26.3 C
Jakarta
Sunday, February 25, 2024

Strategi Hidup Sehat untuk Mencegah Penyakit Metabolik

Oleh: dr Paskalis Andrew Gunawan SpPD KGer (Internist, Geriatrician)

Sebagai seorang dokter di rumah sakit, pertanyaan yang paling sering diajukan oleh pasien yang rutin berobat kepada saya adalah:

Apakah dosis obat yang saya konsumsi bisa dikurangi?

Sampai kapan saya harus minum obat dalam jumlah yang sama?

Mengapa penyakit diabetes dan hipertensi saya belum sembuh?

Saya biasanya merespons dengan bercanda, “Apa yang telah Anda lakukan untuk menjaga kesehatan diri Anda sendiri?” Sebagai dokter, kita bukanlah dewa yang bisa menyembuhkan semua penyakit.

Kita semua tahu bahwa kesembuhan datang dari Tuhan dan sebagai manusia, kita hanya perlu berusaha sebaik mungkin.

Kesehatan dipengaruhi oleh interaksi tiga komponen, yaitu lingkungan (Environment), tubuh kita sendiri (Host), dan agen penyebab (Agent). Sebagai dokter, kami hanya berperan dalam komponen lingkungan pada layanan kesehatan.

Tubuh manusia adalah suatu keajaiban yang kompleks dan menakjubkan. Untuk memahami konsep ini dengan lebih mudah, saya suka menggambarkan tubuh manusia sebagai sebuah mesin atau rumah, dokter sebagai mekanik atau kontraktor, dan diri kita sebagai penghuninya.

Ketika rumah baru pertama kali selesai dibangun, bangunannya indah, kokoh, dan megah. Kita dapat menikmati tinggal di dalamnya tanpa perlu melakukan renovasi. Namun, seiring berjalannya waktu, berbagai masalah mulai muncul.

Cat mulai luntur, tembok retak, atap bocor, rayap bermunculan, dan masalah lainnya. Pada awalnya, masalah-masalah tersebut terlihat kecil dan dapat diabaikan, namun jika dibiarkan, kerusakannya akan semakin parah.

Seperti bola salju yang makin besar saat bergulir di salju, pada suatu titik kita tidak lagi bisa tinggal di dalam rumah tersebut. Saat itulah kita mencari kontraktor untuk memperbaiki kerusakannya.

Ketika kontraktor memberikan saran perbaikan yang banyak, kita mungkin terkejut. Namun, pada titik ini, kita dihadapkan pada beberapa pilihan.

Kita bisa mengikuti saran kontraktor sepenuhnya, bernegosiasi tentang perbaikan mana yang harus dilakukan terlebih dahulu secara bertahap, mencari kontraktor lain, atau berusaha memperbaiki kerusakannya sendiri.

Semua pilihan tersebut memiliki untung dan rugi yang perlu dipahami dengan baik.

Jika semua kerusakan berhasil tertangani, rumah kita akan nyaman lagi dan dapat dihuni. Namun, apakah hal serupa akan terjadi di masa depan? Tentu saja, karena awal mula dari semua masalah tersebut adalah kurangnya perawatan terhadap rumah oleh penghuninya.

Atap yang bocor membuat langit-langit rumah lembab dan meningkatkan risiko plafon roboh. Retakan pada tembok mungkin menandakan adanya rembesan air yang meningkatkan risiko rayap.

Penumpukan barang dalam rumah menyebabkan banyak debu, tungau, dan tikus berkumpul. Satu masalah bisa memunculkan masalah lain, mirip dengan kondisi penyakit yang berkembang seiring bertambahnya usia seseorang.

Penyakit metabolik

Ilustrasi di atas dapat digunakan untuk menjelaskan secara umum bagaimana proses terjadinya suatu gangguan kecil dalam tubuh kita dapat berkembang menjadi penyakit kompleks yang sulit disembuhkan.

Kumpulan penyakit yang erat dikaitkan dengan pola hidup tidak baik adalah penyakit metabolik.

Penyakit metabolik mencakup sekelompok penyakit yang memengaruhi metabolisme tubuh, melibatkan interaksi kompleks antar berbagai sistem organ, dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti diabetes tipe 2, obesitas, dislipidemia, dan hipertensi.

Terjadinya penyakit metabolik tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang akumulasi gangguan-gangguan kecil akibat kekurangan aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan faktor genetik.

Lansia terutama rentan terhadap penyakit metabolik karena proses penuaan yang memengaruhi fungsi organ dan mekanisme regulasi metabolik.

Jika tubuh kita diibaratkan sebagai suatu mesin raksasa dengan fungsi utama mempertahankan kehidupan, kita perlu merawatnya dengan baik.

Apakah harus selalu mengandalkan mekanik untuk memperbaikinya? Berikut beberapa tips untuk merawat tubuh kita seperti merawat mesin berharga:

  1. Nutrisi seimbang: Seperti mesin yang membutuhkan bahan bakar berkualitas untuk beroperasi, tubuh manusia juga membutuhkan nutrisi seimbang. Mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan protein penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  2. Aktivitas fisik rutin: Mesin yang tidak digunakan cenderung berkarat dan kehilangan kemampuan fungsinya. Begitu juga dengan tubuh manusia. Melakukan aktivitas fisik secara teratur, seperti berjalan, berlari, atau berenang, membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan keseimbangan serta fleksibilitas tubuh.
  3. Istirahat cukup: Seperti mesin yang membutuhkan waktu pemulihan, tubuh manusia juga membutuhkan istirahat yang cukup untuk memperbaiki diri dan memulihkan energi. Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga keseimbangan hormon, meningkatkan konsentrasi, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  4. Mengelola stres: Seperti mesin yang terlalu dipaksa dapat mengalami kerusakan, tubuh manusia juga rentan terhadap dampak negatif dari stres berlebihan. Mengelola stres melalui teknik relaksasi, meditasi, atau hobi yang menyenangkan dapat membantu menjaga keseimbangan emosional dan kesehatan secara keseluruhan.

Jadi, saat Anda rajin merawat rumah, melakukan servis rutin pada kendaraan bermotor atau komputer, pertimbangkan juga untuk merawat diri sendiri dengan baik.

Jaga kesehatan dan lakukan “servis” rutin tubuh Anda untuk mencegah timbulnya atau memperburuk penyakit metabolik.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,200SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles