33 C
Jakarta
Monday, June 17, 2024

5 Fakta Menarik dari Sejarah Tiongkok yang Jarang Diketahui!

Republik Rakyat Tiongkok (RRT) adalah negara adidaya yang berada di bagian timur Asia. Negara yang beribukota di Beijing ini memiliki kekuatan dan pengaruh yang sangat besar di berbagai bidang, seperti ekonomi, perdagangan, hingga ke militer.

Kekuatan yang begitu besar mampu membuatnya bersaing dengan negara-negara kuat lainnya di dunia, seperti Amerika Serikat. Kemajuan RRT tak terlepas dari sejarah panjangnya yang menarik untuk dibahas. Mulai dari dinasti China kuno hingga ke Tiongkok modern saat ini.

Beberapa di antara fakta berikut ini mungkin baru kamu ketahui. Apa saja 5 fakta menarik tentang sejarah Tiongkok yang jarang diketahui oleh banyak orang? Simak artikel dibawah ini ya.

Dahulu Tiongkok Berbentuk Kekaisaran (Dinasti)

Dinasti Shang (1500 – 1027 SM)

Sebelum menjadi Tiongkok modern yang kokoh seperti saat ini, di zaman dahulu Tiongkok berbentuk kekaisaran yang dipimpin oleh seorang kaisar. Dinasti yang pernah memerintah di Tiongkok, yakni Dinasti Hsia (2000 – 1500 SM), Dinasti Shang (1500 – 1027 SM), Dinasti Chou (1027 – 221 SM), Dinasti Chin (221 – 207 SM), Dinasti Han (207 SM – 220 M), Dinasti Tang (618 – 907 M), Dinasti Sung (907 – 1279 M), Dinasti Yuan (1279 – 1368 M), Dinasti Ming (1368 – 1644 M), dan Dinasti Qing (1644 – 1912 M).

Dinasti Yuan dan Dinasti Qing didirikan oleh bangsa Mongol yang saat itu melakukan ekspansi wilayah hingga ke China. Keberhasilannya dalam melawan China, melancarkan niat mereka untuk melakukan ekspansi wilayah. Mereka mendirikan dan memimpin Dinasti Yuan dan Qing di China.

Tiongkok Sempat Berhaluan Nasionalis

Republik rakyat China

Tiongkok yang kita kenal sekarang adalah salah satu negara komunis. Dalam sejarahnya, Tiongkok pernah memiliki haluan nasionalis sama seperti Indonesia, lho!

Pada tahun 1911 terjadi Revolusi China, yang berhasil menjatuhkan Dinasti Qing, yang merupakan dinasti terakhir di China, beserta kaisarnya Pu Yi, kaisar terakhir Dinasti Qing. Peristiwa tersebut menandakan berakhirnya kekaisaran di China yang telah bertahan selama ribuan tahun.

Setahun setelahnya, Sun Yat Sen (Bapak Tiongkok Modern), seorang nasionalis yang mengajarkan doktrin San Min Chu I diangkat menjadi presiden pertama Tiongkok pada 1 Januari 1942. Diangkatnya Sun Yat Sen menjadi pertanda bersatunya Tiongkok di bawah haluan yang sama, yaitu nasionalis.

Doktrin San Min Chu I sendiri adalah ajaran yang dikemukakan oleh Sun Yat Sen yang berisi 3 pokok ajaran, yaitu Min Tsen (nasionalisme), Min Tsu (demokrasi), dan Sheng (sosialisme).

Tiongkok Tidak Mengakui Taiwan Sebagai Sebuah Negara

Sun Yat Sen

Hal ini tidak terlepas dari sejarah masa lalu Tiongkok. Sekitar tahun 1927 – 1949 terjadi perpecahan antara kaum komunis, di bawah partai komunis Kung Chang Tang yang didirikan oleh Mao Zedong, dengan kaum nasionalis, di bawah partai nasionalis Kuo Min Tang yang didirikan oleh Sun Yat Sen.

Kekalahan kaum nasionalis dalam perang saudara antara Kuo Min Tang dengan partai komunis Kung Chang Tang. Membuatnya pada saat itu tahtanya dipegang oleh Chiang Kai Sek melarikan diri dari pengejaran kaum komunis ke daratan di sebelah tenggara China dan mendirikan negara Taiwan yang kita kenal hingga saat ini.

Hingga saat ini Tiongkok menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayah teritorialnya. Menganggapnya sebagai provinsi yang membangkang, dan tidak mengakui kedaulatan Taiwan. Tiongkok menerapkan kebijakan one china policy, atau ‘kebijakan satu China’. Yaitu kebijakan one country, two system, atau ‘satu negara, dua sistem’. Taiwan menolak kebijakan ini, dan Tiongkok memilih untuk menerapkannya hingga saat ini.

Kaum Komunis dan Nasionalis China Pernah Bersatu Dalam Perang China – Jepang

Perang China – Jepang II di Asia Timur Raya

Pada tahun 1937 – 1945 pecah Perang China – Jepang II. Salah satu penyebabnya adalah karena Jepang dengan doktrin Hakko Ichiu nya, yang berarti ‘Jepang Saudara Tua’, berusaha menguasai Asia Timur Raya termasuk Tiongkok. Untuk mengalahkan Jepang, kaum nasionalis dan komunis bersatu dan saling bekerjasama untuk mengusir Jepang dari tanah mereka.

Hongkong dan Macau Bukan Sebuah Negara

Hongkong dan Macau

Mungkin banyak dari kita yang masih bertanya-tanya. Apakah Hong Kong dan Macau adalah sebuah kota atau negara? mengingat mereka memiliki bendera dan mencetak mata uangnya sendiri. Dan secara letak geografis mereka termasuk ke dalam wilayah China daratan.

Hong Kong sendiri di masa lalu adalah wilayah koloni Inggris. Sedangkan, Macau dahulu merupakan wilayah koloni Portugis. Sampai pada tahun 1997 Hong Kong diserahkan kembali ke Tiongkok, dan hal yang sama dilakukan pada Macau pada tahun 1999.

Masa transisi kedudukan Hong Kong dan Macau kembali ke tangan Tiongkok berlangsung selama lima puluh tahun. Selama masa itu, Hong Kong dan Macau mencetak mata uang, bendera, dan bahkan paspor mereka sendiri sampai masa transisi selesai.

Saat ini sebelum masa transisi selesai, Hong Kong dan Macau berstatus resmi Special Administrative Region (SAR), atau ‘Daerah Administrasi Khusus’. Terlepas dari kemajuan yang dimilikinya, Tiongkok memiliki sejarah panjang dan fakta yang menarik untuk dibahas.

Nah, itulah 5 fakta di atas mulai dari zaman China kuno hingga ke Tiongkok masa kini hanyalah sebagian kecil dari cerita panjang sejarah Tiongkok hingga menjadi Tiongkok modern yang saat ini kita kenal.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles