28.2 C
Jakarta
Tuesday, July 9, 2024

Kisah Mengerikan 4 Warga Nigeria: 14 Hari di Daun Kemudi Kapal, Melintasi Laut 5.600 Km untuk Mencari Hidup Lebih Baik

Empat warga Nigeria melakukan perjalanan tanpa izin di sebuah kapal kargo yang melintasi Samudera Atlantik selama 14 hari. Mereka bersembunyi di ruang kecil di atas daun kemudi kapal dan kehabisan persediaan makanan pada hari kesepuluh.

Untuk bertahan hidup, mereka terpaksa meminum air laut yang berada empat meter di bawah mereka, sebelum akhirnya diselamatkan oleh polisi Brasil di Vitoria.

Dikutip dari Reuters, (1/8/2023) perjalanan berbahaya melintasi lautan sejauh 5.600 kilometer itu harus mereka tempuh demi mencari suaka dan kehidupan yang lebih baik. “Itu adalah pengalaman yang sangat mengerikan bagi saya.

Di atas kapal itu tidak mudah. Saya merasa gemetar dan sangat takut. Tapi akhirnya saya berada di sini (Brasil),” kata salah seorang dari mereka yang bernama Thankgod Opemipo Matthew Yeye (38).

Berharap sampai di Eropa

Semula, empat warga Nigeria tersebut bermaksud untuk meninggalkan Nigeria mencari suaka dan mencapai Eropa. Namun, mereka terkejut saat mengetahui bahwa kapal tersebut malah berlayar ke arah Brasil di sisi lain Samudera Atlantik.

Dua orang di antara mereka akhirnya kembali ke Nigeria atas permintaan sendiri, sementara Yeye dan Roman Ebimene Friday (35) memilih untuk mengajukan suaka di Brasil. “Saya berdoa agar pemerintah Brasil mengasihani kami,” ucap Friday.

Friday sebelumnya pernah mencoba melarikan diri dari Nigeria menggunakan kapal, tetapi usahanya gagal setelah ditangkap oleh pihak berwenang. Friday dan Yeye mengaku bahwa kondisi ekonomi dan stabilitas politik yang buruk memaksa mereka ingin meninggalkan Nigeria.

Kronologi menyelinap di daun kemudi kapal kargo

Perjalanan gelap melalui daun kemudi kapal dimulai oleh Friday pada 27 Juni 2023. Seorang teman nelayan membawanya ke buritan kapal Ken Wave yang berbendera Liberia.

Kapal tersebut berlabuh di Lagos, dan temannya meninggalkannya di daun kemudi kapal. Saat sampai di daun kemudi, dia menemukan tiga orang lainnya sudah berada di sana, menunggu kapal berangkat.

Friday merasa ketakutan karena belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya dan khawatir bisa dilemparkan ke laut kapan saja.

Begitu kapal mulai bergerak, mereka berempat berusaha sangat hati-hati agar tidak ketahuan oleh awak kapal yang mungkin saja akan membuang mereka ke laut.

“Kami khawatir kalau tertangkap mereka akan melemparkan kami ke laut. Jadi kami belajar sendiri untuk tidak membuat keributan,” ujar Friday.

Untuk menghindari terjatuh ke laut, mereka memasang jaring di sekitar daun kemudi dan mengikat diri mereka dengan tali.

Saat melihat ke bawah, mereka bisa melihat ikan besar seperti paus dan hiu. Karena kondisi tempat bersembunyi yang sempit dan bising mesin kapal, mereka mengaku jarang tidur dan selalu berisiko jatuh.

“Sangat lega rasanya ketika akhirnya kami diselamatkan,” kata Friday dengan rasa syukur.

Kondisi di Nigeria

Pastor Paolo Parise, seorang pastor di tempat penampungan Sao Paulo, mengatakan dia telah menemukan kasus penumpang gelap lainnya, tetapi tidak pernah yang begitu berbahaya.

Menurut Paolo, perjalanan mereka memberikan bukti panjang orang akan mencari awal yang baru. “Orang-orang melakukan hal-hal yang tak terbayangkan dan sangat berbahaya,” kata Paolo.

Nigeria merupakan negara terpadat di Afrika yang memiliki masalah kekerasan dan kemiskinan parah sejak lama. Kasus penculikan juga kini telah marak terjadi di negara itu. Yeye mengatakan, kebun kacang dan kelapa sawitnya telah hancur akibat banjir tahun ini.

Ia dan keluarganya pun kehilangan tempat tinggal. Dia berharap keluarganya sekarang bisa bergabung dengannya di Brasil.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles