31.6 C
Jakarta
Saturday, February 4, 2023

Akibat dari Pengobatan Antibiotik Sembarangan 1,2 Juta Orang Meninggal

Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk bekerja sama dengan kementerian teknis lainnya, dan secara bersamaan melakukan transformasi sistem kesehatan, salah satunya penyelesaian resistensi antibiotik akibat mikroba atau antimicrobial resistance (AMR).

Penggunaan antibiotik yang sembarangan bisa memicu resistensi. Alhasil, kondisi itu membuat jutaan nyawa tidak bisa diselamatkan setiap tahun karena tidak ada antibiotik yang mempan untuk mengatasi infeksi.

Dalam keterangan tertulisnya, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, resistensi antibiotik akibat mikroba atau antimicrobial resistance (AMR) disebut sebagai silent pandemic. Pasalnya angka kematian akibat AMR cukup tinggi.

Melihat angka kematian yang tinggi, tak heran resistensi antibiotik kerap disebut silent pandemic. Indonesia tak ingin kasus meninggal akibat resistensi antibiotik akibat mikroba atau antimicrobial resistance (AMR) bertambah. Hal ini penting dilakukan mengingat Indonesia termasuk dalam negara tropis dengan angka infeksi tinggi.

“Satu koma dua (1,2) juta kematian itu terjadi karena antibiotik yang tidak mempan lagi terhadap infeksi tertentu,” ujar Wamenkes Dante usai penutupan pertemuan Side Event AMR dalam rangkaian G20, pada Rabu (24/8) malam, di Bali.

Pembentukan Inisiatif Sains Berbasis Genom Biomedis

Dante menambahkan, Indonesia menawarkan penyelesaian permasalahan AMR melalui pembentukan inisiatif sains.

“Di antara inisiatif yang dilakukan. Kami menawarkan penyelesaian masalah AMR, yakni dengan pembentukan inisiatif sains berbasis genom biomedis pada pengobatan yang bersifat presisi,” ujar Dante.

Resistensi Antibiotik Akibat Mikroba Bisa Berasal Dari Hewan dan Tumbuhan

Dante menambahkan, resistensi antibiotik akibat mikroba bisa berasal dari hewan dan tumbuhan. Untuk itu diperlukan pendekatan one health dalam merespons masalah tersebut.

“Melalui pendekatan one health, di mana infeksi itu bisa berasal dari hewan, tumbuhan. Itu juga penting untuk dilakukan. Karena ternyata banyak sekali penggunaan antibiotik pada hewan dan tumbuhan yang tidak rasional, yang menyebabkan resistensi pada manusia,” ungkap Dante.

Baca Juga :  Diduga Injak Sopir Truk Wakil Ketua DPRD Depok Terancam Dipecat

Resistensi Antibiotik Akibat Mikroba Terjadi Karena Protokol Pengobatan yang Sembarangan

Dante menerangkan, resistensi antibiotik akibat mikroba terjadi karena protokol pengobatan yang sembarangan. Akibatnya, infeksi pada pasien bertambah parah dan ini yang menyebabkan angka kematian tinggi.

“Indonesia menginisiasi pembahasan aturan penggunaan antibiotik dalam side event AMR, karena Indonesia salah satu negara tropis yang angka infeksinya tinggi. Pembahasan ini diperlukan untuk mengatur penggunaan antibiotik yang lebih rasional, sehingga kematian akibat kesalahan penggunaan antibiotik menjadi berkurang,” bebernya.

Ke depan, tambah Wamenkes, pihaknya akan mempercepat upaya penanggulangan AMR terutama di Indonesia. Negara-negara G20 juga memiliki peran strategis untuk mendorong pencegahan dan pengendalian AMR yang berkelanjutan di tingkat nasional dan global.

Hadapi Ancaman Resistensi Antibiotik Bersama-sama

Dante mengatakan harus bersiap secara kolektif untuk mencegah bencana akibat AMR. Partisipasi dari banyak pihak diperlukan.

“Tidak ada satu industri pun yang dapat menghadapi ancaman ini sendirian. AMR membutuhkan banyak partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan,” ucapnya.

Di level nasional, Kementerian Kesehatan RI berkomitmen bekerja sama dengan kementerian teknis lain dan secara bersamaan melakukan transformasi sistem kesehatan.

“Di antara inisiatif yang dilakukan, kami menawarkan penyelesaian masalah AMR, yakni dengan pembentukan inisiatif sains berbasis genom biomedis pada pengobatan yang bersifat presisi,” katanya.

Kemenkes akan mempercepat upaya penanggulangan AMR terutama di Indonesia. Negara-negara G20 juga memiliki peran strategis untuk mendorong pencegahan dan pengendalian AMR yang berkelanjutan di tingkat nasional dan global.

Nah, jadi itulah penjelasan tentang akibat pengobatan antibiotik sembarangan 1,2 juta orang meninggal. Semoga informasinya bermanfaat ya!

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
18,300SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles