25.2 C
Jakarta
Tuesday, April 9, 2024

TNI AL yang Menabrak Rombongan Pesepeda di Sudirman Menghadapi Proses Hukum

Anggota TNI AL yang diduga menabrak tiga orang pesepeda telah dibawa ke Kantor Pomal Lantamal III/Jakarta untuk menjalani pemeriksaan.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/7/2023). “Perkaranya telah ditangani dan saat ini sedang berproses hukum,” ungkap Direktur Pembinaan Penegakan Hukum POM TNI.

Kejadian ini menimbulkan kontroversi dan perhatian publik karena melibatkan anggota TNI AL yang diduga terlibat dalam insiden tabrakan dengan pesepeda.

Pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan untuk memastikan faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan tersebut dan menentukan tindakan hukum yang sesuai dengan aturan dan peraturan yang berlaku.

Terkait dengan insiden ini, masyarakat dan keluarga korban pesepeda yang menjadi korban tabrakan tentu sangat mengharapkan proses hukum yang transparan dan adil.

Semua pihak berharap agar kejadian serupa dapat dihindari di masa mendatang dengan peningkatan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas serta keselamatan dalam berlalu lintas.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa insiden ini terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.40 WIB di depan Gedung Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat.

Rombongan pesepeda sedang melintas dari arah Gelora Bung Karno (GBK) menuju Bundaran HI.

“Tiba-tiba dari belakang rombongan terdengar raungan suara motor dan klakson panjang serta teriakan agar pesepeda minggir,” ungkap kuasa hukum korban, Dian Justian Ibrahim, dalam keterangannya.

Kejadian tersebut menimbulkan ketegangan dan kekhawatiran di tengah masyarakat mengenai keselamatan dan perlindungan bagi pesepeda serta keselarasan antara kendaraan bermotor dan pesepeda di jalan raya. Insiden ini telah menarik perhatian banyak pihak, termasuk pihak berwenang dan kelompok advokasi keselamatan berlalu lintas.

Pihak berwenang di Kantor Pomal Lantamal III/Jakarta saat ini sedang melakukan investigasi untuk mengumpulkan bukti dan keterangan dari semua pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Upaya transparansi dan keadilan dalam proses hukum sangat penting untuk mencari kebenaran dan memberikan keadilan bagi para korban dan keluarga mereka.

Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dalam berlalu lintas dan menghormati hak pesepeda di jalan raya.

Perlunya kesadaran bersama dalam mematuhi aturan lalu lintas dan saling menghargai antara pengendara kendaraan bermotor dan pesepeda menjadi penting dalam menciptakan lingkungan berlalu lintas yang aman dan nyaman bagi semua pihak.

Seorang saksi yang berada di lokasi kejadian melihat motor pelaku yang merupakan Kawasaki LX 150 H berwarna hitam kuning dengan nomor polisi B 3700 PCY.

“Pengendara memakai jaket putih, celana jin biru, dan helm berwarna biru,” ujar Justian, kuasa hukum korban, mengenai deskripsi pelaku.

Setelah kejadian, pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara (TKP), meninggalkan ketiga korban yang mengalami luka-luka di bagian lutut, wajah, kepala, dan pinggang.

Para korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Siloam untuk mendapatkan pertolongan medis.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here
Captcha verification failed!
CAPTCHA user score failed. Please contact us!

Stay Connected

23,893FansLike
1,879FollowersFollow
26,500SubscribersSubscribe
- Advertisement -spot_img

Latest Articles