25.6 C
Jakarta
Friday, April 12, 2024

5 Perguruan Pencak Silat di Indonesia

Pencak silat merupakan salah satu beladiri asli dari Indonesia. Maka, tak heran jika begitu banyak perguruan dan aliran silat yang berdiri di Indonesia, karena sejarahnya yang begitu panjang.

Tak hanya di Indonesia, pencak silat sebenarnya juga dikenal oleh luar di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara. Hanya saja, kesenian bela diri ini memiliki sebutan yang berbeda, misalnya gayong dan cekak di Malaysia dan Singapura, bersilat di Thailand, dan pasilat di Filipina.

Menariknya, pencak silat diperkirakan sudah ada dan tersebar ke seluruh kepulauan Nusantara sejak abad ke tujuh. Seiring berjalannya waktu, seni bela diri ini mengalami perkembangan dengan munculnya sejumlah aliran pencak silat.

Penasaran apa saja lima aliran perguruan pencak silat yang ada di Indonesia? Yuk, langsung saja disimak artikel dibawah ini:

Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)

Ilustrasi Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate

Salah satu perguruan pencak silat yang cukup terkemuka di Indonesia adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT). Didirikan pada tahun 1903 oleh Ki Ngabehi Soeromihardjo atau Eyang Suro, perguruan pencak silat ini awalnya dikenal sebagai Gendilo Tjipto sebelum berganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati pada tahun 1917.

Secara makna, Setia Hati mengandung arti sebagai kesatuan tunggal yang ada dalam hati dan pikiran manusia yang orientasi kepada Tuhan. Sementara itu, Terate diartikan sebagai keindahan dan keagungan bunga yang hidup dalam situasi dan kondisi apapun.

Salah satu perguruan pencak silat tertua di Indonesia ini memiliki semboyan persaudaraan antara manusia. Tak cuma itu, dalam ajarannya, PSHT mengombinasikan seni bela diri dengan ajaran spiritual, seperti ilmu kebatinan atau spiritualitas.

Perisai Diri

Ilustrasi Pencak Silat Perisai Diri

Selain PSHT, pencak silat Perisai Diri termasuk perguruan tertua di Indonesia. Perguruan seni bela diri ini didirikan oleh RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra bangsawan Keraton Paku Alam, di Surabaya pada 2 Juli 1955.

Sebelum mendirikan Perisai Diri, RM Soebandiman Dirdjoatmodjo diminta oleh pamannya, Ki Hajar Dewantara, untuk mengajarkan ilmu bela diri di lingkungan Perguruan Taman Siswa. Adapun beberapa perguruan pencak silat Perisai Diri mengombinasikan aliran Cina, seperti aliran Shaolin alias Siauw Liem.

Pagar Nusa

Ilustrasi Pencak Silat Pagar Nusa

Salah satu perguruan pencak silat yang berasal dari pesantren Nahdlatul Ulama (NU) adalah Pagar Nusa. Istilah pagar Nusa merupakan singkatan dari Pagar NU dan Bangsa.

Pada 1986, Pagar Nusa menjadi wadah perkumpulan pencak silat di bawah naungan NU. Pagar Nusa juga terbagi ke dalam beberapa bagian seperti Pagar Nusa Gasmi, Pagar Nusa Batara Perkasa, Pagar Nusa Satria Perkasa Sejati atau Saperti, dan masih banyak lagi.

Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Ilustrasi Pencak Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah

Selain NU, Muhammadiyah juga mendirikan perguruan pencak silat bernama Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Sebagai bagian dari organisasi masyarakat Islam Muhammadiyah, aliran pencak silat ini diperuntukkan anggota Muhammadiyah yang memiliki niat untuk sungguh-sungguh belajar seni bela diri ini.

Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah mengajarkan proses belajar ilmu tanpa melibatkan kesesatan atau syirik. Dalam prosesnya, para pesilat tak hanya mengenal dan menghafal gerakan atau jurus, tapi juga mempelajari penguatan akidah, akhlak atau moralitas dalam pergaulan, ketahanan mental, dan kepemimpinan.

Merpati Putih

Ilustrasi Pencak Silat Merpati Putih

Pencak silat Merpati Putih menjadi salah satu perguruan yang diminati selanjutnya. Sejatinya, aliran pencak silat dengan tangan kosong ini diajarkan secara khusus untuk Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di setiap kesatuan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).

Istiah Merpati Putih merupakan singkatan dari “mersudi patitising tindak pusakane titising hening” yang artinya “mencari sampai mendapat kebenaran dengan ketenangan”. Tak hanya itu, perguruan ini juga memiliki motto “sumbangsihku tak berharga, namun keikhlasanku nyata”.

Inilah enam aliran pencak silat di Indonesia yang terdiri dari PSHT, Pagar Nusa, hingga Cimande. Meski didominasi ajaran bela diri, aliran pencak silat ini tetap mengedepankan syariat Islam.

Nah, itulah penjelasan mengenai enam aliran pencak silat di Indonesia yang terdiri dari PSHT, Pagar Nusa, hingga Merpati Putih. Meski didominasi oleh ajaran bela diri, aliran pencak silat ini tetap mengedepankan syariat Islam.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles