29 C
Jakarta
Friday, June 21, 2024

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Hwasong-18

Korea Utara (Korut) saat ini sedang menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru bernama Hwasong-18. Laporan media pemerintah menyebutkan bahwa senjata ini merupakan inti kekuatan serangan nuklir Korut dan sebagai peringatan bagi Amerika Serikat (AS) dan musuh-musuh lainnya.

Hwasong-18 pertama kali diluncurkan pada bulan April yang lalu. Ini merupakan ICBM pertama Korut yang menggunakan propelan padat, memungkinkan peluncuran yang lebih cepat selama situasi perang.

“Uji tembak adalah proses penting yang bertujuan untuk lebih mengembangkan kekuatan nuklir strategis Republik dan, pada saat yang sama, berfungsi sebagai peringatan praktis yang kuat kepada musuh,” kata kantor berita negara¬†KCNA, seperti dikutip¬†Reuters, Kamis (13/7/2023).

Pemimpin Korut, Kim Jong Un, secara pribadi mengawasi uji coba tersebut. Ia menyatakan bahwa negara tersebut akan mengambil langkah-langkah yang semakin kuat untuk melindungi dirinya sendiri hingga AS dan sekutunya menghentikan kebijakan bermusuhan mereka.

Waktu penerbangan Hwasong-18 selama uji coba, yaitu 74 menit, merupakan yang terlama dalam sejarah uji coba rudal Korea Utara. Menurut laporan KCNA, tahap kedua dan ketiga diluncurkan pada lintasan melengkung menuju ketinggian tinggi untuk kepentingan keselamatan. Korut juga mengklaim bahwa rudal tersebut mencapai jarak 1.001 km (622 mil) dan ketinggian 6.648 km.

Rencana peluncuran rudal ini muncul setelah Korut menuduh Washington meningkatkan ketegangan dengan mengerahkan kapal selam dan pembom ke Semenanjung Korea serta merencanakan serangan nuklir dengan sekutu Korea Selatan (Korsel). Menurut KCNA, situasi keamanan militer telah mencapai fase krisis nuklir pasca era Perang Dingin.

Respon ASEAN

Para menteri luar negeri (menlu) negara-negara ASEAN memberikan pernyataan bersama terkait peluncuran rudal balistik di Semenanjung Korea. Pernyataan dikeluarkan saat rangkaian rangkaian pertemuan ASEAN Post Ministerial Conference (PMC) di Jakarta.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kamis (13/7/2023), para menlu ASEAN menyatakan keprihatinan mendalam atas peluncuran rudal balistik oleh Korut pada 12 Juli 2023.

“Kami sangat kecewa dengan tindakan ini, khususnya selama Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN/Pertemuan Pasca Konferensi Tingkat Menteri (AMM/PMC) ke-56 dan pertemuan lain yang dipimpin ASEAN, dan menegaskan kembali komitmen kami untuk memajukan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di daerah, yang juga menjadi komitmen DPRK, termasuk sebagai anggota dari Forum Regional ASEAN,” jelas pernyataan tersebut.

Para menlu ASEAN juga mendesak Korut untuk mengambil tindakan dalam mengurangi ketegangan dan menyerukan dialog damai di antara pihak-pihak terkait. Desakan lain termasuk untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang telah didenuklirisasi.

“Kami menekankan kembali pentingnya kepatuhan penuh terhadap semua Resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang relevan dan mematuhi hukum internasional,” tambah pernyataan bersama.

“Kami menegaskan kembali kesiapan kami untuk memainkan peran konstruktif, termasuk melalui pemanfaatan platform yang dipimpin oleh ASEAN seperti ASEAN Regional Forum (ARF).”

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,800SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles