kelapa sawit. Keduanya dapat digunakan untuk memasak berbagai jenis makanan, namun minyak kelapa dan minyak sawit memiliki komposisi nutrisi yang berbeda. Berdasarkan data dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), berikut adalah kandungan nutrisi minyak kelapa per 100 gram:

  • Kalori: 833 kkal
  • Total Lemak: 99,1 gram
  • Karbohidrat: 0,84 gram
  • Kalsium: 1 mg
  • Zat Besi: 0,05 mg
  • Zinc: 0,02 mg
  • Kolin: 0,3 mg
  • Vitamin E: 0,11 mg
  • Asam Lemak Jenuh (Saturated Fatty Acid): 82,5 gram
  • Asam Lemak Tidak Jenuh Tunggal (Monounsaturated Fatty Acid): 6,31 gram
  • Asam Lemak Tidak Jenuh Rantai Jamak (Polyunsaturated Fatty Acid): 1,7 gram

Pengolahan minyak kelapa dapat menyebabkan hilangnya sebagian kandungan nutrisi alami pada buah kelapa. Melansir informasi dari Cleveland Clinic, minyak kelapa memiliki kandungan zat besi, zinc, vitamin E, dan kalsium yang sangat sedikit sehingga tidak memberikan dampak apapun terhadap kesehatan.

Kandungan nutrisi minyak sawit per satu sendok makan:

  • Kalori: 120 kkal
  • Total Lemak: 14 gram
  • Asam Lemak Jenuh: 7 gram
  • Asam Lemak Tidak Jenuh Tunggal: 5 gram
  • Asam Lemak Tidak Jenuh Rantai Jamak: 1 gram
  • Vitamin E: 2 mikrogram
  • Vitamin K: 1 mikrogram

Sedangkan Untuk Kandungan nutrisi minyak sawit per satu sendok makan:

  • Kalori: 120 kkal
  • Total Lemak: 14 gram
  • Asam Lemak Jenuh: 7 gram
  • Asam Lemak Tidak Jenuh Tunggal: 5 gram
  • Asam Lemak Tidak Jenuh Rantai Jamak: 1 gram
  • Vitamin E: 2 mikrogram
  • Vitamin K: 1 mikrogram

Sebagai tambahan gambaran perbandingan, minyak sawit dan minyak kelapa sebenarnya sama-sama tinggi kalori. Satu sendok makan minyak sawit memiliki 120 kalori, sedangkan minyak kelapa dalam porsi yang sama memiliki 117 kalori. Dikutip dari Livestrong, kedua jenis minyak tersebut memiliki sekitar 13,6 gram lemak per sendok makan, terutama lemak jenuh. Perlu diketahui, kandungan lemak jenuh tersebut tergolong tinggi.

Dari sisi mikronutrien, minyak sawit memiliki kandungan vitamin E yang tergolong tinggi. Satu sendok makan minyak sawit mengandung 2,17 miligram vitamin E (jenis alpha-tocopherol). Jumlah tersebut cukup besar mengingat kebutuhan harian vitamin E umumnya hanya 15 mikrogram.

Sedangkan kandungan vitamin E pada minyak kelapa lebih rendah dibandingkan minyak sawit, hanya 0,01 miligram vitamin E per sendok makan.

Manfaat Memasak dengan Minyak Kelapa dan Minyak Sawit serta Penggunaan Minyak Kelapa dalam Perawatan Kecantikan

Minyak kelapa dan minyak sawit sering dipilih sebagai bahan dasar untuk memasak karena keduanya memiliki titik asap yang tinggi. Menurut laporan dari Health, titik asap tinggi yang dimiliki oleh kedua minyak ini membuatnya cocok digunakan dalam dunia kuliner untuk memasak pada suhu yang lebih tinggi. Selain itu, makanan yang dimasak menggunakan minyak kelapa dan minyak sawit juga akan memiliki tekstur yang lebih lembut dan kaya lemak.

Tidak hanya berguna untuk keperluan memasak, minyak kelapa juga memiliki manfaat lainnya. Minyak kelapa dapat digunakan sebagai produk perawatan untuk rambut dan kulit karena memiliki kemampuan memberikan kelembapan tambahan. Penggunaan minyak kelapa pada rambut dan kulit dapat membantu mencegah masalah kulit atau rambut yang kering, sehingga sering dijadikan bahan dasar dalam produk kecantikan.

Meskipun memiliki beberapa manfaat, penggunaan minyak kelapa dan minyak sawit perlu sangat diperhatikan. Pasalnya, memasak dengan minyak sawit dan minyak kelapa dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Kedua jenis minyak ini mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar low-density lipoprotein (LDL), yang merupakan kolesterol jahat. Peningkatan kadar LDL di dalam tubuh dapat menyumbat arteri dan memicu berbagai jenis penyakit kardiovaskular.

Minyak Kelapa dan Minyak Sawit: Perlu Dibatasi untuk Kesehatan

Pertanyaan mengenai manakah yang lebih sehat antara minyak kelapa dan minyak sawit tidak memiliki jawaban yang jelas. Dikutip dari Livestrong, penggunaan minyak kelapa dan minyak sawit untuk memasak sebenarnya sama-sama tidak sehat.

Oleh karena itu, konsumsi keduanya perlu dibatasi untuk meminimalkan risiko kesehatan. Efek dari konsumsi minyak kelapa dan minyak sawit secara berlebihan, terutama saat digunakan untuk menggoreng makanan, dapat membahayakan kesehatan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan yang diolah dengan minyak kelapa dan minyak sawit dapat menyebabkan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Demi kesehatan, sebaiknya Anda hanya mengonsumsi makanan yang menggunakan minyak kelapa atau minyak sawit secara terbatas. Untuk kebutuhan sehari-hari, disarankan menggunakan minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal atau ganda, seperti minyak zaitun, kanola, wijen, jagung, biji kedelai, dan biji bunga matahari. Selain itu, sebaiknya membatasi konsumsi makanan yang digoreng, dan lebih memilih metode pengolahan seperti kukus atau merebus untuk menjaga kesehatan tubuh.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles