30.1 C
Jakarta
Tuesday, July 9, 2024

Penyebab Mengonsumsi Makanan dan Minuman Manis

Tren minuman kekinian tidak ada habisnya. Berbagai gerai menawarkan beragam pilihan minuman manis yang memanjakan lidah, apalagi jika disajikan dingin. Banyaknya merek dan varian baru membuat konsumen menjadi tertarik untuk mencobanya.

Kebiasaan sering mengonsumsi makanan maupun minuman manis dianggap tidak baik untuk kesehatan tubuh. Lantas, apa yang terjadi jika sering minum minuman manis? Berikut penjelasannya!

Meningkatkan Berat Badan

Meningkatkan Berat Badan

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman dengan gula berlebih tanpa disadari dapat meningkatkan berat badan. Seperti dijelaskan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), kalori berlebih yang berasal dari makanan dan minuman dengan gula tambahan berlebih berkontribusi terhadap kenaikan berat badan sehingga memicu berat badan berlebih dan obesitas.

National Health Service (NHS) mengatakan, memiliki berat badan berlebih makin meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya, misalnya penyakit jantung, beberapa jenis kanker, dan diabetes tipe 2.

Maka dari itu, kalori sebisa mungkin didapatkan dari jenis makanan lainnya, seperti makanan bertepung (misalnya gandum utuh jika memungkinkan), buah, dan sayur. Mengonsumsi makanan dengan gula tambahan sebisa mungkin hanya sesekali atau tidak sama sekali.

Menyebabkan Gigi Berlubang

Menyebabkan Gigi Berlubang

Bukan hal yang asing lagi jika terlalu banyak makan makanan manis menimbulkan gigi berlubang. Sebab, gula yang ditambahkan pada makanan dan minuman manis merupakan penyebab utama gigi berlubang. WebMD menjelaskan, gula sangat disukai oleh bakteri sehingga bakteri akan menghasilkan asam yang dapat merusak lapisan gigi.

Maka dari itu, penting untuk mengurangi asupan jenis makanan atau minuman yang mengandung tambahan gula berlebih. Buah-buahan segar yang dikonsumsi langsung bisa menjadi alternatif camilan sehat. Selain menyehatkan, kandungan gula alami yang ada di buah lebih jarang menyebabkan gigi berlubang.

Memengaruhi tekanan darah

tekanan darah

Beberapa orang dapat mengalami peningkatan tekanan darah akibat mengonsumsi garam berlebih. Tidak heran, para ahli kesehatan menyarankan mengurangi asupan garam dalam makanan sehari-hari untuk menurunkan risiko tekanan darah tinggi.

WHO menyebutkan bahwa bukti terbaru menunjukkan bahwa selain garam, gula tambahan juga dapat memengaruhi tekanan darah dan kadar lemak. Sebagian peneliti percaya gula dapat meningkatkan tekanan darah dengan cara membuat kadar insulin melonjak terlalu tinggi. Akibatnya, pembuluh darah menjadi tidak elastis dan membuat ginjal menahan lebih banyak air dan natrium.

Meningkatkan risiko diabetes

Meningkatkan risiko diabetes

Medical News Today menyebutkan bahwa mengonsumsi gula tidak menyebabkan diabetes secara langsung. Bukti sementara menunjukkan bahwa asupan gula yang tinggi menyebabkan berat badan bertambah. Berat badan berlebih inilah yang kemudian meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Hal senada juga dijelaskan oleh NHS, bahwa konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan berat badan berlebih sehingga meningkatkan risiko munculnya masalah kesehatan, salah satunya diabetes tipe 2.

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases juga menjelaskan bahwa diabetes tipe 2 disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah berat badan berlebih. Berat badan berlebih kadang memicu resistansi insulin yang umum terjadi pada seseorang dengan diabetes tipe 2.

Meningkatkan risiko gout

Meningkatkan risiko gout

Ketika menyebut gout, atau lebih dikenal dengan nyeri sendi akibat asam urat tinggi, penyebab yang lebih sering diketahui yaitu jeroan dan daging merah. Sementara itu, gula pada makanan manis lebih sering dikenal dengan pengaruhnya terhadap peningkatan berat badan.

Dilansir Arthritis Foundation, konsumsi makanan atau minuman yang mengandung sirop jagung tinggi fruktosa juga dapat memicu nyeri sendi akibat asam urat. Sebab, fruktosa menyebabkan penumpukan asam urat di darah yang memicu terbentuknya kristal di sendi sehingga menimbulkan nyeri di area tersebut.

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis dalam jumlah berlebih setiap hari dapat menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. Kebiasaan tersebut meningkatkan risiko berat badan berlebih, gigi berlubang, tekanan darah tinggi, nyeri sendi akibat asam urat, hingga diabetes tipe 2. Untuk menurunkan risiko tersebut, ada baiknya mulai mengurangi asupan makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan berlebih.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,900SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles