34 C
Jakarta
Thursday, May 30, 2024

Inilah Penyebab OCD yang Perlu Diwaspadai

OCD adalah gangguan yang berhubungan dengan kelainan obsesif dan kompulsif terhadap sesuatu. Ada berbagai macam hal yang dapat menjadi penyebab OCD, bukan hanya faktor genetik.

Rasa takut adalah perasaan yang wajar dimiliki oleh manusia. Namun, jika perasaan tersebut terjadi secara berlebihan, bisa jadi kamu mengidap gangguan mental. Salah satu masalah mental yang berhubungan dengan hal tersebut adalah Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

Gangguan obsesif-kompulsif ini membuat seseorang alami masalah terkait pola pikir dan perasaan obsesi, bahkan perilaku berulang (kompulsi). Gangguan obsesi dan kompulsi ini mengganggu aktivitas harian, sehingga menyebabkan berbagai masalah secara signifikan.

Saat ingin mengabaikan atau menghentikan perasaan obsesi, tekanan dan kecemasan menjadi semakin meningkat. Akibatnya, dorongan untuk melakukan tindakan kompulsif perlu dilakukan untuk meredakannya.

Gangguan obsesif kompulsif dapat dialami oleh siapa saja dari semua kelompok usia, tetapi paling sering muncul di usia 7–17 tahun. Penderita OCD biasanya menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi mereka tidak bisa melawannya.

OCD ditandai dengan gangguan pikiran yang menimbulkan kecemasan dan perilaku yang dilakukan berulang kali guna menghilangkan kecemasan tersebut. Sebagai contoh, penderita OCD yang takut terkena penyakit cenderung akan mencuci tangan secara berlebihan atau terlalu sering membersihkan rumah.

Berbagai Penyebab OCD yang Perlu Diwaspadai

Ilustrasi penderita OCD

Ada berbagai macam teori yang menjadi alasan seseorang alami OCD. Namun, penyebab utama dari terjadinya gangguan ini masih terus diteliti. Ada beberapa hal yang sejauh ini terlibat menyebabkan seseorang alami OCD, yaitu:

Faktor Biologis

Beberapa teori biologis dipercaya memiliki hubungan terkait penyebab OCD, terutama pada seseorang yang kekurangan serotonin kimia pada otaknya. Namun, belum bisa dipastikan jika ini adalah penyebab atau efek dari kondisi tersebut.

Kepribadian

Beberapa penelitian jika seseorang dengan kepribadian tertentu memiliki kemungkinan lebih besar mengalami OCD. Contohnya, seseorang yang rapih, teliti, dan perfeksionis memungkinkan seseorang rentan terserang gangguan obsesi dan kompulsif ini.

Pengalaman Pribadi

Beberapa sumber juga menyebut jika OCD dapat disebabkan oleh pengalaman pribadi. Beberapa contohnya, yaitu:

  • Pernah mengalami pengalaman buruk di masa kecil, seperti trauma, pelecehan, intimidasi, dan lainnya.
  • Orang tua yang mengalami masalah kecemasan yang sama sehingga anak mempelajarinya.
  • Alami kecemasan atau stres yang berkelanjutan.

Memang, pengalaman pribadi termasuk yang paling nyata karena dapat menimbulkan trauma yang berkepanjangan sehingga pengidapnya lebih rentan untuk alami berbagai gangguan mental, termasuk juga OCD.

Pengobatan untuk Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)

Ilustrasi penderita OCD

Ada beberapa perawatan efektif untuk gangguan ini, agar seseorang dapat menjalani hidup dengan lebih baik, yaitu:

  • Terapi psikologis: Salah satu pengobatan yang paling umum dilakukan adalah terapi perilaku kognitif. Cara ini berguna untuk membantu seseorang menghadapi ketakutan dan pikiran obsesif yang dialami.
  • Konsumsi obat: Dokter dapat memberikan obat antidepresan, yaitu SSRI, yang dapat membantu dalam memperbaiki keseimbangan bahan kimia di otak.

Terapi perilaku kognitif biasanya memberikan efek positif dengan cukup cepat. Di sisi lain, diperlukan beberapa bulan sebelum melihat efek dari konsumsi obat SSRI, meski tetap dapat memberikan manfaat.

Jika salah satu perawatan ini tidak membantu, bisa jadi kombinasi dari kedua tindakan tersebut dilakukan. Lalu, apabila masih tidak membaik, rujukan ke ahli kesehatan mental spesialis diperlukan untuk perawatan lebih lanjut.

Itulah pembahasan mengenai penyebab OCD yang perlu diwaspadai oleh semua orang. Jika kamu memiliki salah satu penyebab yang disebutkan dan alami gejala yang berhubungan, ada baiknya segera memeriksakan diri. Semakin dini diagnosis dilakukan, pengobatan yang dilakukan semakin efektif.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles